Kampus di AS Salah Kirim "E-mail" Penerimaan Mahasiswa kepada 430 Pendaftar

Kompas.com - 24/01/2019, 16:21 WIB
Ilustrasi email.SHUTTERSTOCK Ilustrasi email.

ST PETERSBURG, KOMPAS.com - Sebuah kampus di Florida, AS, mengumumkan telah salah mengirimkan surat penerimaan mahasiswa kepada ratusan pendaftar yang seharusnya tidak lolos seleksi.

Dikonfirmasi University of South Florida St Petersburg ( USFSP), bahwa pihaknya telah salah mengirimkan surat penerimaan mahasiswa kepada 430 pendaftar melalui email, pada Sabtu (19/1/2019).

Pihak kampus segera mengirimkan surat pemberitahuan kedua sekitar satu jam kemudian yang menyebutkan telah terjadinya kesalahan dan meminta penerima mengabaikan surat pemberitahuan pertama.

"Telah terjadi kesalahan pada sistem. Mohon abaikan surat pemberitahuan sebelumnya," tulis email kedua yang dikirimkan pihak USFSP.

Baca juga: Setelah Gasak Laptop, Pencuri Minta Maaf kepada Korbannya via Email

Pihak kampus telah mengakui adanya kesalahan yang disebabkan kekurangtelitian salah seorang stafnya sehingga insiden itu terjadi.

"Kami meminta maaf kepada semua siswa yang terkena dampak serta keluarga mereka. Kami akan mengambil langkah dengan segera untuk memastikan hal serupa tidak kembali terjadi."

"Kami akan menghubungi setiap siswa yang menerima surat yang salah dan membahas kemungkinan jalur masuk ke USFSP di masa mendatang," tulis pernyataan pihak kampus.

Alexandria Rizzotto, salah seorang siswa yang menerima email surat penerimaan itu, mengaku kecewa saat mengetahui bahwa dirinya sebenarnya tidak diterima.

"Saya dan ibu saya sempat sangat gembira setelah menerima email pertama karena kampus USF itu adalah pilihan pertama saya," kata Rizzotto.

"Saya sangat kecewa. Saya merasa sangat-sangat kecewa karena saya telah menunggu pengumuman ini sejak November lalu," ujarnya dikutip ABC News.

Disampaikan juru bicara USFSP, Carrie O'Brion, kesalahan itu terjadi akibat salah seorang staf yang salah mengira lembaran daftar nama yang telah disortir ternyata termasuk pendaftar yang tidak diterima. Demikian diberitakan United Press International.

Baca juga: Putri Trump Gunakan Email Pribadi untuk Urusan Negara




Close Ads X