Pria dari Suku Indian Ini Diejek Remaja Bertopi Jargon Trump

Kompas.com - 21/01/2019, 14:44 WIB
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan pria dari Suku Indian bernama Nathan Phillips bernyanyi di depan seorang remaja bertopi Make America Great Again yang merupakan jargon Presiden Donald Trump di Washington. via Sky NewsVideo yang beredar di media sosial memperlihatkan pria dari Suku Indian bernama Nathan Phillips bernyanyi di depan seorang remaja bertopi Make America Great Again yang merupakan jargon Presiden Donald Trump di Washington.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Sekelompok remaja dilaporkan melontarkan hinaan kepada seorang pria Suku Indian di Washington, Amerika Serikat (AS).

Nathan Phillips, seorang veteran Perang Vietnam, berada di Washington dan terlibat dalam Gerakan Masyarakat Suku Asli Amerika.

Pria berusia 64 tahun itu menabuh gendang dan bernyanyi. Sementara di saat bersamaan, tengah berlangsung demonstrasi anti-aborsi.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Pocahontas, Pendamai Suku Indian dengan Inggris

Dalam video yang beredar, Phillips dikelilingi oleh para remaja yang mengenakan topi merah dengan kalimat Make America Great Again.

Dilaporkan Sky News Minggu (20/1/2019), kalimat yang biasa disingkat MAGA itu merupakan jargon dari Presiden Donald Trump.

Salah satu remaja bahkan berdiri sangat dekat dengan Phillips. Sementara kelompok di belakangnya terlihat bernyanyi dan tertawa.

Phillips mengaku dia mendengar ada remaja yang meneriakan yel-yel "Bangun Tembok!" yang merupakan janji Trump membangun tembok di perbatasan Meksiko.

Perilaku kelompok itu langsung banjir kecaman setelah viral di internet. Apalagi salah satu remaja tercatat sebagai murid SMA Katolik Covington di Park Hills, Kentucky.

Pihak sekolah dan Keuskupan Covington langsung merilis permintaan maaf gabungan kepada Phillips, berjanji bakal mengambil tindakan kepada si murid.

"Perilaku itu jelas ditentang oleh Gereja karena pengajaran yang ditekankan berbasis kepada martabat dan penghormatan kepada setiap orang," demikian pernyataan gabungan itu.

Dalam video yang diunggah ke Instagram, sambil menyeka air matanya Phillips menerangkan tidak seharusnya tembok dibangun di tanah milik suku pribumi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Internasional
Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

Internasional
Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Internasional
Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Internasional
Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Internasional
Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

Internasional
Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X