Kompas.com - 16/01/2019, 13:42 WIB

"Saya takut ditangkap, ditahan, dan dikirim pulang, dan tidak ada orang yang tahu apa pun tentang saya," uapnya.

Dia yakin jika sampai di Saudi, hidupnya dalam bahaya karena telah memalukan keluarga.

Baca juga: Gadis Saudi yang Kabur dari Keluarganya Kini Tinggal di Kanada

Kicauannya di Twitter berhasil menyelamatkan hidupnya, dengan Badan Pengungsi PBB turun tangan langsung dan mencari suaka baginya.

"Saya tidak pernah berpikir 1 persen pun kesempatan ini semua bisa terjadi. Saya merasa aman di Kanada," kata Rahaf.

Meski sudah dapat bernapas lega, dia mendapat ratusan ancaman dan kecaman secara online.

Kini Rahaf berencana untuk memulai kelas bahasa Inggris, kembali bersekolah, mencari pekerjaan, dan membuat hidupnya lebih baik lagi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.