"Shutdown" Pemerintah AS Picu Lonjakan Akses ke Situs Porno

Kompas.com - 25/01/2019, 15:37 WIB
Ilustrasi. ThinkstockphotosIlustrasi.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Penutupan sebagian layanan pemerintah federal Amerika Serikat atau shutdown membuat sekitar 800.000 pekerja terpaksa tidak menerima gaji.

Selain berdampak kepada para pekerja federal, ternyata shutdown juga memengaruhi akses situs porno.

Melansir New York Post, salah satu situs porno, Pornhub, melaporkan terjadinya lonjakan jumlah akses bersamaan dengan waktu pekerja dicutikan.

Baca juga: Trump Sepakat Tunda Pidato Kenegaraan hingga Shutdown Berakhir


Sepanjang 7-11 Januari 2019, peningkatan mencapai 6 persen. Tidak hanya itu, perubahan juga terlihat pada jam-jam tertentu orang menyaksikan film porno.

Akses situs porno sebelum shutdown terjadi biasanya mencapai puncaknya mulai dari pukul 22.00 hingga tengah malam. Namun, terjadi perubahan ketika shutdown mulai berlangsung.

"Akses larut malam bahkan meningkat 14 persen di atas rata-rata. Sementara akses pada pagi hari dari pukul 09.00 sampai 10.00 memiliki perubahan sedikit," demikian pernyataan dari situs porno.

Untuk di wilayah Washington DC saja, Pornhub mengklaim peningkatan akses mencapai 6,32 persen.

Masalah pornografi bahkan diusulkan oleh parlemen Arizona sebagai sumber uang untuk membangun tembok perbatasan.

Seperti diketahui, tembok perbatasan yang diusulkan Presiden AS Donald Trump menjadi penyebab terjadinya shutdown terpanjang dalam sejarah.

Kongres bersikukuh untuk menolak usulan Trump membangun dinding raksasa di perbatasan AS-Meksiko.

Anggota parlemen asal Arizona mengusulkan suatu cara untuk mengakhiri shutdown, namun tembok tetap dapat dibangun, yaitu dengan memberlakukan pajak porno.

Baca juga: Shutdown AS Berjalan Satu Bulan, FBI Keluhkan Tak Mampu Bayar Informan

Diwartakan Fox News, anggota parlemen bernama Gail Riffin mengusulkan agar semua perangkat elektronik yang dijual di Arizona harus memiliki "porn blocker".

Akses porno hanya bisa dibuka jika pengguna dapat menunjukkan usia asli mereka dan membayar biaya 20 dollar AS atau sekitar Rp 282.000 kepada otoritas.

Usulan tersebut membutuhkan persetujuan dari dua pertiga anggota DPR dan Senat Negara Bagian.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Internasional
14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Internasional
Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Internasional
40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Internasional
Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Internasional
Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Internasional
Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan 'Abang Tukang Bakso' untuk Jokowi

[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan "Abang Tukang Bakso" untuk Jokowi

Internasional
Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Internasional
Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Internasional
22 Hari 'Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

22 Hari "Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

Internasional
WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X