Tonton Festival Jallikattu di India, Dua Orang Tewas Diseruduk Sapi

Kompas.com - 21/01/2019, 19:44 WIB
Peserta berusaha menaiki punggung sapi jantan dalam Festival Jallikattu, festival gulat sapi jantan yang diselenggarakan di Kota Pudukottai, negara bagian Tamil Nadu, India.AFP / ARUN SANKAR Peserta berusaha menaiki punggung sapi jantan dalam Festival Jallikattu, festival gulat sapi jantan yang diselenggarakan di Kota Pudukottai, negara bagian Tamil Nadu, India.

CHENNAI, KOMPAS.com - Sedikitnya dua orang warga dilaporkan tewas saat menyaksikan festival gulat sapi jantan di India. Keduanya meninggal setelah terluka akibat diseruduk hewan bertanduk itu.

Menurut laporan pihak kepolisian setempat, dua orang warga, yang tidak ikut serta dalam festival dan berada di luar arena, terluka setelah seekor sapi jantan berhasil menerobos pagar pembatas dan mulai menyeruduk para penonton.

Insiden itu terjadi saat festival gulat lembu jantan yang disebut Jallikattu, yang digelar di kota Pudukottai, negara bagian Tamil Nadu, pada Minggu (20/1/2019).

"Dua penonton terkena tandukan sapi jantan di dekat arena. Salah seorang korban meninggal di lokasi kejadian, sedangkan satu lainnya tewas setelah sempat mendapat perawatan di rumah sakit," kata P Sangaraj, petugas kepolisian kota Pudukottai, kepada AFP.


Baca juga: Pria India Minta Polisi Tangkap Sapi Jantan yang Menyeruduknya

Diberitakan NDTV, kedua korban tewas bernama A Ram dan Sathish Kumar. Keduanya berusia 35 tahun.

Pihak berwenang melaporkan ada puluhan peserta yang juga terluka saat berusaha menduduki punggung sapi jantang yang mengamuk demi memenangkan hadiah.

Sementara, lebih dari 100 orang dilaporkan terluka selama festival tahunan yang digelar sejak Rabu (16/1/2019) pekan lalu itu.

Panitia festival mengungkapkan lebih dari 1.300 ekor sapi jantan dilepaskan dalam arena pada Minggu (20/1/2019).

Meski berbahaya, Festival Jallikattu tetap populer dan menarik minat banyak peserta. Sementara aktivis hak hewan mengkritiknya telah menyiksa sapi jantan yang diikutkan dalam festival.

"Sapi-sapi itu diberi alkohol dan wajahnya dilempar bubuk cabai untuk membuatnya mengamuk," kata aktivis.

Pengadilan Tertinggi India pernah melarang diselenggarakannya festival pada 2016.

Namun pihak penyelenggara maupun pemerintah negara bagian Tamil Nadu membantah adanya penyiksaan hewan dan bersikeras jika sapi-sapi yang diikutkan diperlakukan dengan baik.

Selain itu, Jallikattu telah dianggap penting sebagai identitas budaya dan keputusan pengadilan telah memicu aksi protes di ibu kota negara bagian, Chennai, serta kota-kota besar lainnya.

Di bawah tekanan warga, pemerintah negara bagian mengeluarkan perintah eksekutif dan membatalkan keputusan pengadilan, sehingga festival dapat kembali digelar setahun kemudian.

Baca juga: Seekor Sapi Jantan di Pantai Hong Kong Mati dengan Perut Penuh Sampah Plastik



Terkini Lainnya


Close Ads X