Ketika Pemimpin Tertua dan Termuda di Dunia Bertemu

Kompas.com - 22/01/2019, 08:59 WIB
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad (kiri) ketika bertemu Kanselir Austria Sebastian Kurz di Vienna Senin (21/1/2019). Pertemuan itu menjadi sejarah karena keduanya saat ini merupakan pemimpin termuda dan tertua di dunia.Bernama/ZULKARNAIN KAMARUDDIN Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad (kiri) ketika bertemu Kanselir Austria Sebastian Kurz di Vienna Senin (21/1/2019). Pertemuan itu menjadi sejarah karena keduanya saat ini merupakan pemimpin termuda dan tertua di dunia.

VIENNA, KOMPAS.com - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad menggelar pertemuan dengan Kanselir Austria Sebastian Kurz di Vienna.

Bernama via The Star memberitakan Selasa (22/1/2019), momen itu menjadi bersejarah karena merupakan pertemuan pemimpin terpilih tertua dan termuda di dunia.

Baca juga: Jadi Pemimpin Tertua di Dunia, Mahathir Berkelakar soal Usia Pensiun

Dr M, julukan Mahathir, menjabat sebagai orang nomor satu di Negeri "Jiran" di usianya yang sudah menapak 93 tahun.


Sementara Kurz yang berkuasa di Austria sejak Desember 2017 menyandang predikat pemimpin termuda di dunia karena masih berumur 32 tahun.

Dalam konferensi pers bersama, Mahathir yang kali terakhir mengunjungi Austria pada 1985 berujar, dia mengharapkan investasi langsung dari negara tersebut.

"Kami paham bahwa volume perdagangan kedua negara tidak besar meski tergolong penting. Jadi, kami berharap investasi ini bisa meningkatkannya," terang Mahathir.

PM yang pernah menjabat pada periode 1981 sampai 2003 itu melanjutkan, Austria terlibat dalam proyek kereta gantung di Langkawi.

Dilansir Malay Mail, Kurz menimpali dengan mengatakan dia sangat bersyukur bisa menerima kunjungan Mahathir yang disebutnya pemimpin berpengalaman.

"Sebagai yang termuda, saya belajar banyak dari beliau. Saya berterima kasih kepada Dr Mahathir karena menyempatkan diri mengunjungi saya," ujarnya.

Ketua Partai Rakyat Austria itu menuturkan, volume perdagangan kedua negara saat ini berada di kisaran 860 juta euro, atau Rp 13,9 triliun, per tahun.

Dengan 70 perusahaan Austria yang beroperasi di Malaysia, Kurz memaparkan relasi bilateral kedua negara bisa ditingkatkan.

"Kami melihat potensi besar Malaysia dalam bidang energi dan infrastruktur," terang mantan Menteri Luar Negeri periode 2013-2017 itu.

Setelah bertemu Kurz, Mahathir melanjutkan agenda kunjungan selama tiga hari di Austria dengan bertemu Presiden Alexander Van der Bellen di Istana Hofburg.

Baca juga: Mahathir Mohamad Tidak Masalah jika Dicap sebagai Anti-Semit



Terkini Lainnya


Close Ads X