Kompas.com - 23/01/2019, 18:05 WIB

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak terus memancing pemerintahan Pakatan Harapan yang dipimpin Mahathir Mohamad dengan merilis sebuah video musik.

Dalam video yang diunggah di media sosial itu, dia menunjukkan talentanya dengan bernyanyi.

Diwartakan Straits Times, Rabu (23/1/2019), dia mengawali video itu dengan narasi kisah hidupnya diiringi alunan musik dari lagu berjudul Kiss and Say Goodbyes dari The Manhattans.

Baca juga: Di Hari Ulang Tahun Sang Istri, Najib Razak Ditangkap KPK Malaysia

Najib menceritakan kehidupannya yang diklaimnya menyedihkan sejak tidak menjabat sebagai pemimpin Malaysia.

"Inilah hari yang paling sedih dalam hidupku. Setelah 9 Mei 2018, saya disingkirkan. Selama ini, saya telah berjuang demi rakyat yang amat saya sayangi," katanya.

"Tapi apa daya? Saya telah dicurangi dalam permainan ini oleh Pakatan Harapan, yang agendanya semata-mata fitnah dan dendam," imbuhnya.

Seperti diketahui, pemilu terakhir di Malaysia digelar pada 9 Mei 2018 yang membuat pemerintahan Barisan Nasional kalah usai berkuasa selama enam dekade.

Di video terbarunya, Najib tampak ditemani oleh sekitar 15 anak muda yang berada di dalam studio, bernyanyi dengan tubuh mengikuti alunan nada.

Free Malaysia Today mewartakan, ini serangkaian serangan melalui media sosial oleh Najib kepada pemerintahan Mahathir.

Najib dilarang bepergian ke luar negeri selama 8 bulan terakhir karena menanti persidangan atas berbagai tudingan pencucian uang.

Baca juga: Istri Najib Razak Kembali Didakwa Menerima Suap Rp 662 Miliar

Dia juga dituduh melakukan penyalahgunaan kekuasaan terkait dengan skandal 1MDB.

Beberapa pekan terakhir, Najib bahkan mempopulerkan tanda pagar #MaluApaBossku kepada pendukungnya, untuk mempertanyakan kebijakan pemerintahan Pakatan Harapan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.