Kompas.com - 22/01/2019, 07:54 WIB

Huang melanjutkan, jika para karyawan perempuan bahagia, tentu imbasnya bakal positif dalam urusan produktivitas bekerja.

Kebijakan itu muncul setelah sebuah sekolah di kota yang sama memberi jatah cuti tambahan bagi para guru perempuan untuk menemukan pasangan.

Namun, tawaran dari sekolah maupun perusahaan pariwisata itu disorot para netizen di Weibo yang menyatakan, seharusnya karyawan pria juga menerima hak yang sama.

"Siapa yang bakal mengencani perempuan itu jika staf pria yang masih bujangan tak diberi jatah cuti?" tanya seorang warganet.

"Jika ada perempuan yang tak khawatir dengan pernikahannya itu karena dia sangat pemilih dan menerapkan standar tinggi," imbuh netizen yang lain.

Baca juga: 4 Langkah Mengajak Seseorang Pergi Kencan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.