India Luncurkan Satelit Teringan di Dunia - Kompas.com

India Luncurkan Satelit Teringan di Dunia

Kompas.com - 25/01/2019, 07:32 WIB
Inilah anggota Space Kidz India. Perusahaan swasta yang memproduksi satelit yang diklaim teringan di dunia.via BBC Inilah anggota Space Kidz India. Perusahaan swasta yang memproduksi satelit yang diklaim teringan di dunia.

NEW DELHI, KOMPAS.com - India mengumumkan telah meluncurkan satelit yang mereka klaim sebagai yang paling ringan di dunia ke orbit.

Hanya berbobot 1,26 kg, satelit Kalamsat-V2 dibuat oleh para murid yang menuntut ilmu di pelatihan luar angkasa milik swasta, dan dinamai Abdul Kalam.

Baca juga: Citra Satelit Ungkap Proyek Resor di Pantai Korea Utara Hampir Rampung

BBC dan Hindustan Times memberitakan Kamis (24/1/2019), satelit itu diluncurkan dari Pusat Peluncuran Satish Dhawan di Sriharikota.

Badan luar angkasa India menyatakan, satelit itu bakal membantu operator radio dan menginspirasi generasi muda menjadi ilmuwan di masa depan.

Kepala Organisasi Penelitian Luar Angkasa India (ISRO) K Sivan berkata, Kalamsat-V2 adalah satelit teringan yang pernah dibangun dan diluncurkan ke orbit.

" Satelit itu juga menjadi yang pertama dibuat oleh perusahaan swasta India, serta yang pertama kami luncurkan sendiri," ungkapnya.

Kalamsat-V2 bakal berfungsi sebagai satelit komunikasi untuk radio ham, sebuah bentuk komunikasi nirkabel yang digunakan amatir untuk tujuan non-komersial.

India sebelumnya pernah membuat satelit yang lebih ringan, hanya berbobot sekitar 64 gram, diluncurkan dari fasilitas Badan Luar Angkasa Amerika Serikat (NASA).

Satelit itu meluncur dalam misi empat jam penerbangan untuk sub-orbit pada Juni 2017. Satelit itu memang mencapai luar angkasa, tapi tak berhasil menembus orbit yang diinginkan.

Space Kidz India selaku pembuat Kalamsat-V2 adalah perusahaan pelatihan luar angkasa swasta yang berlokasi di Chennai.

Direktur Eksekutif Space Kidz Srimathy Kesan kepada NDTV menuturkan, satelit itu dibuat dalam waktu enam hari, dan berbiaya 1,2 juta rupee, sekitar Rp 239,2 juta.

Kesan mengungkapkan, sejauh ini pihaknya telah memproduksi sembilan satelit yang semuanya berhasil dimasukkan ke dalam roket.

Lebih lanjut, Sivan menjelaskan pihaknya bakal mencoba untuk mendaur ulang roket yang sudah tidak terpakai dan menjadi serpihan di luar angkasa.

Baca juga: Satelit Nusantara Satu Bisa Digunakan Korporasi hingga Perorangan


Terkini Lainnya

Menikmati Pemandangan Pulau Lembeh, Benteng Kota Bitung

Menikmati Pemandangan Pulau Lembeh, Benteng Kota Bitung

Regional
Wisata Religi dan Budaya di Bitung, dari Masjid dan Gereja Tua hingga Tugu Jepang

Wisata Religi dan Budaya di Bitung, dari Masjid dan Gereja Tua hingga Tugu Jepang

Regional
[Populer Megapolitan] Kebakaran di Rumah Ketua DPR RI | Sekda Papua Tersangka Penganiayaan Pegawai KPK | Bus Transjakarta Terbakar

[Populer Megapolitan] Kebakaran di Rumah Ketua DPR RI | Sekda Papua Tersangka Penganiayaan Pegawai KPK | Bus Transjakarta Terbakar

Megapolitan
Tolak Permintaan Trump, Eropa Ogah Terima Eks Anggota ISIS

Tolak Permintaan Trump, Eropa Ogah Terima Eks Anggota ISIS

Internasional
TNI AL Kembali Tangkap Kapal Vietnam yang Curi Ikan di Laut Natuna

TNI AL Kembali Tangkap Kapal Vietnam yang Curi Ikan di Laut Natuna

Regional
[POPULER NUSANTARA] Jokowi Kunjungi Nelayan Tengah Malam | Kata Sandi Soal Lahan Milik Prabowo

[POPULER NUSANTARA] Jokowi Kunjungi Nelayan Tengah Malam | Kata Sandi Soal Lahan Milik Prabowo

Regional
BMKG: Waspadai Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel dan Jaktim

BMKG: Waspadai Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel dan Jaktim

Megapolitan
Pemprov Kalteng Beri Penghargaan Pengelolaan K3 ke IPP Swasta

Pemprov Kalteng Beri Penghargaan Pengelolaan K3 ke IPP Swasta

Regional
Debat Kedua Dinilai Disiapkan Jauh Lebih Baik Dibanding yang Pertama

Debat Kedua Dinilai Disiapkan Jauh Lebih Baik Dibanding yang Pertama

Nasional
Pemilih di Jombang Bertambah 868 Orang, Ribuan Santri Belum Urus Form A5

Pemilih di Jombang Bertambah 868 Orang, Ribuan Santri Belum Urus Form A5

Regional
KPU Sebut Pendukung yang Hadir Debat Ganggu Konsentrasi Kandidat

KPU Sebut Pendukung yang Hadir Debat Ganggu Konsentrasi Kandidat

Nasional
Baku Tembak Pasukan India dan Pemberontak di Kashmir, 9 Orang Tewas

Baku Tembak Pasukan India dan Pemberontak di Kashmir, 9 Orang Tewas

Internasional
Kabut Asap Karhutla Selimuti Kota Dumai, Warga Pakai Masker Keluar Rumah

Kabut Asap Karhutla Selimuti Kota Dumai, Warga Pakai Masker Keluar Rumah

Regional
Komitmen Kedua Capres Terkait Isu Lingkungan Hidup Dinilai Masih Rendah

Komitmen Kedua Capres Terkait Isu Lingkungan Hidup Dinilai Masih Rendah

Nasional
Dua Nelayan Indramayu yang Hilang di Perairan Karawang Ditemukan Tewas

Dua Nelayan Indramayu yang Hilang di Perairan Karawang Ditemukan Tewas

Regional

Close Ads X