Kompas.com - 15/01/2019, 12:29 WIB

CARACAS, KOMPAS.com - Presiden Venezuela Nicolas Maduro memerintahkan kenaikan upah minimum bulanan sebesar 300 persen. Kebijakan itu akan mulai diberlakukan pada pekan ini.

Keputusan tersebut dilontarkan Maduro dalam pidato hampir empat jam yang disiarkan ke seluruh negeri pada Senin (14/1/2019).

Kenaikan upah yang direncanakan mencapai enam kali lipat dibandingkan tahun lalu.

Melansir Bloomberg, Selasa (15/1/2019), dengan peningkatan itu maka upah bulanan 18.000 bolivar atau Rp 25,4 juta.  Sementara, nilai uang tersebut di Venezuela baru cukup untuk membeli 1 kg ham.

Baca juga: Pemimpin Oposisi Venezuela Dibebaskan Satu Jam Usai Ditangkap

Dia mengklaim investasi dari negara-negara seperti China, Rusia, Turki, dan Qatar dapat membantu membangun kembali industri lokal.

"Saya bukan pengecut, bukan kapitalis, tapi saya tidak bodoh," katanya.

"Jika seseorang menawarkan untuk memberikan modal atau menawarkan saran untuk memulihkan perusahaan, haruskah saya tidak mengambilnya," lanjut Maduro.

Selain berjanji akan meningkatkan upah minimum, pria berusia 56 tahun ituu juga bakal mendorong produksi minyak menjadi 5 juta barel per hari pada 2025.

Dia juga menanggapi insiden penangkapan pemimpin oposisi Juan Guaido oleh intelijen.

Maduro menuding lawan-lawannya yang menyusun skenario penangkapan tersebut. Guaido sempat ditahan selama satu jam, kemudian dibebas.

AFP mencatat, ini bukan pertama kalinya Maduro menuduh oposisi merangkai drama untuk membuat pemerintah terlihat buruk.

Ada pemadaman listrik di Rumah Sakit Universitas di Caracas pada Sabtu lalu menewaskan dua orang, sementara 100 lainnya harus dievakuasi.

Maduro menyalahkan insiden itu karena oposisi yang merusak peralatan pasokan listrik.

"Itu adalah serangan teroris yang direncanakan sebagai sebuah pertunjukan oleh teroris yang hari ini dipimpin oleh oposisi Venezuela," katanya.

Baca juga: Maduro Kembali Disumpah Pimpin Venezuela, Begini Respons Negara Lain

"Kita akan melawan mereka dengan keras dan mengalahkan mereka," imbuhnya.

Pasokan listrik memang tidak dapat diandalkan di Venezuela. Negara itu berada di tahun keempat resesi yang ditandai dengan inflasi sangat tinggi.

Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan inflasi Venezuela akan menyentuh 10 juta persen pada tahun ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Bloomberg,AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.