Rusia: Wilayah Suriah Utara Harus di Bawah Kendali Rezim

Kompas.com - 16/01/2019, 23:34 WIB
Pasukan pemerintah Suriah berjaga di desa Jubb Makhzoum, ujung utara kota Manbij, yang berada dekat dengan garis terdepan pasukan Turki. AFP / GEORGE OURFALIANPasukan pemerintah Suriah berjaga di desa Jubb Makhzoum, ujung utara kota Manbij, yang berada dekat dengan garis terdepan pasukan Turki.

MOSKWA, KOMPAS.com - Rusia turut menanggapi rencana Ankara dan Washington yang ingin membentuk " zona aman" di wilayah Suriah utara dengan di bawah kendali Turki.

Disampaikan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, kawasan Suriah utara harus kembali berada di bawah kendali rezim pemerintah. Menurutnya, hal tersebut merupakan solusi terbaik.

"Kami yakin bahwa solusi terbaik dan satu-satunya yakni pengalihan wilayah-wilayah ini kembali di bawah kendali pemerintah Suriah, bersama pasukan keamanan dan struktur pemerintahan Suriah," ujar Lavrov, Rabu (16/1/2019).

Sebelumnya, pada Selasa (15/1/2019), Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan akan menjadikan wilayah Suriah utara sebagai zona aman, sesuai dengan usulan Presiden AS Donald Trump.


Baca juga: Erdogan Sepakat Bikin Zona Aman di Suriah Setelah Menelepon Trump

Zona aman yang akan mencakup kawasan sejauh 32 kilometer dari perbatasan itu rencananya akan berada di bawah kendali Turki.

Namun rencana tersebut mendapat penolakan dari kaum Kurdi Suriah, yang menguasai sebagian besar wilayah perbatasan utara negara itu.

Mereka menolak gagasan itu karena khawatir akan serangan dari Ankara jika wilayah tersebut berada di bawah kendali Turki.

Sementara Rusia, yang merupakan sekutu kuat dan pendukung lama Presiden Bashar al-Asaad, menilai masa depan kaum Kurdi di negara itu akan dapat lebih terjamin jika berada di bawah kendali rezim penguasa.

"Kami menyambut baik dan mendukung hubungan yang kini telah dimulai antara perwakilan Kurdi dengan otoritas Suriah."

"Sehingga mereka dapat kembali ke kehidupan mereka di bawah satu pemerintahan dan tanpa campur tangan dari pihak asing," kata Lavrov, seperti dilansir AFP.

Lavrov melihat telah ada kemajuan dalam penyelesaian konflik tujuh tahun di Suriah, serta fokus kepada Idlib, provinsi di barat laut yang kini berada di bawah kendali kelompok jihadis yang didominasi bekas afiliasi Al-Qaeda Suriah.

"Penyelesaian di Suriah sedang mengalami kemajuan, meskipun tentu saja lebih lambat dari yang kita harapkan," ujar Lavrov.

"Kini pertempuran melawan terorisme harus diselesaikan. Sekarang sarang utama terorisme di Suriah adalah Idlib," tambahnya.

Baca juga: Kurdi Suriah Tolak Rencana Zona Aman di Bawah Kendali Turki

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Internasional
Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Internasional
Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Internasional
Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Internasional
Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Internasional
Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Internasional
Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Internasional
Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Internasional
Baku Tembak 'Panas' Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Baku Tembak "Panas" Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Internasional
Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

Internasional
Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Internasional
Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Internasional
Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko, 6 Orang Tewas

Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko, 6 Orang Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X