Raja Thailand Telah Tanda Tangani Dekret Kerajaan Mendukung Pemilu

Kompas.com - 23/01/2019, 16:20 WIB
Raja Thailand Maha Vajiralongkorn resmi menerima warisan kerajaan Thailand sebesar 30 miliar dolar AS atau lebih dari Rp 422 triliun. AFP / PANUPONG CHANGCHAI / THAI NEWS PIXRaja Thailand Maha Vajiralongkorn resmi menerima warisan kerajaan Thailand sebesar 30 miliar dolar AS atau lebih dari Rp 422 triliun.

BANGKOK, KOMPAS.com - Raja Thailand Maha Vajiralongkorn telah mengeluarkan dekret kerajaan yang mendukung dilaksanakannya pemilihan umum pada tahun ini.

"Saat ini menjadi waktu yang tepat untuk menggelar pemilihan anggota parlemen," tulis dekret Raja Maha Vajiralongkorn, yang dirilis dalam lembaran kerajaan Thailand, pada Rabu (23/1/2019), dan ditandatangani pemimpin junta Prayut Chan-O-Cha.

Junta mengatakan, pemilihan akan digelar selambat-lambatnya pada akhir Februari. Tetapi penandatanganan yang terlambat oleh raja dapat membawa pemilihan tertunda selama beberapa pekan.

Tanggal pasti pemilihan yang telah lama tertunda itu baru akan diumumkan kemudian oleh Komite Pemilihan Thailand. Salah satu opsi tanggal yang telah banyak disebut mungkin dipilih adalah 24 Maret.

Baca juga: Thailand Kembali Tunda Pelaksanaan Pemilu hingga Maret

Pemilihan umum tersebut akan menjadi yang pertama digelar sejak kudeta militer yang menggulingkan pemerintahan Yingluck Shinawatra, pada 2014.

Sejak saat itu pemerintahan yang dikendalikan junta militer telah menulis ulang konstitusi, memberangus seluruh perbedaan pendapat, dan menunjuk sekutu-sekutu junta di posisi kunci dalam birokrasi.

Dikeluarkannya dekret kerajaan itu telah memicu dimulainya musim kampanye.

Sejumlah partai baru, baik yang bersekutu dengan militer, maupun yang mendukung klan Shinawatra yang masih kuat, telah memulai pertemuan dan perekrutan, menyusul banyaknya nama yang muncul sebagai calon perdana menteri masa depan.

Di antara nama-nama yang muncul, sosok Prayut Chan-O-Cha, yang menjabat sebagai perdana menteri Thailand saat ini, masih termasuk di dalamnya.

Pemimpin junta militer itu dalam beberapa bulan terakhir telah melakukan kunjungan keliling negeri untuk mengubah pandangan terhadap dirinya dari sosok militer yang kasar menjadi seorang pemimpin yang merakyat.

Walau demikian, namanya tidak terlalu populer di antara rakyat Thailand, yang lelah dengan gaya penindasannya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Transisi Kekuasaan Mahathir, Anwar Ibrahim Minta Perdebatannya Dihentikan

Polemik Transisi Kekuasaan Mahathir, Anwar Ibrahim Minta Perdebatannya Dihentikan

Internasional
Singapura Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Singapura Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Internasional
Alarm Kebakaran Menyala, 59 Penerbangan di Bandara Changi Terganggu

Alarm Kebakaran Menyala, 59 Penerbangan di Bandara Changi Terganggu

Internasional
Ludahi Pizza Pelanggan, Pria di Turki Terancam Dipenjara 18 Tahun

Ludahi Pizza Pelanggan, Pria di Turki Terancam Dipenjara 18 Tahun

Internasional
Cegah Penyebaran Virus Corona, 2 Kota di China Ditutup

Cegah Penyebaran Virus Corona, 2 Kota di China Ditutup

Internasional
Hadapi Virus Corona, Singapura Isolasi Pengunjung China yang Terkena Penumonia

Hadapi Virus Corona, Singapura Isolasi Pengunjung China yang Terkena Penumonia

Internasional
Kisah Pengantin Pesanan di China: Terpaksa Hamil agar Bisa Pulang ke Indonesia

Kisah Pengantin Pesanan di China: Terpaksa Hamil agar Bisa Pulang ke Indonesia

Internasional
Pesawat Hercules C-130 Jatuh Saat Padamkan Kebakaran Hutan di Australia, 3 Orang Tewas

Pesawat Hercules C-130 Jatuh Saat Padamkan Kebakaran Hutan di Australia, 3 Orang Tewas

Internasional
Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Internasional
Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Internasional
Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X