Warga AS Protes Keberadaan Patung Permen Berbendara Saudi di WTC

Kompas.com - 15/01/2019, 15:37 WIB
Patung permen dengan bungkus bendera Arab Saudi di World Trade Center, New York, Amerika Serikat. (Twitter/Michael F Longo) Patung permen dengan bungkus bendera Arab Saudi di World Trade Center, New York, Amerika Serikat. (Twitter/Michael F Longo)

NEW YORK, KOMPAS.com - Sebuah patung raksasa berbentuk permen dengan bungkus warna hijau dan bendera Arab Saudi akan dipindahkan dari World Trade Center, New York, Amerika Serikat.

Rencana pemindahan karya seni itu dilakukan usai muncul keluhan tentang keberadaannya di dekat lokasi serangan 11 September 2001.

Melansir Buzz Feed News, Senin (14/1/2019), patung tersebut merupakan bagian pameran seni instalasi berjuluk "Candy Land" yang disponsori oleh Otoritas Pelabuhan New York dan New Jersey.

Baca juga: Interogasi Tahanan Pelaku Serangan 9/11, CIA Pakai Serum Kejujuran

Ada sejumlah patung permen dengan bendera negara-negara G-20, termasuk Arab Saudi, yang diciptakan oleh seniman Perancis Laurence Jenkell pada 2011 jelang KTT G-20 di Cannes, Perancis.

Namun banyak warga yang mengeluhkan permen berbendera Saudi, mengingat serangan 11 September dilakukan oleh teroris yang kebanyakan berasal dari negara itu.

Terry Strada dari Persatuan Keluarga dan Penyintas 9/11 menjadi salah satu yang komplain dengan peletakkan patung tersebut.

Sementara itu, Jenkell mengaku belum pernah mengalami keributan semacam ini terkait pameran instalasi di New York.

"Mengingat keunikan dan sensitivitas di sekitar World Trade Center, terlintas dalam pikiran saya untuk mengusulkan penarikan patung yang memajang bendera Arab Saudi atau memindahkannya ke lokasi lain," tulisnya.

"Tapi tidak ada yang bisa saya lakukan karena bendera Arab Saudi merupakan bagian dari G-20 sama seperti bendera pada permen lainnya di acara Candy Nations," imbuhnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Otoritas Pelabuhan berencana untuk memindahkan seluruh patung dalam acara pameran tersebut ketimbang hanya menggeser instalasi permen berbendara Saudi.

"Kami telah mengubungi Memorial 9/11 dan berbagai pemangku kepentingan serta seniman yang berkolaborasi akan memindahkan pameran dari lokasi saat ini," demikian pernyataan Otoritas Pelabuhan.

Baca juga: Pimpin Geng Kloning Kartu Kredit, Penyokong Dana Serangan 9/11 Ditangkap

"Kami yakin, solusi ini untuk menghormati sensitivitas yang unik di loaksi itu sekaligus menjaga integritas artistik pameran," imbuhnya.

Seperti diketahui, sebanyak 15 dari 19 pembajak pesawat yang menabrak menara kembar World Trade Center dalam insiden 9/11 merupakan warga negara Saudi.

Pemerintah Saudi membantah terlibat dalam serangan 11 September, yang menewaskan hampir 3.000 orang di New York City, Pennsylvania, dan Pentagon.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Buzz Feed
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Hong Kong Kepung Universitas Setelah Bentrok Semalaman dengan Demonstran

Polisi Hong Kong Kepung Universitas Setelah Bentrok Semalaman dengan Demonstran

Internasional
Rusia Bakal Kembalikan 3 Kapal yang Ditahan ke Ukraina

Rusia Bakal Kembalikan 3 Kapal yang Ditahan ke Ukraina

Internasional
Korea Utara Sebut Joe Biden 'Anjing Gila', Begini Reaksi Trump

Korea Utara Sebut Joe Biden "Anjing Gila", Begini Reaksi Trump

Internasional
Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

Internasional
Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Internasional
Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Internasional
Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Internasional
Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Internasional
Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Internasional
Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Internasional
Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Internasional
Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Ada Bau 'Kaus Kaki Basah', Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Ada Bau "Kaus Kaki Basah", Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X