Samakan Gadis Perawan dengan Botol Tersegel, Dosen di India Tuai Kecaman

Kompas.com - 15/01/2019, 20:37 WIB
Ilustrasi perempuan India mengenakan sari.SHUTTERSTOCK Ilustrasi perempuan India mengenakan sari.

KOLKATA, KOMPAS.com - Seorang dosen di Universitas Jadavpur, Benggala Barat menuai kecaman akibat postingan di Facebook yang menyamakan gadis perawan dengan "botol tersegel" atau "bungkus yang masih tertutup".

Kanak Sarkar, dosen fakultas hubungan internasional di universitas di Kolkata itu mengunggah tulisan yang dia beri judul "Pengantin Perawan - Mengapa Tidak?".

"Gadis perawan seperti botol yang tersegel atau bungkus yang masih tertutup," tulis Sarkar di akun Facebook miliknya.

"Apakah Anda bersedia membeli segel yang rusak saat membeli sebotol minuman dingin atau sebungkus biskuit? Bagi kebanyakan laki-laki, istri perawan itu seperti malaikat," lanjut tulisan Sarkar.

Baca juga: Kisah Naom, Perawan 83 Tahun yang Nikahi Lelaki Umur 90 Tahun

Postingan itu langsung menuai kritik dan kecaman dari para pengguna internet lainnya. Tulisan tersebut juga telah dihapus dari laman Facebook Sarkar.

Meski demikian, Sarkar menolak mengakui jika dirinya telah berbuat hal yang salah dalam tulisannya.

Dia mempertahankan pernyataannya dengan menyebutnya sebagai kebebasan berekspresi di media sosial. Dia pun kembali menuliskan penjelasan di laman Facebook-nya.

"Saya tidak menulis apa pun yang menentang seseorang, individu, atau siapa pun, tanpa bukti atau kesaksian atau referensi."

"Saya melakukan penelitian sosial dan menulis untuk kebaikan dan kesejahteraan masyarakat," tulis Sarkar, seperti dikutip NDTV, Selasa (15/1/2019).

Setelah postingan salah seorang dosennya menuai kritikan di internet dan di komunitas akademik, pihak Universitas Jadavpur berjanji akan segera mengambil tindakan.

"Kami akan mengambl langkah-langkah sesuai dengan hukum dan undang-undang yang berlaku," kata Wakil Rektor Universitas Jadavpur, Suranjan Das kepada kantor berita IANS.

Menurut situs resmi Universitas Jadavpur, Kanak Sarkar mengajar untuk sosiologi politik, konstitusi dan pemerintahan, hukum dan hak asasi manusia, hingga administrasi pembangunan.

Komisi Nasional untuk Perempuan di India telah meminta kepada kepala kepolisian Benggala Barat untuk menyelidiki kasus ini dan mengambil tindakan yang sesuai.

Baca juga: Tujuh Tahun Perang, Jumlah Perawan Tua di Suriah Meroket


Terkini Lainnya


Close Ads X