Kompas.com - 22/01/2019, 21:30 WIB

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad kembali mempertahankan keputusan melarang atlet Israel memasuki negaranya.

Mahathir bahkan menyamakan kebijakannya dengan rencana Presiden AS Donald Trump untuk membangun tembok perbatasan Meksiko.

Perdana menteri berusia 93 tahun itu juga kembali menegaskan bahwa adalah hak setiap negara untuk menerima atau menolak masuk siapa pun.

Mahathir pun menyamakan kebijakan larangan tersebut dengan rencana presiden AS dalam membangun tembok perbatasan dengan Meksiko.

"Setiap negara punya hak untuk menolak atau menerima seseorang memasuki wilayahnya," kata Mahathir dalam konferensi pers di Wina, Selasa (22/1/2019).

Baca juga: Mahathir: Bedakan Mana Kalimat yang Dianggap Menghina Raja Malaysia

"Anda bisa melihat, di Amerika sekarang mereka membangun tembok yang sangat tinggi untuk mencegah orang-orang Meksiko dari pergi ke Amerika."

"Kami memiliki gagasan yang sama, bahwa orang-orang yang tidak diinginkan untuk negara kami akan dijauhkan dari negara kami," tambah Mahathir, seperti dilansir AFP.

Malaysia sebelumnya telah melarang atlet-atlet Israel masuk ke negaranya untuk berpartisipasi dalam ajang kejuaraan olahraga yang dilangsungkan di Negeri Jiran tersebut.

Hal tersebut memicu ketegangan antara kedua negara karena Malaysia akan menjadi tuan rumah ajang kejuaraan renang dunia pada Juli mendatang yang sekaligus menjadi seleksi kualifikasi untuk Paralimpiade Tokyo 2020.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel, Emmanuel Nahshon mengecam keputusan Malaysia dan menyebut langkah tersebut bertentangan dengan semangat Olimpiade.

"Israel mengecam keputusan yang terinspirasi oleh anti-Semitisme fanatik dari PM Malaysia Mahathir," ujarnya, dilansir AFP, Kamis (17/1/2019).

Malaysia merupakan salah satu negara mayoritas Muslim yang tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan Israel. Bahkan memasuki negara itu dengan paspor Israel dilarang.

Baca juga: Mahathir Mohamad Tidak Masalah jika Dicap sebagai Anti-Semit

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.