Minimarket di Jepang Hentikan Penjualan Majalah Porno Jelang Olimpiade

Kompas.com - 22/01/2019, 16:37 WIB
Ilustrasi minimarket di Jepang.SHUTTERSTOCK Ilustrasi minimarket di Jepang.

TOKYO, KOMPAS.com - Sejumlah minimarket di Jepang bersiapn untuk berhenti menjual majalah porno menjelang perhelatan olahraga internasional, Olimpiade, pada 2020 mendatang.

Jepang akan menjadi tuan rumah sejumlah perhelatan olahraga internasional, dimulai dengan kejuaraan dunia rugbi yang akan digelar pada September mendatang dan Olimpiade 2020 pada Agustus tahun depan di Tokyo.

Di Jepang, minimarket yang buka selama 24 jam menyediakan berbagai macam barang mulai dari makanan hangat hingga peralatan elektronik. Pelanggan juga dapat membeli tiket konser hingga membayar tagihan atau mengirim dan menerima paket.

Namun wisatawan kerap terkejut setelah melihat adanya majalah porno yang dijual secara bebas bahkan ditempatkan di rak-rak rendah yang dapat dengan mudah dijangkau anak-anak.


Baca juga: Pria Jepang Tewas Tertimpa 6 Ton Majalah Porno Koleksinya

Mengantisipasi kritik dari para turis yang kebanyakan adalah perempuan atau keluarga yang membawa anak-anak, saat gelaran event olahraga, dua pemimpin industri minimarket di Jepang mengumumkan rencana menghentikan penjualan majalah dewasa itu.

Pihak 7-Eleven pada Selasa (22/1/2019), mengumumkan akan menghapus majalah dewasa dari rak penjualan mereka pada musim panas tahun ini, tepat sebelum kejuaraan dunia rugbi. Sebelumnya, Lawson telah mengumumkan rencana serupa pada Senin (21/1/2019).

Perusahaan Seven & i Holdings, yang menjalankan 20.000 minimarket 7-Eleven di seluruh Jepang mengatakan keputusan tersebut dibuat setelah mempertimbangkan sejumlah hal.

"Sekitar 5.000 toko sudah berhenti atau bahkan tidak pernah menjual majalah porno yang menyumbang kurang dari 1 persen dari keseluruhan penjualan," kata juru bicara perusahaan.

"Selain itu, kami tahu acara-acara olahraga yang akan datang dan itu termasuk dalam pertimbangan kami," tambahnya kepada AFP, sambil menegaskan hal itu bukan menjadi satu-satunya alasan.

"Cara orang dalam menggunakan 7-Eleven kini telah berubah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," kata juru bicara itu.

Baca juga: Ancaman Bom Tidak Diacuhkan, Perampokan Minimarket di Hong Kong Berakhir Gagal



Terkini Lainnya


Close Ads X