Jenderal China Peringatkan AS Tak Campur Tangan Urusan Taiwan

Kompas.com - 16/01/2019, 13:43 WIB
Kepala Departemen Staf Gabungan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), Jenderal Li Zuocheng. SOUTH CHINA MORNING POST / HANDOUTKepala Departemen Staf Gabungan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), Jenderal Li Zuocheng.

BEIJING, KOMPAS.com - Seorang pejabat tinggi militer China memperingatkan bahwa Beijing tidak akan mentolerir tindakan campur tangan dari pihak luar dalam urusan Taiwan.

Kepala Departemen Staf Gabungan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), Jenderal Li Zuocheng, menyampaikan peringatan tersebut saat bertemu dengan Kepala Operasi Angkatan Laut AS, Laksamana John Richardson, di Beijing, Selasa (15/1/2019).

Pertemuan antara pejabat tinggi militer dari kedua negara itu membahas mengenai pandangan  tentang Taiwan dan Laut China Selatan, menurut pernyataan yang dirilis Kementerian Pertahanan China.

Dalam pernyataan itu, Jenderal Li memperingatkan bahwa China tidak akan segan dalam mempertahankan kedaulatannya dengan segala cara.

Baca juga: Perintah Pertama Presiden Xi kepada Militer China di 2019: Bersiaplah untuk Perang

"Masalah Taiwan adalah urusan dalam negeri China yang menyangkut perhatian utama China dan perasaan orang-orang China di Selat Taiwan, dan China tidak akan mengizinkan campur tangan pihak luar," kata Li dikutip dalam pernyataan.

"Jika ada pihak yang ingin memisahkan Taiwan dari China, militer kami akan melindungi persatuan nasional dengan segala cara untuk melindungi kedaulatan dan integritas teritorial China," tambahnya, seperti dilansir SCMP.

Kendati demikian, Li juga mengatakan, kerja sama militer menjadi komponen kunci dalam hubungan China dengan AS dan berharap kedua pihak dapat saling meningkatkan komunikasi.

Beberapa tahun belakangan, hubungan antara AS dengan China mengalami pasang surut, terlebih di bawah Presiden Donald Trump, Washington telah meningkatkan dukungannya terhadap Taiwan, dengan penjualan persenjataan dan meningkatkan kontak antara para pejabat.

Hubungan Beijing dengan Washington turut diperburuk penumpukan militer China di Laut China Selatan, di mana kapal perang kedua negara nyaris bertabrakan pada September lalu.

Sementara itu Richardson, menurut pernyataan yang dirilis China, mengatakan bahwa AS sangat menghargai hubungan yang kontruktif dan berorientasi hasil yang terjalin antara militer kedua negara.

Dia juga dikatakan ingin meningkatkan pertukaran militer tingkat tinggi, memperkuat saling pengertian dan mengurangi risiko kesalahpahaman.

Richardson berada di China dalam kunjungan selama tiga hari, termasuk mengunjungi markas Komando Medan Perang Timur PLA di Nanjing.

Baca juga: Jenderal China Anggap Pendukung Taiwan Merdeka sebagai Penjahat Perang



Sumber SCMP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X