Polisi Australia Tangkap Seorang Tersangka Pembunuh Mahasiswi Israel

Kompas.com - 18/01/2019, 13:45 WIB
Petugas memeriksa lokasi penemuan jenazah seorang perempuan asal Israel yang tewas di Melbourne, Australia, Rabu (16/1/2019) tengah malam.ABC.net.au / AAP / STEFAN POSTLES Petugas memeriksa lokasi penemuan jenazah seorang perempuan asal Israel yang tewas di Melbourne, Australia, Rabu (16/1/2019) tengah malam.

MELBOURNE, KOMPAS.com - Kepolisian Australia menangkap seorang tersangka yang diduga terkait kasus pembunuhan mahasiswi Israel.

Jenazah Aiia Maasarwe (21) ditemukan di semak-semak dekat halte trem pada Rabu (16/1/2019) pagi, oleh seorang warga yang melintas.

Mahasiswi sebuah universitas di Melbourne itu diduga dibunuh saat dalam perjalanan pulang dari sebuah kelab komedi, selepas tengah malam.

Insiden terjadi saat korban sedang berbicara melalui telepon dengan saudara perempuannya, yang kemudian melaporkan kasus itu kepada polisi.


Baca juga: Mahasiswi asal Israel Jadi Korban Penyerangan Orang Tak Dikenal di Australia

Pada Jumat (18/1/2019), kepolisian Australia menyatakan telah menahan seorang pria berusia 20-an tahun yang diyakini terkait dengan pembunuhan tersebut.

Detektif dari Satuan Pembunuhan telah menangkap seorang pria sebagai bagian dari penyelidikan yang sedang berlangsung atas kasus kematian Aiia Maasarwe," kata Kepolisian Victoria dalam pernyataannya, yang dikutip AFP.

" Penangkapan dilakukan terhadap seorang pria berusia 20 tahun dari luar kota Melbourne, yang ditahan pada Jumat (18/1/2019), pukul 11.20."

"Polisi ingin berterima kasih kepada publik atas bantuan yang diberikan dalam penyelidikan," tambah pernyataan tersebut.

Aiia Maasarwe diketahui adalah mahasiswi pertukaran pelajar di Universitas La Trobe Melbourne. Dia telah tinggal di Australia selama lima bulan dari rencana satu tahun.

Aksi mengenang Maasarwe pun digelar, pada Jumat dengan peserta mengenakan pakaian hitam dan mengheningkan cipta di tangga parlemen negara bagian Victoria.

Aksi juga dilakukan untuk menyerukan diakhirinya tindak kekerasan terhadap perempuan.

Aksi lainnya juga dilakukan di 86 trem di Melbourne dengan meletakkan bunga mawar, yang diketahui adalah favorit Maasarwe.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison turut menyampaikan belasungkawa melalui akin Twitter-nya dan menyebut insiden pembunuhan itu sebagai penyerangan yang mengerikan, tercela, dan tragis.

"Saya turut berduka kepada keluarga dan teman-teman Aiia, serta semua orang yang mengenalnya," tulis Morrison.

Baca juga: Polisi Australia Tangkap Pengirim 38 Paket Mencurigakan ke Konsulat dan Kedubes



Terkini Lainnya


Close Ads X