Mantan Kekasih El Chapo Ungkap Kisahnya Terjerumus Perdagangan Narkoba

Kompas.com - 18/01/2019, 14:44 WIB
Dalam foto yang diambil pada 8 Januari 2016 ini terlihat gembong narkoba Joaquin El Chapo Guzman digiring menuju sebuah helikopter di sebuah bandara di Mexico City setelah militer menangkapnya di Los Mochis, negara bagian Sinaloa setelah sempat kabur dari penjara.AFP/ALFREDO ESTRELLA Dalam foto yang diambil pada 8 Januari 2016 ini terlihat gembong narkoba Joaquin El Chapo Guzman digiring menuju sebuah helikopter di sebuah bandara di Mexico City setelah militer menangkapnya di Los Mochis, negara bagian Sinaloa setelah sempat kabur dari penjara.

NEW YORK, KOMPAS.com - Persidangan kasus penyelundupan obat-obat terlarang oleh gembong narkoba asal Meskiko, Joaquin " El Chapo" Guzman, terus berlangsung di pengadilan Brooklyn, New York, Amerika Serikat.

Belasan orang yang pernah dekatnya sudah dihadirkan di persidangan. Namun Lucero Sanchez menjadi perempuan pertama yang bersedia untuk menjadi saksi mata.

Dengan memakai seragam penjara berwarna biru, Sachez dihadapkan ke hakim pada Kamis (17/1/2019).

Laporan CNN menyebutkan, saat dia bersaksi untuk kasus sang mantan kekasih, istri El Chapo Emma Coronel duduk di ruang pengadilan.


 Baca juga: Mantan Presiden Meksiko Disebut Terima Suap Rp 1,4 Triliun dari El Chapo

Sanchez mengaku bertemu dengan El Chapo pada 2010, ketika masih berusia 21 tahun.

"Sampai sekarang, saya bingung. Saya pikir, itu adalah hubungan yang romantis sebagai pasangan," ucapnya, disambut tawa oleh Coronel.

Meski Sanchez dekat dengan Guzman atau El Chapo, matanya harus ditutup dan ponselnya diambil ketika berkunjung ke persembunyian sang gembong di pegunungan di Sinaloa.

Ponsel itu memiliki peran penting bagi kehidupan mereka sebagai pasangan kekasih.

Sanchez mengklaim, dia dan Guzman selalu berkomunikasi setiap hari. Dia juga selalu didatangi seseorang yang memberinya ponsel barus setiap pekan.

Ada suatu masa saat Sanchez tinggal di Guzman di salah satu rumah. Dia melakukan segala hal untuk memenuhi kebutuhan pribadi buronan itu, seperti membelikan pakaian.

"Saya adalah istri rumahnya," tutur Sanchez.

Hubungan mereka mulai renggang ketika pada 2011, Guzman bertanya kepada Sanchez apakah dia tahu berbagai jenis ganja.

Lalu Guzman mengirimnya ke daerah pegunungan di negara bagian Durango. Di sana, dia memiliki ikatan dengan komunitas yang mencakup petani dan produsen ganja.

Halaman:


Terkini Lainnya


Close Ads X