Biografi Tokoh Dunia: AA Milne, Penulis Petualangan Winnie the Pooh - Kompas.com

Biografi Tokoh Dunia: AA Milne, Penulis Petualangan Winnie the Pooh

Kompas.com - 18/01/2019, 19:08 WIB
Alan Alexander Milne bersama putranya, Christopher Robin dan Beruang Pooh, di rumah mereka di Sussex, Inggris, pada 1926. (Howard Coster via Wikipedia) Alan Alexander Milne bersama putranya, Christopher Robin dan Beruang Pooh, di rumah mereka di Sussex, Inggris, pada 1926. (Howard Coster via Wikipedia)

KOMPAS.com - Winnie the Pooh, karakter beruang berwarna kuning memakai kaus merah, dan "candunya" terhadap madu menjadi penghibur anak-anak hingga sekarang.

Setiap 18 Januari, dunia merayakan Hari Winnie the Pooh. Tanggal itu dipilih karena bertepatan dengan kelahiran Alan Alexander Milne, penulis Winnie-the-Pooh (1926) dan The House at Pooh Corner (1928).

Tanpa sosok Milne, Pooh, Piglet, Tigger, dan seluruh penghuni hutan tak akan pernah ada. Dia bahkan memasukkan sosok anak laki-laki sebagai sahabat Pooh bernama Christoper Robin, mirip dengan nama putranya.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Michelle Obama, Mantan Ibu Negara AS

Lalu seperti apa rekam jejak Milne semasa hidupnya?

Kehidupan awal

Alan Alexander Milne atau kerap ditulis AA Milne lahir di London, Inggris, pada 18 Januari 1882.

Dia dan dua kakak laki-lakinya dibesarkan di London oleh orangtua mereka, Sarah Marie dan John Vine Milne. Ayahnya merupakan kepala sekolah swasta Henley House.

Milne melanjutkan pendidikan ke Westminster School di London, kemudian di Trinity College Cambridge dengan beasiswa matematika.

Saat berada di Cambridge, dia turut menyunting dan menulis untuk majalah Granta. Dia lulus pada 1903, lalu pindah ke London untuk mencari uang sebagai penulis lepas.

Pada 1906, dia bergabung dengan Punch hingga 1914. Milne menulis berbagai syair dan artikel lucu. Sebelum masuk ke militer, dia menikahi Dorothy "Daphne" de Selincourt pada 1913.

Unit propaganda

Meski pecinta damai, namun Milne harus bergabung dengan tentara selama Perang Dunia I dan bertugas di Pertempuran Somme.

Akibat sakit, dia dinyatakan tidak layak bertempur di medan perang. Tapi bakat menilisnya membuat direkrut dalam unit propaganda rahasia, MI7b, pada 1916.

Ketika itu, meningkatnya jumlah kematian akibat perang telah meredupkan dukungan publik dan gerakan anti-perang terus menguat.

Unit propaganda Milne bertujuan untuk meningkatkan dukungan terhadap perang dengan menulis tentang kepahlawanan Inggris dan betapa pengecutnya Jerman.

Dia diberhentikan pada 1919 karena sakit dan menetap di London bersama istri dan putranya, Christopher Robin Milne, yang lahir pada 1920.

Pooh dan Robin

Milne tidak dipekerjakan lagi oleh Punch sehingga mengalihkan perhatiannya ke penulisan naskah drama.

Dia mencapai kesuksesan dengan serangkaian komedi ringan, termasuk Mr Pim Passes By (1921) dan Michael and Mary (1930).

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Ruth Handler, Pencipta Boneka Barbie

Milned juga menulis satu novel detektif, The Red House Mystery (1922) dan drama anak-anak, Make-Believe (1919), dengan beberapa bagian yang ditulis untuk putranya, Christopher Robin.

Pada 1924, Milne memamerkan talenta lamanya dalam menulis puisi anak-anak dalam sebuah buku berjudul When We Were Very Young.

Winnie-the-Pooh dan Piglet, ilustrasi oleh E.H. Shepard. (Courtesy Everett Collection via Britannica) Winnie-the-Pooh dan Piglet, ilustrasi oleh E.H. Shepard. (Courtesy Everett Collection via Britannica)
Buku itu juga berisi puisi seperti "Buckingham Palace" dan "Halway Down", yang terinspirasi dari putranya yang kala itu berusia empat tahun.

Kejayaannya memuncak ketika dia merilis buku Winnie-the-Pooh (1926) dan The House at Pooh Corner (1928).

Buku tersebut mengisahkan seorang anak laki-laki bernama Christopher Robin dan boneka-boneka yang menjadi teman bermainnya.

Cerita itu terinsipirasi dari putranya yang bermain dengan teman boneka binatang. Beruang bernama Winnie-the-Pooh dipilih sebagai karakter utama.

Christopher juga bermain dengan boneka anakan babi, sepasang kanguru, dan keledai. Semua mainan tersebut dimasukkan dalam buku petualangan Pooh.

Sementara burung hantu dan kelinci kemudian bergabung dalam karakter di buku.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Hercules Mulligan, Penjahit dan Mata-mata Amerika

 

Hundred Acre Wood yang digambarkan dalam cerita Pooh sangat mirip dengan Hutan Ashdown, dekat rumah keluarga Milne.

Petualangan Pooh dan teman-temannya digambar oleh seniman Ernest H Shepard. Saat ini mainan asli yang menginspirasi Milne masih dapat dilihat di Perpustakaan Umum New York.

Konflik dengan Christopher

Dengan cerita Winnie the Pooh, Milne membawa kebahagiaan bagi banyak orang. Tapi tidak bagi kehidupan selanjutnya yang suram.

Meski dia terus melanjutkan karyanya menulis naskah drama, novel, dan sebagainya pada 1930-an hingga 1940-an, Milne tidak mampu menyamai kesuksesannya dulu.

Christopher Robin Milne pada peresmian patung untuk menghormati ayahnya di Kebun Binatang London pada 1981. (Getty Images via Country Living). Christopher Robin Milne pada peresmian patung untuk menghormati ayahnya di Kebun Binatang London pada 1981. (Getty Images via Country Living).
Sementara itu, Christopher Robin Milne memendam kebencian terhadap ayahnya. Dalam otobiografinya, dia menulis bahwa sang ayah merusak nama baiknya.

"Dia tidak meninggalkan apa-apa selain ketenaran kosong karena menjadi putranya," tulisnya.

Semasa kecilnya, Christopher mengalami bully oleh teman-teman sekolahnya, tepat setelah buku The House at Pooh Corner rilis.

Dia bahkan gagal untuk mencari pekerjaan setelah kuliah, dan semakin menjepit hubungan antara ayah dan anak.

Kematian

Pada musim gugur 1952, Milne mengalami stroke dan terpaksa berada di kursi roda sampai kematiannya pada 31 Januari 1956 di Hartfield, Sussex, Inggris.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Sacagawea, Wanita Indian di Ekspedisi AS

Selama tahun-tahun terakhir Milne, Christopher jarang menengok ayahnya. Pada 1996, Christopher Robin meninggal dunia.

Sebelumnya, dia telah memaafkan semua masalah yang terjadi di masa lalu, termasuk dengan ayahnya.

Christopher menyerahkan semua mainan masa kecilnya, Pooh, Piglet, Tigger, Eeyore, dan Kanga ke Perpustakaan Umum New York.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X