5 Teknologi yang Dirintis Rusia dan Bermanfaat bagi Dunia - Kompas.com

5 Teknologi yang Dirintis Rusia dan Bermanfaat bagi Dunia

Kompas.com - 18/01/2019, 16:01 WIB
Kota Moskwa RusiaPixabay Kota Moskwa Rusia

KOMPAS.com - Rusia terkenal dengan berbagai produknya yang berbeda dengan negara lain. Biasanya, Rusia sering membuat penemuan yang identik dengan serba besar, mewah, dan canggih pada masanya.

Contohnya adalah seperti kapal selam terbesar, pesawat terbesar, hingga kapal induk terbesar yang mampu menampung 100 pesawat.

Selain penemuan di atas, banyak penemuan Rusia yang mampu membantu dunia hingga saat ini. Bahkan, teknologi itu dikembangkan agar lebih sempurna.

Berikut lima teknologi rintisan dunia asal Rusia yang membantu dunia, dilansir dari Russia Beyond The Horizon:

1. Teknik pengelasan

Sistem pengelasan banyak digunakan dalam berbagai sektor, baik itu bangunan, industri, perabot hingga otomotif. Teknologi ini dilakukan untuk menyatukan kedua benda hingga bisa digunakan.

Teknik ini kali pertama muncul di Rusia terutama untuk pengelasan kaca. Bukan kaca sembarangan, tetapi kaca yang terbuat dari logam.

Awalnya, pengelasan dilakukan pada permulaan abad ke-19 oleh insinyur Rusia Vasiliy Petrov dan insinyur Inggris Humphry Davy.

Mereka berdua menemukan busur listrik. Jika busur pertama Davy berdenyut pendek dan bersuhu lebih rendah, busur Petrov bisa bertahan lebih lama dan menghasilkan suhu yang cukup untuk melelehkan logam.

Baca juga: 6 Remaja yang Membuat Perubahan Sejarah...

Pada 1881, insinyur dan penemu Rusia Nikolay Benardos, yang bekerja di bawah Pavel Yablochkov (penemu lampu busur karbon listrik), menemukan bahwa busur listrik dapat digunakan untuk pengelasan.

Akhirnya, pada 1885, Benardos menerima paten dan teknik itu digunakan dalam industri.

Pada saat yang sama, insinyur Rusia lain bernama Nikolay Slavyanov menyarankan untuk menggunakan elektroda logam, bukan elektroda karbon  yang memungkinkan pengelasan logam dengan titik leleh yang sangat tinggi.

Akhirnya, teknik itu digunakan sampai sekarang dengan beberapa perubahan yang lebih modern pada alat yang digunakan untuk mengelas.

2. Susu Bubuk

Ilustrasi susu almondbhofack2 Ilustrasi susu almond

Susu bubuk merupakan bahan yang penting dalam kehidupan manusia. Selain membantu asupan gizi, juga digunakan sebagai konsumsi bagi balita.

Tak ada yang tahu bahwa pembuatan susu bubuk berasal dari daerah terpencil di Siberia.

Osip Krichevsky, penemu asli susu bubuk , bekerja sebagai dokter di pabrik peleburan perak Nerchinsk (wilayah Transbaikal, lebih dari 5.000 km dari Moskwa).

Osip Krichevsky memperkenalkan cara penyimpanan susu ini kepada masyarakat luas dengan membekukan susu di atas piring, kemudian mengeringkan es ini di bawah sinar matahari.

Krichevsky menyarankan susu bubuk bisa berguna dalam perjalanan laut, di mana makanan segar dan bergizi diperlukan. Dia juga mencatat bahwa orang Eropa belum tahu produk Siberia ini.

Krichevsky menggunakan teknologi ini untuk menyimpan susu di Nerchinsk, tempat ia meninggal pada 1832. Produksi susu bubuk pertama juga dimulai di Sanit Petersburg pada 1832.

Namun, paten pertama untuk teknologi ini malah diperoleh oleh orang Inggris, TS Grimwade, pada 1855. Seiring berjalannya waktu, teknik ini didukung dengan teknologi industri yang lebih modern.

