Pelaku Perintahkan Jenazah Khashoggi Dibungkus Setelah Dimutilasi - Kompas.com

Pelaku Perintahkan Jenazah Khashoggi Dibungkus Setelah Dimutilasi

Kompas.com - 18/01/2019, 19:48 WIB
Potongan video memperlihatkan seorang anggota tim eksekutor keluar dari mobil dan setelah itu membawa kantong plastik yang diduga berisi jenazah Jamal Khashoggi di kediaman Konsul Jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki.Screengrab from Yeni Safak Potongan video memperlihatkan seorang anggota tim eksekutor keluar dari mobil dan setelah itu membawa kantong plastik yang diduga berisi jenazah Jamal Khashoggi di kediaman Konsul Jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki.

ANKARA, KOMPAS.com - Pelaku memerintahkan potongan jenazah jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi dibungkus segera setelah dimutilasi.

Detil itu terungkap dalam buku yang ditulis tiga jurnalis Turki, sebagaimana diberitakan The New York Times Kamis (17/1/2019).

Dalam buku itu, pemimpin tim pembunuh Maher Abdulaziz Mutreb berkata kepada pakar forensik Salah al-Tubaigy bahwa mereka bakal mencoba membujuk Khashoggi pulang ke Saudi.

Baca juga: Sebelum Dieksekusi, Begini Ucapan Tim Pembunuh kepada Khashoggi

"Jika dia menolak, kami bakal membunuhnya dan segera menyingkirkan jenazahnya," tutur Mutreb kepada Tubaigy yang bertugas melakukan mutilasi.

Dalam buku yang didasarkan pada rekaman dari otoritas Turki, Tubaigy mengatakan Khashoggi adalah sosok jangkung dengan tinggi 180 cm.

"Memotong sendi hewan yang biasa dijadikan kurban merupakan pekerjaan gampang. Namun mutilasi tetap membutuhkan waktu," ujar Tubaigy.

Buku itu kemudian memaparkan momen ketika Khashoggi dibunuh dalam waktu 10 menit setelah dia memasuki kantor Konsulat Saudi di Istanbul.

"Apa lagi yang kalian tunggu?" hardik Tubaigy kepada Ghaleb al-Harbi dan Mohammed Saad Alzahrani yang bertugas membantu proses mutilasi.

Kepada anggota tim yang lain, Tubaigy berkata dia belum pernah berurusan dengan jenazah yang baru saja meninggal, dan terbiasa menangani kadaver.

Meski begitu, dia mengklaim bisa memotong dengan baik dan menuntaskan pekerjaannya secara sempurna. Dia juga mengungkapkan kebiasaannya sebelum bekerja.

"Biasanya saya bakal memasang earphone dan mendengarkan musik. Saya juga bakal meminum kopi dan merokok saat bekerja," kata Tubaigy.

"Setelah saya memotongnya, kalian harus memasukkannya ke dalam kantong plastik, masukkan ke mobil, dan bawah keluar potongan jenazahnya," tsmbahnya.

Buku itu memaparkan momen bagaimana para staf konsulat merasa jijik ketika mengetahui mutilasi Khashoggi berlangsung di kantor mereka.

Buku itu membeberkan rekaman itu memperdengarkan suara gergaji untuk otopsi dan pisau yang digunakan untuk memotong tulang.

Buku berjudul Diplomatic Atrocity: The Dark Secrets of the Jamal Khashoggi Murder itu memberikan detil mengenai momen pembunuhan Khashoggi.

Abdurrahamkan Simsek, Nazif Karaman, dan Ferhat Unlu sebagai penulis mendapatkan bahan dari pejabat Turki yang mengusut kasus tersebut.

Buku itu hanya menjelaskan bahwa pejabat intelijen Turki memperoleh rekaman bukti tersebut dari berbagai lokasi di konsulat.

Baca juga: Menlu AS: Saudi Tegaskan Komitmen Usut Kasus Pembunuhan Khashoggi


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Sakit Flu Berat, Pemeriksaan Ketum PA 212 Ditunda

Sakit Flu Berat, Pemeriksaan Ketum PA 212 Ditunda

Regional
6 Fakta Wabah Anjing Rabies di NTB, Enam Meninggal di Dompu hingga Ciri Manusia dan Anjing Terjangkit Rabies

6 Fakta Wabah Anjing Rabies di NTB, Enam Meninggal di Dompu hingga Ciri Manusia dan Anjing Terjangkit Rabies

Regional
Data Menunjukkan Konflik Agraria Masih Marak, Ini Kata Jokowi

Data Menunjukkan Konflik Agraria Masih Marak, Ini Kata Jokowi

Nasional
Sangat Menyesal Gabung dengan ISIS, Sekarang Hoda Ingin Pulang ke AS

Sangat Menyesal Gabung dengan ISIS, Sekarang Hoda Ingin Pulang ke AS

Internasional
Akar Masalah Kesejahteraan Petani Belum Jadi Perhatian Capres Saat Debat

Akar Masalah Kesejahteraan Petani Belum Jadi Perhatian Capres Saat Debat

Nasional
Walhi Anggap Debat Capres Menakutkan Dalam Konteks Perubahan Iklim

Walhi Anggap Debat Capres Menakutkan Dalam Konteks Perubahan Iklim

Nasional
Fakta Tewasnya Pebalap Nasional M Zaky, Serempet Pelaku hingga Ditusuk 2 Kali

Fakta Tewasnya Pebalap Nasional M Zaky, Serempet Pelaku hingga Ditusuk 2 Kali

Regional
Pesan Bupati Indah untuk Kepala Desa Sepakat Terpilih

Pesan Bupati Indah untuk Kepala Desa Sepakat Terpilih

Regional
Santri yang Dikeroyok 17 Temannya di Tanah Datar Meninggal, Ini Kronologinya

Santri yang Dikeroyok 17 Temannya di Tanah Datar Meninggal, Ini Kronologinya

Regional
Presiden: Jangan Jaminkan Sertifikat Tanah agar Bisa Beli Mobil

Presiden: Jangan Jaminkan Sertifikat Tanah agar Bisa Beli Mobil

Megapolitan
Pemkot Jakut Siapkan GOR dan Kantor Camat untuk Simpan Logistik Pemilu

Pemkot Jakut Siapkan GOR dan Kantor Camat untuk Simpan Logistik Pemilu

Megapolitan
Lewat Youtube, Bocah 8 Tahun Ini Raup Rp 310 Miliar Setahun

Lewat Youtube, Bocah 8 Tahun Ini Raup Rp 310 Miliar Setahun

Internasional
Jokowi Sempat Dikira Petugas Proyek Saat Datangi Tambaklorok Semarang

Jokowi Sempat Dikira Petugas Proyek Saat Datangi Tambaklorok Semarang

Regional
Presiden Jokowi Bagikan 5.000 Sertifikat Lahan di Kabupaten Tangerang

Presiden Jokowi Bagikan 5.000 Sertifikat Lahan di Kabupaten Tangerang

Megapolitan
5 Hal yang Ramai Dibahas Pascadebat Kedua Pilpres 2019

5 Hal yang Ramai Dibahas Pascadebat Kedua Pilpres 2019

Nasional

Close Ads X