Kompas.com - 15/01/2019, 19:01 WIB
Raja Abdulaziz dan Menteri Perminyakan Amerika Serikat membahasa soal Perusahaan Minyak Arab Saudi (ARAMCO) pada 1934. (Step Feed) Raja Abdulaziz dan Menteri Perminyakan Amerika Serikat membahasa soal Perusahaan Minyak Arab Saudi (ARAMCO) pada 1934. (Step Feed)

Dia bertekad untuk menyatukan semua tanah leluhur yang telah hilang dari keluarganya.

Dia begitu tegas dan berani serta memiliki keterampilan kepemimpinan yang hebat. Abdulaziz bersumpah untuk menaklukkan kembali semua tanah yang dulunya dikuasai Dinasti Saud.

Sang pemimpin muda

Pada 1901, Abdulaziz yang saat itu berusia 21 tahun, berangkat dari Kuwait dengan 40 unta untuk merebut kembali tanah keluarganya.

Mencapai Riyadh, dia dan kelompok kecilnya menyelinap ke kota pada malam hari. Sementara Gubernur Rashidi tidur di kastil, dan biasanya keluar setiap pagi setelah fajar.

Abdulaziz bersembunyi sampai gubernur muncul, lalu bergegas maju dengan anak buahnya dan membunuhnya. Kemudian, dia merebut kastil.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Salman bin Abdulaziz, Raja Ketujuh Arab Saudi

Insiden itu membangkitkan seluruh mantan pendukung dinastinya. Dalam dua tahun, pertempuran terjadi untuk mendapatkan kembali setengah dari wilayah Arab tengah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, Abdulaziz mengalami kekalahan pada Juni pada 1904 karena lawannya memperoleh bantuan dari Turki. Meski demikian, dia tidak diusir dari Arab tengah dan segera membangun kembali pasukannya.

Pada 1907 hingga 1912, dia melewatkan pertempuran yang hina. Namun, Turki akhirnya pergi karena tidak mampu memasok pasukan lagi.

Dia menaklukan Najd dan pantai timur Arab. Setelah Perang Dunia I, dia menerima dukungan besar dari Inggris untuk melawan Al-Rashdi pada 1920.

Dalam dua tahun, dia mengalahkan rivalnya dan terus memperluas kekuasaan wilayah Saudi. Abdulaziz juga menerima dukungan pemerintah Inggris dan bantuan internasional.

Dia mendirikan negara kekuasaannya dengan nama Kerajaan Arab Saudi dan menjadi raja pada 23 September 1932.

Penemuan minyak

Setelah menyatukan wilayah kekuasaannya ke Kerajaan Arab Saudi, dia menjadi raja absolut.

Namun, dia tidak memiliki pegawai negeri biasa atau pekerja profesional. Semua keputusan dibuat olehnya atau orang-orang yang didelegasikan secara pribadi untuk tugas tertentu.

Kerajaan hanya memiliki sedikit uang, dan Raja Abdulaziz tidak tertarik dengan keuangan. Sebelum ditemukan minyak, ekonomi Saudi sebagian besar bergantung pada pendapatan dari ibadah haji.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.