Thailand Kembali Tunda Pelaksanaan Pemilu hingga Maret

Kompas.com - 16/01/2019, 12:33 WIB
Massa aktivis anti-junta menggelar aksi di Bangkok, pada 8 Januari, mendesak segera dilangsungkannya pemilihan umum. AFP / LILLIAN SUWANRUMPHAMassa aktivis anti-junta menggelar aksi di Bangkok, pada 8 Januari, mendesak segera dilangsungkannya pemilihan umum.

BANGKOK, KOMPAS.com - Pemilihan umum Thailand untuk mengakhiri pemerintahan militer tampaknya harus kembali ditunda dari rencana 24 Februari.

Kemungkinan pemilihan baru akan dilangsungkan pada bulan Maret. Demikian disampaikan dua pejabat dari Komisi Pemilihan Umum Thailand, Selasa (15/1/2019).

Meski penundaan belum diumumkan secara resmi oleh Komisi Pemilihan Umum Thailand, dua pejabat senior mengatakan kepada Reuters bahwa rencana menggelar pemilihan pada 24 Februari sulit diwujudkan karena kurangnya waktu persiapan.

"Pemilihan pada 24 Februari tidak dapat dilakukan karena Komis Pemilihan tidak memiliki cukup waktu untuk mempersiapkan penyelenggaraannya," kata seorang pejabat senior di komisi.

"Sekarang ada dua kemungkinan tanggal.. pada 10 Maret atau 24 Maret," lanjut pejabat itu.

Baca juga: Wakil PM Thailand Bebas dari Tuduhan Skandal Jam Tangan Mewah

Pemerintahan militer yang telah memimpin selama hampir lima tahun sebelumnya menyarankan agar penundaan dilakukan satu bulan agar tidak berbarengan dengan agenda upacara penobatan raja di bulan Mei.

Upacara penobatan Raja Maha Vajiralongkorn telah dijadwalkan digelar pada 4-6 Mei 2019. Kemudian ada ritual kerajaan yang berlangsung selama 15 hari sebelum dan sesudah tiga hari pelaksanaan upacara.

Sementara Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha mengatakan kepada wartawan, Selasa (15/1/2019), pemilihan akan digelar sebelum upacara penobatan.

"Kami harus mengatur kedua agenda itu bersama-sama, tetapi kami harus memberi waktu untuk persiapan penobatan terlebih dahulu," ujarnya dilansir Channel News Asia.

Dua partai politik terbesar di Thailand dikabarkan juga tidak keberatan dengan adanya penundaan tersebut.

Di bawah undang-undang yang berlaku, Komisi Pemilihan Umum Thailand harus mengesahkan anggota parlemen yang menang dalam pemilu dalam waktu 60 hari usai pemilihan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Datang ke Aksi Protes, Seorang Pria Irak Bawa Seekor Singa

Datang ke Aksi Protes, Seorang Pria Irak Bawa Seekor Singa

Internasional
Istri Siksa Perempuan Lain Pakai Mainan Seks, Pria di India Bunuh Diri

Istri Siksa Perempuan Lain Pakai Mainan Seks, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Korea Utara Ejek Mantan Wapres AS Joe Biden sebagai 'Anjing Gila'

Korea Utara Ejek Mantan Wapres AS Joe Biden sebagai "Anjing Gila"

Internasional
Bocah Jenius Berumur 9 Tahun Ini Bakal Lulus Sarjana, Sudah Berencana Ambil S3

Bocah Jenius Berumur 9 Tahun Ini Bakal Lulus Sarjana, Sudah Berencana Ambil S3

Internasional
Wanita Ini Gigit Penis Pacar dan Mengancamnya Pakai Pisau

Wanita Ini Gigit Penis Pacar dan Mengancamnya Pakai Pisau

Internasional
Pria di India Kehilangan Sang Istri yang Jadi Bahan Taruhan Judi

Pria di India Kehilangan Sang Istri yang Jadi Bahan Taruhan Judi

Internasional
Minum Wine Mengandung Alkohol Industri di Pesta Pernikahan, 5 Orang Tewas

Minum Wine Mengandung Alkohol Industri di Pesta Pernikahan, 5 Orang Tewas

Internasional
Selfie di Air Terjun Thailand, Turis Perancis Terpeleset dan Tewas

Selfie di Air Terjun Thailand, Turis Perancis Terpeleset dan Tewas

Internasional
Kepalanya Dihantam 'Benda Keras', Pria 70 Tahun di Hong Kong Tewas

Kepalanya Dihantam "Benda Keras", Pria 70 Tahun di Hong Kong Tewas

Internasional
Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Internasional
Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Internasional
Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Internasional
Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Internasional
Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X