Kompas.com - 16/01/2019, 11:47 WIB

NEW YORK, KOMPAS.comPersidangan kasus penyelundupan narkoba yang melibatkan gembong terkenal asal Meksiko, Joaquin "El Chapo" Guzman, pada Selasa (15/1/2019) mengungkapkan klaim terbaru.

Diwartakan Fox News, Rabu (16/1/2019), saksi mata persidangan mengklaim, El Chapo menyuap mantan Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto senilai 100 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,4 triliun (kurs saat ini).

Pena Nieto menjabat sebagai presiden Meksiko dari 2012 hingga 2018.

Baca juga: Gembong Narkoba El Chapo Ingin Beri Anak Perempuannya Senjata AK-47

Sementara dugaan suap itu diungkapkan oleh saksi mata bernama Alex Cifuentes, yang dulu bekerja sebagai sekretaris El Chapio.

Cifuentes menyatakan, suap yang diberikan kepada Nieto terjadi pada Oktober 2012. Dia mengklaim, pengiriman uang pelicin itu melalui seorang rekan El Chapo.

Sebelumnya, dia juga telah memberi tahu pihak berwenang mengenai suap tersebut pada 2016.

Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto Mexican presidency Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto
BBC mencatat, Pena Nieto awalnya meminta pemberian "mahar" senilai 250 juta dollar AS, sebelum akhirnya disepakati senilai 100 juta dollar AS.

Cifuentes menyebut dirinya sebagai tangan kanan El Chapo.

Dia pernah menghabiskan waktu selama dua tahun bersembunyi di pegunungan Meksiko bersama sang gembong narkoba.

Guzman atau El Chapo diadili di Brooklyn sejak November 2018, setelah ia diekstradisi dari Meksiko untuk menghadapi tuduhan perdagangan kokain, heroin, dan obat-obatan terlarang lainnya di AS.

Otoritas AS menyebut El Chapo sebagai pemimpin kartel narkoba terbesar di dunia.

Baca juga: Selain Punya Kebun Binatang Pribadi, Begini Kehidupan Mewah El Chapo

Pena Nieto tidak segera memberikan tanggapan atas klaim tersebut, namun sebelumnya dia menolak segala tudingan dugaan korupsi yang muncul sejak persidangan El Chapo dimulai.

"Pemerintah Enrique Pena Nieto menganiaya, menangkap, dan mengekstradisi penjahat Joaquin Guzman Loera," demikian pernyataan juru bicara Pena Nieto.

"Tuduhan yang dibuat oleh pengacaranya benar-benar palsu dan memfitnah," imbuhnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.