Biografi Tokoh Dunia: Buzz Aldrin, Manusia Kedua yang Mendarat di Bulan

Kompas.com - 21/01/2019, 23:50 WIB
Astronot Edwin Buzz Eugene Aldrin pada Juli 1969, sebelum misi Apollo 11. NASA / HUMAN SPACE FLIGHT GALLERYAstronot Edwin Buzz Eugene Aldrin pada Juli 1969, sebelum misi Apollo 11.

KOMPAS.com - Namanya mungkin tidak setenar Neil Armstrong, manusia pertama yang mendarat di Bulan.

Namun Buzz Aldrin hanya terpaut beberapa detik dengan Armstrong dalam menjejakkan kakinya di permukaan Bulan.

Hal tersebut lantaran Aldrin, adalah satu dari tiga astronot yang juga ikut terbang dalam misi Apollo 11 pada 1969.

Pemilik nama lengkap Edwin Eugene Aldrin Jr ini bertugas sebagai pilot modul Bulan untuk misi Apollo 11, yang mengantarkan dua manusia pertama mendarat di satelit Bumi itu.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Robert Henry Lawrence Jr, Astronot Afrika-Amerika Pertama

Masa Kecil

Aldrin lahir di Montclair, New Jersey, pada 20 Januari 1930. Dia mendapat julukan "Buzz" saat masih kanak-kanak dari adik perempuannya yang salah mengucapkan kata "brother" menjadi "buzzer".

Namun demikian, Aldrin menggunakan nama panggilan itu dan secara resmi mengganti nama depannya menjadi Buzz, pada 1988.

Aldrin lahir di tengah-tengah keluarga tentara. Ibunya, Marion Moon adalah putri seorang pendeta tentara, sementara sang ayah, Edwin Eugene Aldrin, adalah kolonel di Angkatan Udara AS.

Pada 1947, Buzz lulus dari Montclair High School di kota kelahirannya dan melanjutkan ke Akademi Militer AS di West Point.

Dia dapat beradaptasi dengan baik meski berada di akademi dengan lingkungan yang ketat dan disiplin, hingga akhirnya lulus di peringkat ketiga pada 1951 dan menyandang gelar sarjana sains dalam bidang teknik mesin.

Karir Militer

Melihat kemampuan putranya, sang ayah merasa Aldrin akan mampu mengikuti jejaknya di Angkatan Udara dan menyarankan dia melanjutkan ke sekolah penerbangan multi-mesin.

Tetapi Buzz memilih untuk menjadi pilot pesawat tempur. Atas persetujuan sang ayah, Buzz resmi bergabung dengan sekolah penerbangan Angkatan Udara AS pada 1951.

Setelah kembali menunjukkan prestasi yang memukau di tahun pertamanya, Buzz langsung memulai untuk pelatihan sebagai pilot jet tempur pada akhir tahun itu.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: John Glenn Jr, Astronot AS Pertama yang Mengorbit Bumi

Selama di militer, Buzz bergabung dengan pasukan Fighter Wing Ke-51, di mana dia ditugaskan menerbangkan jet tempur F-86 Sabre Jets dan menjalani hingga 66 misi pertempuran saat Perang Korea.

Dalam perang di Semenanjung Korea itu, jet tempur F-86, termasuk yang diterbangkan Buzz, bertugas untuk mempertahankan wilayah Korea Selatan dari invasi pasukan Korea Utara.

Buzz pun mencetak prestasi yang luar biasa dalam Perang Korea, dengan menembak jatuh hingga 61 jet tempur MiG musuh dan melumpuhkan 57 lainnya, hanya dalam satu bulan pertempuran.

Usai Perang Korea berakhir dengan perjanjian gencatan senjata pada 1953, Aldrin memutuskan untuk kembali dan melanjutkan pendidikannya di Institut Teknologi Massachusetts untuk mengambil gelar master, kemudian mendaftar ke sekolah pilot.

Baca juga: Mantan Astronot NASA: Kirim Manusia ke Mars adalah Langkah Bodoh

Gabung NASA

Aldrin meraih gelar doktor sains di bidang aeronautika dan astronotika pada 1963 dengan tesisnya yang membahas studi tentang pesawat ruang angkasa berawak.

Buzz direkrut oleh NASA di tahun yang sama untuk membantu merintis penerbangan luar angkasa. Dia pun menjadi astronot pertama yang bergelar doktor.

Di NASA, Aldrin mendapat tugas untuk menciptakan teknik pengaitan dan pertemuan pesawat ruang angkasa. Aldrin juga yang memelopori teknik pelatihan bawah air untuk simulasi berjalan di luar angkasa.

Pada 1966, Aldrin mendapat misi perjalanan luar angkasa pertamanya bersama astronot Jim Lovell dalam misi Gemini 12 selama empat hari pada 11-15 November.

