Warga Palestina Ini Tolak Rp 1,4 Triliun dari Israel untuk Rumahnya - Kompas.com

Warga Palestina Ini Tolak Rp 1,4 Triliun dari Israel untuk Rumahnya

Kompas.com - 22/01/2019, 16:27 WIB
Pusat kota Hebron, Tepi Barat, Palestina.Shutterstock Pusat kota Hebron, Tepi Barat, Palestina.

RAMALLAH, KOMPAS.com - Seorang warga Palestina asal kota Hebron menjadi buah bibir setelah menolak tawaran 100 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,4 triliun dari pemerintah Israel.

Pemerintah Israel menawarkan uang itu agar Abdul Rauf al-Mohtaseb menyerahkan rumah dan tokonya yang terleta di kawasan kota tua Al-Sahla.

Al-Mohtaseb sudah lebih dari sekali menolak tawaran atas rumah dan toko miliknya yang terletak di dekat Masjir Ibrahimi di pusat kota tua Hebron.

Baca juga: Alotnya Penetapan Kota Tua Hebron Jadi Situs Warisan Dunia

"Saya menolak 100 juta dolar AS. Saya juga akan menolak semua uang di dunia. Saya tak akan mengkhianati tanah dan bangsa saya. Uang tidak masalah selama uang itu bersih," ujar Abdul Rauf.

Kepada stasiun televisi Al-Maydeen, Abdul Rauf mengatakan, tawaran itu berawal dengan besaran 6 juta dolar sebelum naik menjadi 40 juta dolar AS dan 100 juta dolar AS.

Abdul Rauf menegaskan, dia tidak akan mengubah keputusannya dan tetap akan menjadi penjaga Masjid Ibrahimi.

Para pemukim Israel di Hebron, kata Abdul Rauf, bersedia memfasilitasi kepindahannya ke Kanada atau Australia.

Namun, Abdul Rauf juga menolak tawaran tersebut.

Dia melanjutkan, semakin tinggi tawaran yang diberikan maka dia akan semakin mencintai kediamannya itu.

Apalagi, tambah Abdul Rauf, dia memiliki 20 orang cucu yang diharapkan akan terus hidup dan tinggal di Hebron.

"Saya menghabiskan masa kecil di sini, tetapi cucu-cucu saya bisa tercerabut dari akarnya," ujar dia.

Dia menambahkan, seorang pemukim Israel bernama Boaz pernah mendatanginya dan menawarkan uang 30 juta dolar AS untuk membeli rumahnya.

Abdul Rauf mengatakan, dia kemudian mengajak Boaz ke kediamannya dan menunjuk batu bata di rumah itu.

Baca juga: Kota Tua Hebron Jadi Warisan Dunia, Israel Protes

"Untuk batu bata yang mana Anda akan membayar 30 juta dolar?" tanya Abdul Rauf.

"Saya ingin membeli seluruh rumah ini," ujar Boaz.

"Maaf,  uang 30 juta dolar bahkan tak cukup untuk membeli satu batu bata pun," jawab Abdul Rauf.



Close Ads X