Kurdi Suriah Tolak Rencana "Zona Aman" di Bawah Kendali Turki

Kompas.com - 16/01/2019, 16:29 WIB
Beberapa pejuang Kurdi Suriah berjalan di salah satu sudut kota Kobani yang hancur lebur akibat pertempuran. Setelah empat bulan pertumpahan darah yang brutal, pejuang Kurdi yang dibantu serangan udara koalisi internasional berhasil memukul mundur pasukan ISIS. BULENT KILIC / AFPBeberapa pejuang Kurdi Suriah berjalan di salah satu sudut kota Kobani yang hancur lebur akibat pertempuran. Setelah empat bulan pertumpahan darah yang brutal, pejuang Kurdi yang dibantu serangan udara koalisi internasional berhasil memukul mundur pasukan ISIS.

DAMASKUS, KOMPAS.com - Kaum Kurdi Suriah menyatakan menolak proposal AS untuk pembentukan "Zona Aman" di Suriah utara, yang berbatasan dengan Turki.

Pemimpin politik senior Kurdi Suriah, Aldar Khalil mengatakan, mereka menerima pengerahan pasukan PBB di sepanjang garis pemisah antara pejuang Kurdi dengan pasukan Turki demi menangkal ancaman serangan. Namun pilihan lain tidak dapat diterima.

"Pilihan lain tidak dapat diterima karena mereka telah melanggar kedaulatan Suriah dan kedaulatan wilayah otonom kami," kata Khalil kepada AFP, Rabu (16/1/2019).

Wacana membuat zona aman di utara Suriah merupakan hasil pembicaraan melalui telepon antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dengan Donald Trump, Senin (14/1/2019).

Baca juga: Erdogan Sepakat Bikin Zona Aman di Suriah Setelah Menelepon Trump

"Kami bakal segera membentuk zona aman di kawasan perbatasan dengan Suriah sejauh 32 km," ujar Erdogan, tentang hasil pembicaraan teleponnya dengan Trump.

Namun rencana zona aman yang dikendalikan Turki itu tidak disambut baik oleh kaum Kurdi Suriah.

Khalil mengatakan, dirinya menyesalkan proposal AS yang ingin menyerahkan kendali zona aman kepada Turki.

"Sangat disayangkan, Trump ingin menerapkan wilayah aman ini melalui kerja sama dengan Turki, karena peran apa pun yang dipegang Turki akan mengganggu keseimbangan dan kawasan tersebut akan tidak aman," kata Khalil.

Rencana membentuk zona aman di perbatasan Suriah dengan Turki itu menyusul kecaman dan ancaman yang disampaikan AS atas rencana Ankara yang ingin melanjutkan melancarkan serangan terhadap milisi Kurdi di Suriah.

Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) yang telah menjadi sekutu utama Koalisi AS dalam perang melawan kelompok ISIS di Suriah.

Namun Ankara menganggapnya sebagai cabang dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang telah melancarkan pemberontakan di Turki pada 1984.

Turki telah dua kali meluncurkan operasi militer di Suriah, yakni Perisai Efrat terhadap ISIS dan pejuang Kurdi pada 2016, serta Operasi Ranting Zaitun pada 2018 yang menargetkan milisi Kurdi.

Baca juga: Trump Ancam Bakal Hancurkan Ekonomi Turki jika Turki Serang Kurdi

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Internasional
Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Internasional
Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Internasional
Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Internasional
Korea Utara Kembali Gelar 'Tes Krusial'

Korea Utara Kembali Gelar "Tes Krusial"

Internasional
Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

Internasional
Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Internasional
Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Internasional
Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X