Jet Tempur China Melintas Dekat Taiwan, Taipei: Tetap Tenang

Kompas.com - 24/01/2019, 13:02 WIB
Sebuah pesawat Sukhoi Su-30 EPA/Sergei Chirikov Sebuah pesawat Sukhoi Su-30

TAIPEI, KOMPAS.com - Sejumlah pesawat terbang militer China kembali dilaporkan terlihat melintas di dekat wilayah Taiwan.

Jet tempur Sukhoi Su-30 dan pesawat pengintai Shaanxi Y-8, termasuk di antara sejumlah pesawat militer Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) yang terlihat terbang melintasi Selat Bashi, pada Selasa (22/1/2019).

"Pesawat-pesawat itu datang dari sisi selatan daratan China dan terbang melintasi Selat Bashi sebelum berlalu menuju Pasifik barat," kata pernyataan Kementerian Pertahanan Taiwan.

"Militer Taiwan segera mengirim pesawat udara dan kapal pengintai sebagai bentuk tanggapan untuk memastikan keamanan nasional di wilayah laut dan udara," tambah laporan kementerian, seperti dikutip SCMP.

Baca juga: Jenderal China Anggap Pendukung Taiwan Merdeka sebagai Penjahat Perang

Di akhir laporan, disebutkan bahwa rombongan pesawat PLA telah kembali ke China usai latihan jarak jauhnya. Kementerian pun menyerukan kepada rakyat Taiwan agar tetap tenang dan tidak panik.

Armada angkatan laut dan udara PLA disebut telah kerap melakukan patroli dan latihan rutin di wilayah perairan dan udara yang dekat dengan negara pulau Taiwan. Intensitasnya telah meningkat sejak terpilihnya Presiden Tsai Ing-wen pada 2016.

Namun latihan yang dilangsungkan Selasa (22/1/2019) lalu terjadi hanya beberapa hari usai pernyataan Kepala Angkatan Laut AS, John Richardson, di Tokyo, bahwa Washington tidak mengesampingkan pengiriman kapal induknya melalui Selat Taiwan.

Sebelumnya pada awal Januari, Presiden China Xi Jinping menaikkan tensi di kawasan itu dengan mengatakan tidak akan mengesampingkan penggunaan untuk menyatukan kembali Taiwan dengan daratan.

Xi juga mengatakan akan mengambil semua tindakan yang diperlukan terhadap pasukan asing yang campur tangan.

Sikap agresif Beijing tersebut mendorong Presiden Tsai untuk menyerukan dukungan internasional dan membela demokrasi Taiwan.

Sementara AS mengatakan bahwa mereka akan mengamati dengan saksama langkah-langkah yang diambil Beijing terkait negara pulau tersebut.

Beberapa tahun belakangan, hubungan antara AS dengan China mengalami pasang surut, terlebih sejak di bawah Presiden Donald Trump, Washington telah meningkatkan dukungannya terhadap Taiwan, dengan penjualan persenjataan dan meningkatkan kontak antarpejabat.

Hubungan Beijing dengan Washington turut diperburuk penumpukan militer China di Laut China Selatan, di mana kapal perang kedua negara nyaris bertabrakan pada September lalu.

Baca juga: Jenderal China Peringatkan AS Tak Campur Tangan Urusan Taiwan



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya


Close Ads X