Israel Sukses Uji Coba Rudal Pencegat Misil Balistik yang Dikembangkan Bersama AS

Kompas.com - 23/01/2019, 13:55 WIB
Foto yang dirilis Kementerian Pertahanan Israel pada Desember 2015, yang menunjukkan rudal pencegat Arrow 3 diluncurkan di lokasi yang dirahasiakan.AFP / HANDOUT / ISRAELI DEFENCE MINISTRY Foto yang dirilis Kementerian Pertahanan Israel pada Desember 2015, yang menunjukkan rudal pencegat Arrow 3 diluncurkan di lokasi yang dirahasiakan.

TEL AVIV, KOMPAS.com - Israel mengatakan mereka telah sukses menggelar uji coba untuk rudal pencegat misil balistik yang mereka kembangkan bersama dengan AS.

Uji coba tersebut digelar sehari usai terjadinya konflik terakhir antara Israel dengan pasukan Iran yang beroperasi di Suriah, Selasa (22/1/2019).

Sistem pencegat misil yang disebut Arrow 3 itu dirancang untuk menembak jatuh rudal di atas atmosfer dan telah ditempatkan di pangkalan angkatan udara seluruh Israel sejak dua tahun lalu.

"Musuh kita yang berusaha menghancurkan kita harus tahu bahwa kepalan tangan Israel akan menjangkau semua orang yang menyakiti kami."


"Dan kami akan membuat perhitungan dengan mereka," ujar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam sebuah pernyataan yang memuji uji coba itu.

Baca juga: Suriah Balas Serangan Udara Jet Tempur F-16 Israel di Selatan Damaskus

"Kami akan terus mengembangkan sistem persenjataan paling canggih di dunia untuk memastikan keamanan warga dan negara Israel," tambahnya, Selasa (22/1/2019).

Netanyahu juga mengunjungi sebuah pabrik di Israel tengah, tempat di mana rudal pencegat Arrow diproduksi.

Sistem rudal Arrow tersebut sebagian besar didanai oleh Amerika Serikat, sementara Israel melalui Israeli Aerospace Industries, bekerja sama dengan Boeing, menjalankan proses pengembangan dan produksinya.

Kementerian Pertahanan Israel, dalam pernyataannya, memaparkan cara kerja sistem rudal pencegat itu, yang akan meluncurkan rudal saat radar mendeteksi target.

" Rudal pencegat Arrow 3 akan diluncurkan ke arah target pada saat yang tepat dan kemudian berhasil menyelesaikan misinya," kata kementerian, seperti dilansir AFP.

Rudal Arrow 3 tersebut disebut akan menjadi sistem pencegat misil milik Israel yang mampu mencapai target pada ketinggian tertinggi untuk saat ini.

Sedangkan sistem pencegat misil untuk ketinggian lebih rendah telah dikerahkan atau hampir dioperasikan.

"Keberhasilan tes kali ini akan menjadi landasan utama dalam kemampuan operasional dan pertahanan diri Israel dalam menghadapi ancaman di kawasan ini pada masa kini maupun di masa yang akan datang," lanjut pernyataan kementerian.

Kementerian tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang uji coba yang digelar Selasa lalu, namun ditegaskan bahwa sistem tersebut telah lolos serangkaian tes sebelum mulai dikerahkan pada 2017 lalu.

Baca juga: AS Ingin Beli Dua Unit Sistem Pertahanan Antirudal dari Israel

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jet Tempur Pasukan Khalifa Haftar Mendarat Darurat di Jalanan Tunisia

Jet Tempur Pasukan Khalifa Haftar Mendarat Darurat di Jalanan Tunisia

Internasional
Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Internasional
Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Internasional
Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Internasional
Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Internasional
Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Internasional
Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Internasional
Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Internasional
Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

Internasional
2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

Internasional
Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Internasional
Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Internasional
Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Internasional
Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

Internasional
Close Ads X