Kompas.com - 22/01/2019, 13:59 WIB
Militer China dalam parade di Alun-alun Tiananmen di Beijing, Kamis (3/9/2015), menandai peringatan 70 tahun kemenangan atas Jepang dan berakhirnya Perang Dunia II. AFP PHOTO / GREG BAKERMiliter China dalam parade di Alun-alun Tiananmen di Beijing, Kamis (3/9/2015), menandai peringatan 70 tahun kemenangan atas Jepang dan berakhirnya Perang Dunia II.

BEIJING, KOMPAS.com - Militer China secara signifikan telah meningkatkan kekuatan angkatan laut, udara, serta unit strategis baru lainnya.

Sebaliknya, rasio pasukan angkatan darat dari total kekuatan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China semakin menurun. Hal itu disebut menjadi bagian dalam reformasi angkatan bersenjata China menjadi lebih modern dan komprehensif.

Diberitakan kantor berita Xinhua, menyebutkan dalam laporannya bahwa perubahan tersebut belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah PLA, dengan angkatan darat kini membentuk kurang dari 50 persen total pasukan PLA.

"Hampir separuh dari unit non-kombatan telah menjadi sia-sia dan jumlah perwira angkatan darat di PLA telah dikurangi hingga 30 persen," tulis media pemerintah itu dalam laporannya pada Minggu (20/1/2019) dan dikutip SCMP.

Baca juga: Ilmuwan Militer China Klaim Ciptakan Radar yang Jangkau Area Seluas Negara India

Pernyataan tersebut turut mengindikasikan bahwa empat cabang PLA lainnya, yakni angkatan laut, udara, pasukan roket, dan pasukan pendukung strategis lainnya, yang bertanggung jawab untuk bidang seperti perang siber, kini membentuk lebih dari setengah jumlah total militer China.

Menurut pengamat militer China yang berbasis di Shanghai, Ni Lexiong, perombakan tersebut menandakan perubahan strategis yang signifikan dalam PLA dari awalnya mengutamakan pasukan defensif di tanah air, menjadi pasukan dengan kemampuan menjangkau wilayah yang lebih luas di luar perbatasan negaranya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perubahan ini akan memungkinkan Beijing untuk menjaga hingga batas terluar wilayahnya, serta melindungi kepentingan di luar negeri.

"Hal itu juga berarti bahwa cabang-cabang militer China seperti angkatan laut, udara, dan rudal, sekarang dapat memainkan peranan yang lebih besar dalam konflik dan memerangi musuh di luar perbatasan," ujar Ni.

Ni menambahkan, peperangan di era modern telah memberi penekanan lebih besar dalam keutamaan di wilayah udara, ruang siber, bahkan luar angkasa, dan sebaliknya semakin mengurangi kepentingan kekuatan darat.

"Militer China dulu bertindak mengikuti model yang ditetapkan dalam Perang Dunia II."

"Hal itu harus direformasi dan dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan mengikuti perubahan zaman dan ini adalah tujuan dari dilakukannya perombakan," ujar Ni.

"Dalam pengaturan terdahulu, PLA memiliki terlalu banyak perwira dan melalui perombakan ini, mereka semua harus mendapat posisi baru dan beradaptasi jika idak ingin menjadi sia-sia," tambahnya.

Baca juga: Perintah Pertama Presiden Xi kepada Militer China di 2019: Bersiaplah untuk Perang

Proses perampingan militer China itu pertama kali diumumkan Presiden Xi Jinping pada 2015, dengan mengatakan bakal mengurangi jumlah prajurit sebanyak 300.000 personil. Saat ini, China tercatat memiliki 2 juta prajurit aktif, yang menjadikan PLA angkatan bersenjata terbesar di dunia.

Militer China saat ini terdiri dari lima cabang independen, yakni angkatan darat, laut, udara, pasukan roket, dan pasukan pendukung strategis.

Pasukan roket menjadi operator rudal strategis dan taktis. Sementara pasukan pendukung strategis bertanggung jawab dalam perang siber, luar angkasa, dan perang elektronik.

Tentara Pembebasan Rakyat China didirikan pada 1927 dengan nama Tentara Merah China, yang menjadi kunci kemenangan Partai Komunis dalam perang saudara pada 1949.

PLA tidak memiliki angkatan laut dan udara sampai pada 1949 dan pasukan roket, yang awalnya disebut Korps Artileri Kedua, baru dibentuk pada 1966.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber SCMP
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.