Kompas.com - 23/01/2019, 12:42 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com - Shutdown parsial atau penutupan sebagian layanan AS telah berjalan lebih dari satu bulan. Situasi ini pun mulai berdampak pada kinerja badan-badan pemerintah, termasuk FBI.

Biro investigasi federal AS itu mengeluhkan shutdown telah membuat mereka tidak mampu membayar informan, membeli obat-obatan dalam operasi narkotika, atau bahkan sekadar mengurus izin keamanan mereka sendiri.

Selain itu proses penyelidikan dan penuntutan juga terdampak lantaran tidak tersedianya anggaran untuk melakukan perjalanan menemui saksi atau membayar penerjemah.

"Semakin lama shutdown berlangsung, hambatan dalam operasional yang ditimbulkan semakin buruk. Dampaknya dirasakan operasi kontra-terorisme dan kontra-intelijen kami di seluruh dunia," kata Tom O'Connor, ketua Asosiasi Agen FBI (FBIAA), Senin (21/1/2019).

Baca juga: Trump Sebut Pegawai yang Terdampak Shutdown sebagai Patriot

O'Connor menambahkan, pihaknya mendesak kepada Gedung Putih dan juga Kongres AS untuk segera mengambil tindakan untuk mengakhiri shutdown.

Shutdown pemerintah AS yang berjalan sejak 22 Desember 2018 lalu telah membuat sekitar 800.000 pekerja federal dan jutaan pekerja kontrak dipaksa cuti atau bekerja tanpa bayaran.

Termasuk sebagian besar dari 13.000 agen khusus FBI yang masih harus bekerja. Menurut laporan FBIAA, shutdown pemerintah AS telah berdampak dalam pelatihan, penyelidikan, dan perekrutan badan intelijen tersebut.

Beberapa agen telah mengeluhkan kekurangan dana operasional yang membuat mereka tak mampu membayar informasi rahasia dari informan.

"Tidak mampu membayar para informan membuat kita berisiko kehilangan mereka dan informasi yang mereka berikan selamanya. Karena ini bukan sesuatu yang bisa dimulai dan dihentikan seenaknya," kata seorang agen federal.

Agen lainnya mengatakan, mereka tidak bisa mendapatkan surat panggilan pengadilan tepat waktu karena banyak pengacara Departemen Kehakiman yang dirumahkan.

Salah satu kantor biro bahkan mengeluh tidak ada dana sekadar untuk mengganti ban kendaraan atau persediaan kertas fotokopi.

Sementara agen yang ditempatkan di luar negeri mengatakan kesulitan mencairkan biaya pengeluaran hingga ribuan dollar AS karena kantor pelayanan yang tutup.

"Jumat ini, hampir 13.000 agen khusus FBI dan ribuan staf profesional untuk kedua kalinya tidak akan menerima gaji," kata O'Connor, seperti dikutip AFP.

Baca juga: Trump Marah Penawarannya untuk Akhiri Shutdown Ditolak Oposisi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.