Pejabat Rusia: Ukraina Mungkin Bisa Bubar sebagai Negara

Kompas.com - 16/01/2019, 20:08 WIB
Pasukan Garda Nasional Ukraina ketika berpatroli di pusat kota Kiev pada 30 November 2018 setelah undang-undang darurat militer diberlakukan. Ukraina dan Rusia mengalami ketegangan setelah kapal perang Ukraina ditahan pada MInggu (25/11/2018). AFP/SERGEI SUPINSKYPasukan Garda Nasional Ukraina ketika berpatroli di pusat kota Kiev pada 30 November 2018 setelah undang-undang darurat militer diberlakukan. Ukraina dan Rusia mengalami ketegangan setelah kapal perang Ukraina ditahan pada MInggu (25/11/2018).

MOSKWA, KOMPAS.com - Seorang pejabat keamanan top Rusia memperingatkan Ukraina bisa bubar sebagai negara karena tengah terpecah oleh berbagai kepentingan.

Sejak aksi politik yang menjungkalkan Presiden Viktor Yanukoviych padsa 2014, pemerintahan saat ini menuduh Rusia telah menduduki Semenanjung Crimea.

Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Nikolai Patrushev menuturkan, kebijakan Presiden Petro Poroshenko yang pro-Barat bisa menghancurkan Ukraina.

Baca juga: Kali Pertama, Gereja Ortodoks Ukraina Rayakan Natal Tanpa Ikatan Rusia

Diwartakan Newsweek, Patrushev menuturkan Amerika Serikat ( AS) saat ini telah mengontrol Poroshenko beserta pemerintahannya.

Kepada harian Rusia Rossiyskaya Gazeta, dia berujar bahkan pakar Ukraina skeptis dengan hasil kerja Poroshenko selama empat tahun.

Menurut Patrushev, otoritas Ukraina tengah mengimplementasikan skenario Barat untuk memecah Ukraina, dan menariknya dari Rusia.

"Pada akhirnya, Ukraina bakal terbelah. Kebijakan yang terus menerus dilaksanakan itu bisa berkontribusi terhadap bubarnya Ukraina sebagai negara," paparnya.

AS telah membantu Ukraina dengan bantuan militer dan menempatkan penasihat untuk membantu pasukan milisi yang pro-pemerintah.

Meski Presiden AS Donald Trump sempat menginginkan peningkatan relasi AS-Rusia, Washington tetao membantu Kiev, dan menjatuhkan sanksi bagi Kremlin.

Adapun perang yang sudah berlangsung selama empat tahun terakhir tersebut telah merenggut nyawa sekitar 10.000 orang.

Namun, insiden yang terjadi pada 25 November 2018 di Laut Hitam membuat hubungan Ukraina dan Rusia kembali memenas.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Newsweek
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Internasional
Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Internasional
Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Internasional
Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Internasional
Korea Utara Kembali Gelar 'Tes Krusial'

Korea Utara Kembali Gelar "Tes Krusial"

Internasional
Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

Internasional
Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Internasional
Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Internasional
Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X