Kompas.com - 15/01/2019, 23:51 WIB

BRASILIA, KOMPAS.com - Warga negara Brasil dengan kelakuan baik dan tanpa catatan kriminal kini menjadi lebih mudah untuk memperoleh atau membeli senjata.

Hal tersebut setelah Presiden Jair Bolsonaro, Selasa (15/1/2019), menandatangani dekret yang memutuskan pelonggaran terhadap undang-undang senjata nasional.

"Untuk menjamin hak pertahanan yang sah, selaku presiden, saya menggunakan senjata ini," kata Bolsonaro sambil menunjukkan pena yang dia gunakan untuk menandatangani dokumen keputusan.

"Warga negara yang baik kini akan lebih mudah memiliki senjata api," tambah presiden yang baru saja dilantik pada 1 Januari lalu itu.

Baca juga: Maduro Sebut Presiden Baru Brasil Hitler Zaman Modern

Pembatalan undang-undang kontrol senjata telah menjadi salah satu janji kampanye Bolsonaro. Dia beralasan, warga negara yang bersenjata akan dapat mencegah penjahat.

Dalam dekret yang ditandatangani dalam siaran langsung itu salah satunya akan memudahkan warga negara dewasa yang tanpa catatan kriminal untuk dapat membeli senjata dan menyimpannya di rumah.

Aturan baru tersebut tidak termasuk membawa senjata, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terbuka, di ruang publik, yang akan tetap hanya diperbolehkan untuk petugas polisi, personil keamanan publik atau swasta, dan militer.

Bolsonaro mengatakan, menandatanganan surat keputusan tersebut didasarkan pada referendum 2005, di mana 64 persen rakyat Brasil menentang larangan total perdagangan senjata.

Meski menurut sebuah survei yang dirilis bulan lalu oleh perusahaan Datafolha, justru menunjukkan 61 persen warga Brasil menentang kepemilikan senjata api secara umum.

"Orang-orang memutuskan untuk membeli senjata dan amunisi. Dan kita tidak dapat melarang mereka yang menginginkannya pada saat itu," ujarnya.

Pelarangan total kepemilikan senjata api dulu disahkan pada masa mantan presiden sayap kiri, Luiz Inacio Lula da Silva, yang kini tengah dipenjara atas kasus korupsi.

Sumber dari kementerian mengatakan kepada AFP, bahwa dekret tersebut dapat segera diberlakukan, tanpa perlu persetujuan dari kongres.

Brasil mencatat terjadi hampir 64.000 kasus pembunuhan selama 2017. Angka itu menjadikan Brasil salah satu negara paling berbahaya di dunia di luar kawasan perang.

Baca juga: Presiden Baru Brasil Tegaskan akan Pindah Kedubes di Israel ke Yerusalem

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.