Bertingkah Laku Buruk, Keluarga Turis Inggris Dideportasi dari Selandia Baru

Kompas.com - 16/01/2019, 11:14 WIB
Keluarga turis asal Inggris yang dikeluhkan warga Selandia Baru karena dianggap bertingkah laku buruk.DAILY MAIL / KRISTA CURNOW Keluarga turis asal Inggris yang dikeluhkan warga Selandia Baru karena dianggap bertingkah laku buruk.

AUCKLAND, KOMPAS.com - Pemerintah Selandia Baru mengambil langkah tegas terhadap satu keluarga turis asal Inggris dengan mendeportasi mereka karena dianggap telah berperilaku buruk.

Melansir dari AFP, keluarga turis tersebut telah dilaporkan terlibat dalam serangkaian insiden di sekitar Auckland dan Hamilton.

Mereka dituduh telah meninggalkan sampah sembarangan, tidak membayar makanan di restoran, serta mengintimidasi warga lokal.

Warga setempat yang kesal bahkan menyebut tingkah laku keluarga turis tersebut lebih buruk dibandingkan babi.


Baca juga: Mulai Hari Ini, Jepang Terapkan Pajak untuk Turis

Wali kota Auckland, Phil Goff, mengatakan pihaknya telah melayangkan protes nasional terhadap tingkah laku wisatawan tersebut dan mendesak polisi untuk mengambil tindakan.

"Orang-orang ini adalah sampah. Mereka seperti lintah," kata wali kota saat wawancara dengan stasiun radio lokal.

"Jika Anda berkata satu kali telah menemukan rambut atau serangga dalam makanan, Anda masih bisa dipercaya. Tapi mereka menemukannya di setiap makanan yang mereka gunakan sebagai cara untuk menghindari membayar. Itu sudah tindak kriminal."

"Mereka lebih buruk daripada babi dan saya ingin mereka pergi dari negara ini," tambah wali kota.

Peter Devoy, asisten manajer umum imigrasi Selandia Baru mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan pemberitahuan deportasi untuk keluarga asal Inggris itu dengan alasan "masalah yang berkaitan dengan karakter".

Diberitakan media setempat, salah seorang anggota keluarga turis itu, yang berusia 26 tahun, mengaku telah bersalah karena mencuri barang senilai 55 dollar Selandia Baru (sekitar Rp 500.000) dari sebuah toko di pompa bensin.

Sebuah video yang beredar menunjukkan keluarga turis itu meninggalkan bungkus bir, botol-botol, dan sampah lain berserakan di pantai yang popouler.

Saat seorang warga mengingatkan mereka untuk membersihkan sampah mereka, anak dalam keluarga itu justru mengancam dan berkata kasar kepadanya.

Baca juga: Venesia Kenakan Pajak Kunjungan untuk Turis

John Johnson, salah satu anggota keluarga turis itu menyampaikan kepada New Zealand Herald bahwa mereka memutuskan untuk mengakhiri liburan mereka lebih cepat dan akan pulang pada minggu ini.

Johnson juga mengatakan bahwa mereka berasal dari keluarga berada dengan kakek mereka adalah orang terkaya ke-10 di Inggris. Dia juga mengeluhkan bahwa mereka merasa tidak disukai di Selandia Baru.



Terkini Lainnya


Close Ads X