Trump Perintahkan Eks Pengacaranya Berbohong kepada Kongres AS - Kompas.com

Trump Perintahkan Eks Pengacaranya Berbohong kepada Kongres AS

Kompas.com - 18/01/2019, 15:31 WIB
Pengacara pribadi Presiden AS Donald Trump, Michael Cohen. (AFP/Mark Wilson) Pengacara pribadi Presiden AS Donald Trump, Michael Cohen. (AFP/Mark Wilson)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan memerintahkan langsung eks pengacaranya untuk berbohong kepada Kongres.

Kabar itu dihembuskan dua penegak hukum yang menangani kasus Michael Cohen itu kepada BuzzFeed, sebagaimana dikutip CNN Jumat (18/1/2019).

Baca juga: Mantan Pengacara Akui Bohong kepada Kongres soal Trump Tower di Rusia

Sumber dari penegak hukum itu menuturkan, Trump meminta Cohen untuk mengklaim negosiasi pembangunan Menara Trump di Moskwa, Rusia, lebih cepat dari fakta aslinya.

Penegak hukum anonim itu menjelaskan, Cohen telah memberi tahu Penasihat Khusus Robert Mueller Trump memang memerintahkan untuk berbohong kepada Kongres.

Mueller mengetahui kebohongan itu setelah wawancara dengan saksi dari Organisasi Trump, maupun melihat rekaman percakapan maupun surel.

"Jika kalian lebih percaya Cohen, maka saya bias memberikan kesepakatan bagus soal Jembatan Brooklyn," sindir pengacara Trump saat ini, Rudy Giuliani.

Laporan itu juga menyatakan Trump mendukung rencana untuk mengunjungi Rusia saat masa kampanye Pilpres AS 2016, dan bertemu Presiden Vladimir Putin secara langsung.

"Buatlah itu terjadi," kata Trump kepada Cohen seperti dilaporkan BuzzFeed ketika usul mengunjungi Negeri "Beruang Merah" mengemuka.

Sumber itu juga berkata Trump, Ivanka, maupun putranya Trump Junior menerima kabar dari Cohen mengenai perkembangan Proyek Moskwa secara teratur.

Sementara Cohen menolak untuk mengomentari kabar yang dirilis BuzzFeed itu. Begitu juga juru bicara dari kantor penasihat khusus.

Cohen mengaku bersalah pada November 2018 atas kesaksian palsu yang dibuatnya kepada Kongres tentang investigasi intervensi Rusia dalam Pilpres 2016.

Dia bekerja sama dengan Mueller, dan berada di kantor penasihat khusus selama 70 jam untuk mengembangkan topik mengenai Proyek Moskwa.

Baca juga: Moskwa Bantah Dugaan Trump sebagai Agen Rusia



Close Ads X