Paus Fransiskus Sebut Kecemasan terhadap Migran Bisa Membuat Gila

Kompas.com - 24/01/2019, 15:04 WIB
Paus Fransiskus. AFP/ALBERTO PIZZOLIPaus Fransiskus.

PANAMA CITY, KOMPAS.com - Paus Fransiskus memulai perjalanannya ke Panama, Amerika Tengah, membuat wartawan penasaran tentang pendapatnya mengenai isu migran, terutama terkait tembok perbatasan.

Seperti diketahui, tembok perbatasan yang diusulkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang memicu terjadinya shutdown terpanjang dalam sejarah AS.

"Itu adalah kecemasan yang membuat kita gila," kata Paus Fransiskus, Rabu (23/1/2019), seperti dikutip dari CBS News.

Baca juga: Paus Fransiskus Desak Pemimpin Eropa Empati terhadap Nasib 49 Migran

Pria berusia 82 tahun itu merupakan paus pertama yang berasal dari Amerika Latin. Dia juga putra dari seorang imigran Italia yang tinggal di Argentina.

Selama ini, Paus Fransiskus menyoroti penderitaan para migran dan pengungsi sebagai landasan kepausannya.

Sebelum menuju ke bandara untuk bertolak ke Panama, dia bahkan menemui 8 pengungsi yang tinggal di Roma.

"Seorang yang berpikir hanya tentang membangun tembok, di mana pun mereka berada, dan justru tidak membangun jembatan, itu bukan orang beriman," ucapnya pada tahun lalu.

Karavan migran menjadi kekhawatiran Trump selama ini. Pada awal pekan ini, sebanyak 1.800 warga dari Amerika Tengah bahkan telah mencapai AS dari Ciudad Hidalgo di Meksiko.

Kelompok itu telah mulai melewati Meksiko pada pekan lalu, dan terdapat antrian panjang menuju sebuah jembatan di perbatasan.

US News melaporkan, mereka mencari suaka untuk menghindari kekerasan, kriminal, dan kurangnya kesempatan di negara asal.

Baca juga: Dalam Pesan Natal, Paus Fransiskus Serukan Damai di Yaman dan Suriah

"Tidak ada yang ingin meninggalkan negara mereka, tapi kaum muda El Salvador mencari kesempatan, pekerjaan, dan keamanan," kata seorang mahasiswa bernama Edwin Valiente yang datang ke Panama untuk melihat Paus Fransiskus.

Selama di negara itu, pemimpin Gereja Katolik Roma itu akan menyampaikan pesan kepada kaum muda yang berkumpul untuk merayakan Hari Kaum Muda Sedunia.

Dalam perjalanan pertamanya ke Panama sejak paus sebelumnya pada 1983, Paus Fransiskus disambut oleh Presiden Juan Carlos Varela dan ribuan anak-anak.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Internasional
Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Internasional
Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Internasional
Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Internasional
Korea Utara Kembali Gelar 'Tes Krusial'

Korea Utara Kembali Gelar "Tes Krusial"

Internasional
Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

Internasional
Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Internasional
Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Internasional
Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X