Komandan Pasukan Kurdi Suriah: ISIS akan Dikalahkan dalam Satu Bulan

Kompas.com - 25/01/2019, 15:44 WIB
Anggota pasukan Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) saat menghadiri pemakaman rekan mereka dari Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang tewas dalam pertempuran melawan sisa ISIS di Deir Ezzor, Qamishli. AFP/DELIL SOULEIMANAnggota pasukan Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) saat menghadiri pemakaman rekan mereka dari Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang tewas dalam pertempuran melawan sisa ISIS di Deir Ezzor, Qamishli.

DAMASKUS, KOMPAS.com - Operasi militer melawan ISIS di Suriah telah memasuki tahan akhir, dengan kawasan kantong terakhir kelompok teroris itu akan dapat dikuasai dalam waktu satu bulan ke depan.

Pernyataan tersebut disampaikan seorang komandan tinggi Pasukan Demokratik Suriah ( SDF) yang dipimpin Kurdi kepada AFP, Kamis (24/1/2019).

"Operasi pasukan kami melawan ISIS di wilayah kantong terakhir telah mencapai babak akhir dan para anggota kelompok itu kini telah terkepung di satu area," kata Mazloum Kobani, komandan tinggi SDF yang didukung Kurdi Suriah.

Dengan dukungan dari koalisi pimpinan Amerika Serikat, pasukan SDF kini berada dalam fase terakhir dari operasi yang telah dimulai sejak 10 September tahun lalu untuk mengusir kelompok teroris ISIS dari Lembah Eufrat di Suriah timur.

Baca juga: Kurdi Suriah Tolak Rencana Zona Aman di Bawah Kendali Turki

"Kami membutuhkan setidaknya satu bulan lagi untuk menghapus sisa-sisa ISIS yang masih ada di daerah itu," kata Kobani, di dekat Kota Hasakeh, Suriah timur laut.

Beberapa ratus anggota ISIS yang masih tersisa saat ini masih berusaha mempertahankan sejumlah dusun di dekat perbatasan Irak, yang disebut menjadi wilayah kekuasaan terakhir dari kelompok yang didirikan pada 2014 itu, yang ingin membangun kekhalifahan di Suriah.

"Saya meyakini bahwa selama satu bulan ke depan kita akan dapat secara resmi mengumumkan berakhirnya kehadiran pasukan bersenjata atas dasar apa yang disebut kekhalifahan," kata Kobani.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan, pertempuran sengit di daerah yang dikenal dengan "Kantong Hajin" telah menyebabkan ratusan korban tewas dari kedua pihak.

ISIS telah kehilangan Kota Hajin pada akhir tahun lalu, yang disebut sebagai benteng pertahanan terakhir, sehingga membuat SDF yang dipimpin Kurdi menaklukkan satu desa demi desa

Kobani mengatakan, upaya mereka melawan ISIS telah dipersulit dengan strategi pergeseran kelompok itu setelah jatuhnya ibu kota Suriah mereka di Raqa, pada 2017.

"Taktik baru mereka termasuk sel tidur yang ada di mana-mana, yang diam-diam mulai kembali merekrut anggota, melakukan operasi pemboman bunuh diri, penyerangan, dan pembunuhan,'" ujar dia.

"Kami memperkirakan akan ada peningkatan intensitas operasi ISIS melawan pasukan kami setelah berakhirnya kehadiran militer mereka," kata Kobani.

ISIS masih mempertahankan kehadirannya di Gurun Badia yang luas di Suriah dan telah mengklaim serangan demi serangan di wilayah yang dikuasai SDF.

Baca juga: Turki Ancam Serang Kurdi jika AS Tunda Pulangkan Pasukan dari Suriah

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Internasional
Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Internasional
Virus Corona Merebak, 16 Negara di Dunia Umumkan Kasus Positif

Virus Corona Merebak, 16 Negara di Dunia Umumkan Kasus Positif

Internasional
Jerman Umumkan Kasus Pertama Virus Corona di Negaranya

Jerman Umumkan Kasus Pertama Virus Corona di Negaranya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Perkembangan Korban Meninggal Virus Corona | 3 Roket Hantam Kedubes AS di Irak

[POPULER INTERNASIONAL] Perkembangan Korban Meninggal Virus Corona | 3 Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Internasional
Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Internasional
Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Internasional
Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Internasional
Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Internasional
MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

Internasional
Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Internasional
Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Internasional
Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X