Cuaca Panas Ekstrem Dimanfaatkan Warga Australia untuk Panggang Biskuit

Kompas.com - 24/01/2019, 21:27 WIB
Warga di Adelaide, Australia, memanfaatkan cuaca panas untuk memanggang biskuit kacang. (ABC Australia) Warga di Adelaide, Australia, memanfaatkan cuaca panas untuk memanggang biskuit kacang. (ABC Australia)

ADELAIDE, KOMPAS.com - Cuaca panas ekstrem ternyata tidak mengurangi kreativitas warga Australia untuk bisa menghibur diri.

Di Adelaide, Australia Selatan, suhu udara mencapai 46,6 derajat Celcius sehingga dimanfaatkan oleh Rose dan Patrick Wynne untuk memanggang biskuit kacang.

Melansir dari ABC, Kamis (24/1/2019), Rose mengaku tertarik dengan cerita warga lain yang memasak berbagai bahan makanan di mobil.

Baca juga: Cuaca Panas Ekstrem di Australia, Satwa Liar yang Sekarat Dimusnahkan


"Kami mengeluarkan adonan sekitar pukul 12.00 dan membiarkannya sampai pukul 16.00. Biskuit itu perlahan-lahan matang," kata Rose.

"Ternyata biskuit itu matang sempurna dan renyah," imbuhnya.

Namun, warna biskuit tidak menjadi coklat tua pada bagian atas seperti halnya dipanggang dengan menggunakan oven.

"Kami pernah mendengar tentang itu sebelumnya, warga memanggang kue di mobil mereka," ujarnya.

Biro Meteorologi Australia menyatakan, suhu di Adelaide memuncak pada Kamis sore.

Biskuit kacang itu bukan satu-satunya makanan yang dimasak pada cuaca terik di Australia. Seorang pengguna Twitter bahkan mencoba untuk meninggalkan daging, udang, telur, dan benda-benda lainnya di mobil selama dua jam.

Di Andamooka, penduduk setempat memiliki cara inovatif untuk berenang, dengan mengubah arena seluncur menjadi kolam renang darurat.

"Bagaimana anak-anak Andamooka tetap tenang? Dengan beberapa inovasi dan semangat komunitas," demikian unggahan Tuckabox Hotel Andamooka.

Baca juga: Cuaca Panas Ekstrem di Seluruh Australia Capai 45 Derajat Celsius

Wilayah Melbourne juga diperkirakan akan terus panas sampai Jumat (25/1/2019), dengan perkiraan maksimum suhu mencapai 44 derajat Celcius sebelum turun ke 27 derajat Celcius pada Sabtu (26/1/2019).

Cuaca panas ekstrem di Australia membuat ratusan hewan liar mati akibat kekeringan yang parah.

Awalnya, penjaga hutan di Santa Teresa menemukan 40 ekor kuda dalam keadaan tak bernyawa. Namun, mereka terpaksa untuk membunuh 55 ekor lainnya karena berada dalam kondisi sekarat.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber ABC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ayah di Suriah yang Ajari Anaknya Tertawa Saat Dengar Ledakan Bom: Suatu Hari, Dia Akan Tahu Ini Suara Kematian

Ayah di Suriah yang Ajari Anaknya Tertawa Saat Dengar Ledakan Bom: Suatu Hari, Dia Akan Tahu Ini Suara Kematian

Internasional
Erdogan Ancam Bakal Serang Suriah, Begini Peringatan Rusia

Erdogan Ancam Bakal Serang Suriah, Begini Peringatan Rusia

Internasional
Jika Suriah Tak Tarik Pasukannya, Erdogan Ancam Gelar Operasi Militer 'Secepatnya'

Jika Suriah Tak Tarik Pasukannya, Erdogan Ancam Gelar Operasi Militer "Secepatnya"

Internasional
Mantan PM Australia Sebut Ada Pejabat Malaysia Yakin Pilot Malaysia Airlines MH370 Bunuh Diri

Mantan PM Australia Sebut Ada Pejabat Malaysia Yakin Pilot Malaysia Airlines MH370 Bunuh Diri

Internasional
Pemerintah China Sebut Tindakan AS Curigai Medianya Tak Bisa Diterima

Pemerintah China Sebut Tindakan AS Curigai Medianya Tak Bisa Diterima

Internasional
Strategi China Atasi Virus Corona Dianggap Tepat oleh WHO

Strategi China Atasi Virus Corona Dianggap Tepat oleh WHO

Internasional
Tutup Perbatasan, Rusia Larang Warga China Masuk Negaranya

Tutup Perbatasan, Rusia Larang Warga China Masuk Negaranya

Internasional
WHO Puji Singapura Terkait Penanganan Virus Corona

WHO Puji Singapura Terkait Penanganan Virus Corona

Internasional
Korea Selatan Konfirmasi Lonjakan Kasus Korban Infeksi Virus Corona Sebanyak 50 Persen

Korea Selatan Konfirmasi Lonjakan Kasus Korban Infeksi Virus Corona Sebanyak 50 Persen

Internasional
WNI Penderita Virus Corona di Singapura Dinyatakan Sembuh

WNI Penderita Virus Corona di Singapura Dinyatakan Sembuh

Internasional
Perawat, Orangtua, dan Saudaranya Meninggal di Wuhan akibat Virus Corona

Perawat, Orangtua, dan Saudaranya Meninggal di Wuhan akibat Virus Corona

Internasional
Inggris Bakal Larang Pekerja yang Tak Bisa Bahasa Inggris dan Tidak Terampil

Inggris Bakal Larang Pekerja yang Tak Bisa Bahasa Inggris dan Tidak Terampil

Internasional
Iran Sebut Trump Tidak Berani Perang, Takut Kalah Pilpres

Iran Sebut Trump Tidak Berani Perang, Takut Kalah Pilpres

Internasional
Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess yang Negatif Virus Corona Keluar

Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess yang Negatif Virus Corona Keluar

Internasional
AS Curigai 5 Media China di Bawah Kendali Beijing

AS Curigai 5 Media China di Bawah Kendali Beijing

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X