Dalam misi perdananya, Aldrin sukses melakukan aksi berjalan di luar angkasa, di luar pesawat ruang angkasa, selama lima jam, yang terlama dan paling sukses yang pernah dicapai pada masa itu.

Dia juga mempraktikkan pengetuannya dalam Teori Pertemuannya untuk menghitung ulang secara manual seluruh manuver pengaitan, setelah perangkat radar dalam pesawat yang mereka naiki gagal berfungsi.

Aldrin juga sempat mengambil foto dirinya sendiri saat berada di luar angkasa selama misi tersebut dan menjadi manusia pertama yang melakukan swafoto di luar angkasa.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Neil Armstrong, Manusia Pertama yang Pijakkan Kaki di Bulan

Mendarat di Bulan

Setelah misi Gemini 12 berjalan dengan sukses, Aldrin kembali ditugaskan untuk misi luar angkasa selanjutnya. Kali ini dalam program Apollo yang bertujuan untuk mendaratkan manusia di Bulan.

Bermula dengan menjadi kru cadangan Apollo 8 bersama dengan Neil Armstrong dan Harrison Schmitt.

Misi tersebut mengalami beberapa kali perubahan hingga akhirnya dia dan Armstrong disiapkan untuk misi Apollo 11 bersama kru ketiga, Michael Collins.

Armstrong menjadi komandan misi, sementara Buzz ditugaskan sebagai pilot modul bulan.

Pada 16 Juli 1969, misi pendaratan pesawat luar angkasa berawak pertama ke Bulan, Apollo 11 diluncurkan dengan membawa tiga orang astronot.

Setelah empat hari perjalanan, misi luar angkasa Apollo 11 sukses mendaratkan pesawat modul bulan dengan membawa Armstrong dan Aldrin, sementara Collins menunggu di modul komando yang mengorbit bulan.

Armstrong sebagai komandan misi mendapat kehormatan untuk melangkahkan kakinya pertama kali di permukaan Bulan, diikuti oleh Aldrin.

Mereka berdua menghabiskan waktu selama 21 jam di permukaan bulan dan kembali dengan membawa sekitar 20 kilogram batuan Bulan.

Perjalanan pulang dari orbit Bulan kembali ke atmosfer Bumi memakan waktu tiga hari dengan pendaratan di perairan Samudra Pasifik pada 24 Juli 1969.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Tiga Astronot AS Mendarat di Bulan

Edwin Buzz Eugene Aldrin saat menghadiri EarthxGlobal Gala pada 20 April 2018 di Dallas, Texas.AFP / COOPER NEILL / GETTY IMAGES NORTH AMERICA Edwin Buzz Eugene Aldrin saat menghadiri EarthxGlobal Gala pada 20 April 2018 di Dallas, Texas.
Kesuksesan misi Apollo 11 membawa ketiga astronotnya pada ketenaran. Mereka mendapat medali kepresidenan dan tur internasional selama 45 hari.

Aldrin juga mendapat penghormatan lain, yakni dengan penamaan sebuah kawah di Bulan dengan namanya, serta sebuah asteroid dengan nama "6470 Aldrin".

Aldrin dan kru Apollo 11 lainnya juga menerima medali emas kongres pada 2011. Nama ketiganya juga diabadikan dalam Hollywood Walk of Fame di California.

Masa Pensiun

Pada Maret 1972, Aldrin memutuskan untuk pensiun setelah 21 tahun mengabdi. Dia kembali bergabung bersama Angkatan Udara untuk posisi manajerial.

Baca juga: Kisah Astronot NASA Selamat dari Roket Soyuz yang Gagal Meluncur

Meski tak lagi aktif sebagai astronot, Aldrin tetap berkutat dengan dunia ruang angkasa melalui pengembangan teknologi.

Dia telah berperan dalam menyusun sistem pesawat ruang angkasa untuk misi ke Mars, yang disebut Aldrin Mars Cycler.

Dia juga memegang tiga paten AS untuk skematik stasiun ruang angkasa modular, roket daur ulang Starbooster, serta modul multi-kru.

Aldrin juga mendirikan ShareSpace Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang bertujuan memajukan pendidikan luar angkasa, eksplorasi, dan pengalaman terbang luar angkasa yang terjangkau.

Buzz juga aktif menuliskan pengalamannya sebagai astronot ke dalam buku. Selain itu, dia juga beberapa kali menerbitkan buku anak-anak dan buku lain yang masih bertemakan luar angkasa.

Kehidupan Pribadi

Sepanjang hidupnya, Buzz telah menikah sebanyak tiga kali. Istri pertamanya, Joan Archer adalah seorang aktris. Dari pernikahan mereka lahir tiga orang anak yang mereka beri nama James, Janice, dan Andrew.

Istri keduanya adalah Beverly Zile, sedangkan pernikahan ketiganya adalah dengan Lois Driggs Cannon, pada 14 Februari 1988. Namun keduanya bercerai pada 2012.

Baca juga: Astronot Keempat yang Menginjak Bulan Meninggal



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X