Filipina Turunkan Usia Kriminal Anak Jadi Sembilan Tahun

Kompas.com - 22/01/2019, 20:28 WIB
Ilustrasi pengadilan.Thinkstock Ilustrasi pengadilan.

MANILA, KOMPAS.com - Parlemen Filipina telah meloloskan rancangan undang-undang untuk menurunkan usia minimun seorang terdakwa pidana dari semula 15 tahun menjadi sembilan tahun.

Komite Majelis Peradilan menyetujui rancangan Undang-Undang Keadilan dan Kesejahteraan Remaja melalui pemungutan suara dengan perbandingan 9-1 pada Senin (21/1/2019).

Dalam pertemuan tertutup selama sekitar satu jam dengan pembicara Gloria Macapagal-Arroyo, yang berkomitmen untuk mendorong lolosnya rancangan undang-undang yang "mendukung" permintaan dari Presiden Rodrigo Duterte.

Presiden Duterte, pada satu kesempatan sempat menyampaikan bahwa usia minimum untuk seseorang didakwa di peradilan harus diturunkan, tanpa menyebut usia tertentu.


Baca juga: Pengantin Baru Filipina Tewas Saat Berbulan Madu di Maladewa

"Itu menjadi panggilan terhadap Kongres, karena Kongres lah yang akan membuat undang-undang. Presiden tidak secara khusus menyebutkan usia sembilan tahun. Hanya menurunkan saja."

"Kami tidak mempertanyakan kebijaksanaan anggota parlemen. Ini merupakan keputusan mereka," kata juru bicara kepresidenan, Salvador Panelo, Senin (21/1/2019), seperti dikutip Manila Bulletin.

Panelo menambahkan, dengan perkembangan teknologi saat ini, seorang anak berusia sembilan tahun sudah dapat memahami seperti halnya anak usia 12-15 tahun.

"Dari sudut pandang presiden, hukum saat ini telah dimanfaatkan pelaku kriminal untuk memanfaatkan anak-anak."

"Jadi menurut saya, presiden ingin agar amandemen dapat melindungi anak-anak," ujar Panelo, yang juga adalah penasihat hukum kepresidenan.

"Jika Anda memiliki undang-undang yang akan mengkriminalisasi kelompok anak-anak di usia itu, para pejahat tidak akan menggunakannya lagi karena itu akan sia-sia," tambahnya.

Pendapat serupa juga disampaikan Ketua Komite Peradilan Doy Leachon, yang menilai penurunan usai kriminal justru akan melindungi anak-anak.

"Sudah saatnya meloloskan RUU itu untuk melindungi anak-anak agar tidak digunakan oleh sindikat kriminal untuk menghindari hukuman," ujarnya seperti dikutip CNN.

Baca juga: Mendiang George HW Bush Diam-diam Pernah Biayai Bocah Filipina

Dukungan akan penurunan usai kriminal juga disampaikan pihak kepolisian yang mengatakan bahwa anak-anak dari usia 10 tahun telah digunakan sebagai kurir narkoba.

Sementara itu, kelompok-kelompok hak asasi manusia mengecam keputusan parlemen Filipina itu.

Seorang juru bicara mengatakan bahwa hukum akan menempatkan kegagalan institusi yang seharusnya melindungi anak-anak.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

DPR AS Tolak Usulan Pemakzulan Presiden Donald Trump

DPR AS Tolak Usulan Pemakzulan Presiden Donald Trump

Internasional
Cuaca Buruk, Pesawat Penumpang di India Nyaris Kehabisan Bahan Bakar

Cuaca Buruk, Pesawat Penumpang di India Nyaris Kehabisan Bahan Bakar

Internasional
Kebakaran Studio Animasi di Jepang, Diduga Disengaja

Kebakaran Studio Animasi di Jepang, Diduga Disengaja

Internasional
AS 'Tendang' Turki dari Program Jet Tempur F-35

AS "Tendang" Turki dari Program Jet Tempur F-35

Internasional
Bocah Usia 8 Tahun Tulis Surat Terbuka agar McDonald's Hapus Hadiah Mainan Happy Meal

Bocah Usia 8 Tahun Tulis Surat Terbuka agar McDonald's Hapus Hadiah Mainan Happy Meal

Internasional
Sebut Penumpang Lain Teroris, 2 Perempuan Diturunkan Paksa dari Pesawat

Sebut Penumpang Lain Teroris, 2 Perempuan Diturunkan Paksa dari Pesawat

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Marie dan Pierre Curie Temukan Polonium

Hari Ini dalam Sejarah: Marie dan Pierre Curie Temukan Polonium

Internasional
Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

Internasional
Gembong Narkoba Meksiko 'El Chapo' Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Gembong Narkoba Meksiko "El Chapo" Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Internasional
Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Internasional
LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

Internasional
Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Internasional
Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Internasional
Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Internasional
Close Ads X