Kompas.com - 24/01/2019, 15:38 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com - Gembong narkoba asal Meksiko Joaquin "El Chapo" Guzman (61) pernah mendekam di penjara dengan keamanan super ketat di negaranya pada 2015.

Namun nyatanya, dia berhasil melarikan diri dengan membonceng sepeda motor melalui terowongan yang telah digali menuju selnya di Altiplano, pada 11 Juli 2015.

El Chapo berhasil ditangkap dan diserahkan ke Amerika Serikat. Kini, proses persidangan kasusnya masih berlanjut di Pengadilan Brooklyn.

Dalam perkembangan terbaru, seorang saksi bernama Damaso Lopez membeberkan bahwa istri El Chapo dan putranya turut terlibat dalam strategi kaburnya.

Baca juga: Mantan Kekasih El Chapo Ungkap Kisahnya Terjerumus Perdagangan Narkoba

Diwartakan CNN, Rabu (23/1/2019), dengan mengenakan seragam penjara berwarna biru, Lopez memberikan kesaksiannya.

Sebagai informasi, pria berusia 52 tahun itu tidak berada di penjara saat El Chapo meloloskan dari penjara dua kali, yaitu pada 2001 dan 2015.

Lopez mengaku bertemu dengan empat putra Guzman beberapa kali untuk mengatur penggalian terowongan, membeli lahan di dekan penjara, dan menyewa gudang.

Dalam foto yang diambil pada 8 Januari 2016 ini terlihat gembong narkoba Joaquin El Chapo Guzman digiring menuju sebuah helikopter di sebuah bandara di Mexico City setelah militer menangkapnya di Los Mochis, negara bagian Sinaloa setelah sempat kabur dari penjara.AFP/ALFREDO ESTRELLA Dalam foto yang diambil pada 8 Januari 2016 ini terlihat gembong narkoba Joaquin El Chapo Guzman digiring menuju sebuah helikopter di sebuah bandara di Mexico City setelah militer menangkapnya di Los Mochis, negara bagian Sinaloa setelah sempat kabur dari penjara.
Gudang itu menjadi lokasi pemberhentian El Chapo sebelum dibawa ke tempat persembunyiannya di Sinaloa.

"Saya mendedikasikan diri saya untuk mendapatkan apa yang dia minta," katanya.

"Itu bukan sesuatu yang bisa dilakukan semalam, tapi saya melakukan banyak hal," imbuhnya.

Pembawa pesan

Lopez mengaku tidak terlibat dalam pembangunan terowongan, tapi itu dikontrol oleh putra-putra El Chapo.

"Beton penjara sangat sulit ditembus," katanya.

"Penggalian menimbulkan banyak suara dan itu mengganggu narapidana lain," tutur Lopez.

El Chapo berhasil keluar dari selnya dan sebuah sepeda motor dengan seorang pengendara telah siap menunggunya.

Pengendara tersebut membawanya ke sebuah lahan, lalu ATV menjemputnya dan membawanya ke gudang. Di situ, pilot dan pesawat sudah menantinya.

Istri El Chapo, Emma Coronel, mendapat tugas untuk membawa pesan dari suaminya usai mengunjunginya di penjara.

Sang gembong narkoba meminta agar para pembantunya segera menyelesaikan kebutuhan dalam skenario usaha kaburnya.

Baca juga: Mantan Presiden Meksiko Disebut Terima Suap Rp 1,4 Triliun dari El Chapo

Coronel berada di pengadilan Brooklyn saat Lopez menyampaikan kesaksian terhadap mantan bosnya itu.

Sementara kantor Jaksa AS tidak menyampaikan komentar ketika ditanya tentang kemungkinan Coronel dikenai tuduhan.

El Chapo terancam hukuman penjara seumur hidup di penjara atas kasus perdagangan narkoba internasional, konspirasi membunuh pesaingnya, kepemilikan senjata api, dan pencucian uang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.