3. Pemadaman api dengan busa

Hal pertama yang dilakukan ketika melihat api besar adalah memadamkannya dengan air atau benda basah lain. Namun, ternyata memadamkan api dengan air tak selalu eefektif. Maka, seorang Rusia menggunakan busa.

Alexander Loran, seorang insinyur Rusia keturunan Perancis, sedang mencari cara untuk membuat alat pemadam api yang efektif karena dia telah melihat banyak kebakaran.

Pada awal abad ke-20, dia belajar kimia di St Petersburg dan Paris, bekerja sebagai guru di Baku, kota terbesar di Azerbaijan yang dikontrol Rusia.

Kota Baku merupakan pusat industri minyak kekaisaran Rusia. Kebakaran minyak yang tak terkendali adalah masalah besar, dan mereka tidak bisa dipadamkan dengan air atau alat pemadam bubuk.

Beberapa sumber menyatakan bahwa, Loran ketika itu sedang minum bir dengan seorang teman. Ketika melihat minyak yang terbakar api, dia berusaha memadamkannya dengan bir berbusa tersebut.

Loran kemudian menemukan zat berbusa dan mendirikan merek pemadam api yang diberi nama "Eureka. Dia mematenkan sistemnya di Rusia dan di Amerika pada 1907.

Baca juga: 8 Pesawat Terhebat yang Pernah Diciptakan Rusia Sejak Era Uni Soviet

4. Gridshell

Struktur Bangunan Gridshellrisestructures Struktur Bangunan Gridshell

Teknologi ini merupakan struktur yang memperoleh kekuatan berdasarkan kelengkungan ganda, yang biasanya terbuat dari kayu dan baja.

Biasanya digunakan untuk membuat sepeda, kontruksi bangunan dan juga menara listrik. Salah seorang yang berada di belakang teknologi ini adalah insinyur Rusia Vladimir Shukhov.

Struktur ini ditemukan kali pertama dan dipatenkan pada 1895-1899. Penemuannya telah membantu mendefinisikan arsitektur abad ke-21 ke tingkat yang signifikan.

Gridshell sekarang diaplikasikan oleh arsitek terkenal dunia seperti Richard Buckminster Fuller, Norman Foster, Nicholas Grimshaw, dan banyak lagi lainnya.

Memasuki abad ke-20, pembangunan membutuhkan perhitungan yang teliti dan teknik ini mulai ditinggalkan. Penggunaan komputer lebih ditekankan agar konstruksi lebih baik lagi.

Meskipun begitu, Shukhov telah menciptakan menara gridshell pertama dan paviliun industri untuk Pameran Industri dan Seni All-Russia di Nizhny Novgorod pada 1896.

Saat ini, sebagian besar menara dan paviliun Shukhov di Rusia masih utuh setelah lebih dari 100 tahun dengan sedikit atau tidak ada pemeliharaan sama sekali.

5. Pengukuran tekanan darah

Metode ini masih digunakan dan dipraktikkan hingga hari ini. Tekanan darah adalah salah satu pengukuran paling penting yang dapat dilakukan pada tubuh manusia dan membantu untuk mendiagnosis berbagai penyakit dan kondisi.

Saat mengukur tekanan darah, dokter biasanya menggunakan dua angka tekanan sistolik (maksimum selama satu detak jantung), dan tekanan diastolik (minimal antara dua detak jantung).

Ada banyak metode pengukuran tekanan darah dengan akurasi rendah sebelum ahli patologi Italia Scipione Riva-Rocci menemukan manset tiup yang melingkari lengan dan melekat pada sphygmomanometer.

Nikolay Korotkov adalah seorang dokter Rusia yang pertama kali bekerja sebagai tenaga medis lapangan dan kemudian beralih ke operasi pembuluh darah.

Pada 1904, ia mengukur tekanan darah pasien menggunakan alat Riva-Rocci dan secara tidak sengaja menggunakan stetoskop untuk membantunya mengetahui artileri.

Hasilnya, ia mendengar bunyi pergerakam artileri dari stetoskopnya. Akhirnya, Korotkov menggambarkan metode ini dalam laporan dan disetujui oleh Organisasi Kesehatan Dunia pada 1935.

Metode ini pun merupakan menjadi metode standar hingga hari ini untuk mengetahui tekanan darah seseorang.



Close Ads X