Mengenal Kumbh Mela 2019, Upacara Agama Terbesar yang Diikuti 120 Juta Orang

Kompas.com - 14/01/2019, 19:20 WIB
Peserta Kumbh MelaGetty Images Peserta Kumbh Mela

KOMPAS.comIndia siap menerima 120 juta umat Hindu dari seluruh dunia untuk mengikuti ritual agama Kumbh Mela selama 49 hari hingga 4 Maret 2019. Kumbh Mela merupakan upacara keagamaan yang diselenggarakan 12 tahun sekali.

Para peziarah yang datang nantinya akan berendam di Triveni Sangam, di utara Kota Allahabad. Ini merupakan titik pertemuan antara Sungai Gangga, Sungai Yamuna, dan Sungai Saraswati yang mistis.

Hal itu diyakini oleh umat Hindu akan membersihkan jiwa mereka dari dosa-dosa sehingga memudahkan untuk mencapai moksa atau mencapai titik tertinggi dari kehidupan, terbebas dari putaran reinkarnasi.

Dikutip dari BBC, ritual keagamaan ini akan menjadi perkumpulan orang-orang terbesar di dunia, karena dihadiri lebih dari 100 juta umat.

Persiapan

Para peserta ritual nantinya akan bermalam di tenda-tenda besar yang dipersiapkan oleh panitia selama setahun terakhir. Persiapan panjang itu diharapkan agar perayaan nantinya dapat berjalan selancar mungkin.

Banyak fasilitas kota juga sudah mengalami perbaikan besar-besaran, termasuk bandar udara, pelebaran jalan, pembangunan jembatan layang, pengadaan kantong parkir kapasitas setengah juta kendaraan, hingga jadwal kereta tambahan sudah dioperasikan.

Baca juga: Kota Mithi, Oase Toleransi Muslim-Hindu di Pakistan

Tenda-tenda di sekitar kawasan ritual Kumbh MelaGetty Image Tenda-tenda di sekitar kawasan ritual Kumbh Mela

Tidak hanya secara fisik, faktor pengamanan juga ditingkatkan agar kerusuhan yang terjadi pada perayaan sebelumnya tidak lagi terulang, dan umat dari berbagai negara dapat menjalani ritual dengan nyaman.

Berdasarkan keterangan pejabat senior pemerintahan, Rajeev Rai yang saat itu ada di kantornya, lahan yang digunakan untuk mendirikan tenda-tenda ini dialokasikan oleh 6000-an organisasi keagamaan dan kebudayaan di India.

Menurut Rajeev, luas area yang akan dijadikan lokasi pelaksanaan Kumbh Mela seluas 32 kilometer persegi, setara dengan ukuran sebuah kota.

Ritual keagamaan yang diselenggarakan tahun ini setidaknya menelan biaya hingga 28 miliar Rupee atau sekitar Rp 5.6 triliun.

Pengamanan

Petugas keamanan di Kumbh MelaAnkit Srinivas Petugas keamanan di Kumbh Mela

Tidak hanya secara fisik, faktor pengamanan juga ditingkatkan agar kerusuhan yang terjadi pada perayaan sebelumnya tidak lagi terulang, dan umat dari berbagai negara dapat menjalani ritual dengan nyaman.

Dikerahkan lebih dari 30.000 aparat kepolisian dan militer di tempat-tempat yang dinilai strategis. Termasuk pos-pos kemanan juga ditempatkan di titik-titik yang rawan terjadi kekacauan.

Kepala Kepolisian Kavindra Pratap Singh menyatakan, anggotanya akan bekerja sepanjang waktu untuk menghindari timbulnya kekacauan.

Dalam menjalankan tugasnya, para penjaga keamanan ini juga dibantu dengan dioperasikannya 1.000 kamera pengawas atau cctv yang tersebar di berbagai area.

Baca juga: Prayascita Gumi, Upacara Bersih Bumi Ribuan Umat Hindu di Lombok

Konsumsi 

Persediaan beras di gudang persediaan bahan pangan.Ankit Srinivas Persediaan beras di gudang persediaan bahan pangan.

Umat yang datang untuk mengikuti Kumbh Mela biasanya sudah membawa bekal masing-masing. Namun, tenda-tenda yang didirikan oleh panitia penyelenggara diberi pasokan bahan pangan dasar dari pihak-pihak berwenang.

Sejumlah lima gudang makanan dan 160 toko bahan pangan didirikan di lokasi penyelenggaraan Kumbh Mela. Di sana tersedia bahan makanan seperti beras, tepung, gula, dan minyak untuk memasak.

Para jemaah yang hidupnya ada di bawah garis kemiskinan bisa mendapatkan bahan-bahan tersebut dengan harga subsidi.

Menurut, petugas di bagian di bagian konsumsi, pemerintah sudah menyediakan total 5.384 ton beras, 7.834 ton gandum, 3.174 ton gula, dan 767 kiloliter minyak tanah untuk festival ini. Sementara untuk air minum tersedia gratis di 160 dispenser yang disediakan di sekitar kawasan ritual.

