Saat Uni Soviet Mengorbankan Anjing untuk Mengalahkan Tank Jerman

Kompas.com - 16/01/2019, 10:39 WIB
Pasukan anjing bunuh diri Uni Soviet RbthPasukan anjing bunuh diri Uni Soviet


KOMPAS.com - Perang Dunia II semakin memanas saat Jerman mulai melancarkan serangan menuju Timur, tepatnya mengarah ke Uni Soviet. Jerman mulai melebarkan kekuasaannya setelah tak butuh lama untuk dapat menginvasi Eropa Barat.

Uni Soviet bisa dibilang nyaris putus asa menghadapi serangan Jerman. Apalagi, Uni Soviet tak punya senjata antitank yang efektif. Sebaliknya, Jerman dapat menguasai medan dengan mudah berkat dahsyatnya tank Tiger, yang memang ditakuti saat itu.

Di tengah keputusasaan, muncul ide yang dimiliki Uni Soviet untuk menggunakan anjing militer dalam upaya menghancurkan musuh. Anjing itu diberikan pelatihan khusus oleh militer.

Berbagai upaya dilakukan, hingga akhirnya Uni Soviet menghadirkan "perlawanan" terhadap pasukan Jerman dengan menggunakan anjing. Namun, Uni Soviet melakukannya secara kejam, karena anjing-anjing ini dilatih untuk misi bunuh diri.

Uni Soviet memberikan bahan peledak yang diikat pada tubuh mereka. Hewan yang dijuluki "teman baik manusia" ini kemudian dikorbankan dalam misi menghancurkan tank musuh.

Baca juga: 6 Hewan yang Terekam Sejarah Pernah Digunakan Jadi Alat Perang

Walaupun mendapat kecaman dari aktivis perlindungan hewan, Uni Soviet berdalih bahwa anjing itu dikorbankan untuk menyelamatkan nyawa rakyatnya.

Ditambah lagi, Jerman bisa saja tiba di gerbang Istana Kremlin, yang tentu saja akan membahayakan negara komunis itu.

Awal mula

Uni Soviet tak begitu saja menggunakan anjing sebagai senjata antitank melawan Nazi pada 1941. Negara itu memang sudah melatih anjing pada era 1930-an, jauh sebelum meletusnya perang untuk kepentingan militer.

Anjing antitank dilatih untuk merangkak ke bawah tank musuh sambil membawa bahan peledak yang diikat tubuh mereka (12 kg TNT). Sebuah tuas yang panjang akan memicu ledakan saat bersentuhan dengan target.

Anjing-anjing itu diajarkan cara merangkak di bawah tank. Selama latihan, mereka sengaja dibuat kelaparan selama beberapa hari.

Potongan-potongan daging kemudian ditaruh di bawah tank-tank latihan supaya mereka terbiasa berpikir bahwa makanan dapat ditemukan di bawah semua tank.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria Marah Ini Pukul dan Tendang Bus yang Meninggalkannya

Pria Marah Ini Pukul dan Tendang Bus yang Meninggalkannya

Internasional
Pangeran Harry Mengaku Kerap Tak Sejalan dengan Pangeran William

Pangeran Harry Mengaku Kerap Tak Sejalan dengan Pangeran William

Internasional
Bekerja sebagai PSK, Wanita di India Dibunuh Menantu yang Juga Kekasihnya

Bekerja sebagai PSK, Wanita di India Dibunuh Menantu yang Juga Kekasihnya

Internasional
TikTok Hapus Video Propaganda ISIS

TikTok Hapus Video Propaganda ISIS

Internasional
Rusia Rilis Video Sistem Rudal S-400 Sedang Beraksi Menghancurkan Target

Rusia Rilis Video Sistem Rudal S-400 Sedang Beraksi Menghancurkan Target

Internasional
Sedang Bermain Pokemon Go, Gadis Ini Tewas Ditembak di Kepala

Sedang Bermain Pokemon Go, Gadis Ini Tewas Ditembak di Kepala

Internasional
AS Kerahkan Satu Batalion Pasukan dan Puluhan Tank ke Lithuania

AS Kerahkan Satu Batalion Pasukan dan Puluhan Tank ke Lithuania

Internasional
Viral Demonstran Lebanon Bernyanyi 'Baby Shark' kepada Bayi, Bagaimana Ceritanya?

Viral Demonstran Lebanon Bernyanyi "Baby Shark" kepada Bayi, Bagaimana Ceritanya?

Internasional
Warga Kurdi Suriah Lempari Kendaraan Militer AS dengan Batu dan Tomat Busuk

Warga Kurdi Suriah Lempari Kendaraan Militer AS dengan Batu dan Tomat Busuk

Internasional
Menderita 'Sakit Tak Tertahankan', Duterte Persingkat Kunjungan ke Jepang

Menderita "Sakit Tak Tertahankan", Duterte Persingkat Kunjungan ke Jepang

Internasional
PM Kanada Justin Trudeau Kembali Terpilih dalam Pemilu Meski Menang Tipis

PM Kanada Justin Trudeau Kembali Terpilih dalam Pemilu Meski Menang Tipis

Internasional
Penyandang Disabilitas Ini Diminta 'Lepaskan Celana' oleh Petugas Bandara India

Penyandang Disabilitas Ini Diminta "Lepaskan Celana" oleh Petugas Bandara India

Internasional
Trump 'Siap' Kerahkan Militer Lawan Turki demi Melindungi Kurdi Suriah

Trump "Siap" Kerahkan Militer Lawan Turki demi Melindungi Kurdi Suriah

Internasional
Selesaikan Ritual, Naruhito Resmi Dinobatkan Menjadi Kaisar Jepang

Selesaikan Ritual, Naruhito Resmi Dinobatkan Menjadi Kaisar Jepang

Internasional
Polisi Hong Kong Klaim Temukan Benda Diduga Bom selama Aksi Protes

Polisi Hong Kong Klaim Temukan Benda Diduga Bom selama Aksi Protes

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X