Layanan kesehatan

Sejumlah rumah sakit besar dan kecil telah berdiri di sekitar kawasan ritual. Ratusan ranjang perawatan dan 86 ambulans siap dioperasikan jika ada jemaah yang merasa sakit atau mengalami gangguan kesehatan selama mengikuti Kumbh Mela.

Selain fasilitas kesehatan, tenaga medis pun telah disediakan.  Sebanyak 193 dokter dan 1.500 tenaga medis profesional ditugaskan. Selain dari tenaga medis profesional, disiapkan pula ahli kesehatan kuno, Ayuverda bagi mereka yang ingin mendapatkan pelayanan darinya.

Penyelenggara mengaku siap menghadapi gangguan kesehatan yang dialami peserta, sekalipun dalam jumlah yang besar.

Toilet

Untuk urusan sanitasi dan kebersihan, penyelenggara menyediakan 122.000 toilet dan 20.000 tempat sampah di lokasi tempat ritual digelar.

Selain itu, 22.000 petugas kebersihan juga diperbantukan untuk menjaga kawasan tetap bersih dan nyaman untuk para jemaah melakukan ritual.

Banyaknya keluhan yang datang kepada penyelenggara tentang toilet yang dinilai tidak dialiri air dan berbau, ditanggapi optimistis oleh penyelenggara.

Menurut petugas terkait, permasalahan itu akan diselesaikan sebelum ritual berlangsung. Ini merupakan proyek besar yang membawa nama negara. Banyak pihak yang telah terlibat dan bekerja siang malam untuk mempersiapkan Kumbh Mela 2019.

Sebaik mungkin, segala upaya pemenuhan kebutuhan jemaah akan dilakukan oleh penyelenggara ritual keagamaan yang diikuti oleh jumlah orang terbanyak di dunia ini.


Terkini Lainnya

Survei Litbang Kompas, 7 Parpol Terancam Tak Lolos ke Senayan

Survei Litbang Kompas, 7 Parpol Terancam Tak Lolos ke Senayan

Nasional
Gubernur Olly: Pembangun Iman Harus Berdampak ke Daerah dan Negara

Gubernur Olly: Pembangun Iman Harus Berdampak ke Daerah dan Negara

Regional
Bagikan 'Solar Cell' ke Warga, Seorang Caleg di Kupang Jadi Tersangka

Bagikan "Solar Cell" ke Warga, Seorang Caleg di Kupang Jadi Tersangka

Regional
Tak Ada Pengaruh Elektoral dari Prabowo-Sandiaga, Ini Taktik Demokrat

Tak Ada Pengaruh Elektoral dari Prabowo-Sandiaga, Ini Taktik Demokrat

Nasional
Cerita Perawat di Ragunan yang Dampingi Siamang Sakit...

Cerita Perawat di Ragunan yang Dampingi Siamang Sakit...

Megapolitan
Debat Cawapres dalam Isu Kesehatan Miskin Gagasan

Debat Cawapres dalam Isu Kesehatan Miskin Gagasan

Nasional
Seputar Sidang Korupsi Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan: Libatkan 2 Bupati hingga Minta Pindah Tahanan

Seputar Sidang Korupsi Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan: Libatkan 2 Bupati hingga Minta Pindah Tahanan

Regional
Plt Ketum PPP Optimistis Partainya Tembus Ambang Batas Parlemen

Plt Ketum PPP Optimistis Partainya Tembus Ambang Batas Parlemen

Nasional
Petugas Evakuasi Sarang Tawon Vespa Affinis di Duren Sawit

Petugas Evakuasi Sarang Tawon Vespa Affinis di Duren Sawit

Megapolitan
Ada di Purwokerto, Pasar Tradisional dengan Pengelolaan Terbaik di Indonesia

Ada di Purwokerto, Pasar Tradisional dengan Pengelolaan Terbaik di Indonesia

Regional
Taufik Mempertanyakan Menteri Basuki yang Tak Paham Naturalisasi

Taufik Mempertanyakan Menteri Basuki yang Tak Paham Naturalisasi

Megapolitan
Survei Litbang Kompas: PDI-P 26,9 Persen, Gerindra 17 Persen

Survei Litbang Kompas: PDI-P 26,9 Persen, Gerindra 17 Persen

Nasional
BPN: Elektabilitas Jokowi di Bawah 50 Persen, Pertanda Baik bagi Prabowo

BPN: Elektabilitas Jokowi di Bawah 50 Persen, Pertanda Baik bagi Prabowo

Nasional
Kisah Penjual Martabak Mini Menabung Rp 10.000 Per Hari demi Bangun Mushala untuk Anak-anak (1)

Kisah Penjual Martabak Mini Menabung Rp 10.000 Per Hari demi Bangun Mushala untuk Anak-anak (1)

Regional
Penderita TBC 'Kebal Obat' Meningkat di Kulon Progo

Penderita TBC "Kebal Obat" Meningkat di Kulon Progo

Regional

Close Ads X