Biografi Tokoh Dunia: Hercules Mulligan, Penjahit dan Mata-mata Amerika

Kompas.com - 14/01/2019, 18:49 WIB
Hercules Mulligan, penjahit dan mata-mata Amerika era Perang Revolusi melawan Inggris. (Founder of the Day) Hercules Mulligan, penjahit dan mata-mata Amerika era Perang Revolusi melawan Inggris. (Founder of the Day)

KOMPAS.com - George Washington menjadi tokoh paling terkenal dalam Perang Revolusi Amerika. Usai merdeka dari Inggris, dia menjadi presiden pertama Amerika Serikat.

Namun, mungkin saja kematian menjemput sang jenderal jika dia tidak diselamatkan oleh seorang penjahit sekaligus mata-mata, Hercules Mulligan.

Dua kali Mulligan menyelamatkan nyawa Washington. Sebagai seorang penjahit, dia memiliki akses yang dekat dengan para pejabat Inggris.

Lalu seperti apa kisah kehidupan sang agen rahasia era Perang Revolusi Amerika?


Kehidupan awal

Hercules Mulligan lahir pada 25 September 1740 di Irlandia. Orangtuanya bernama Hugh dan Sarah Mulligan.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: John Edgar Hoover, Direktur Pertama FBI

Keluarganya pindah ke Amerika Utara pada 1746, tepatnya di Kota New York. Keluarga Mulligan merupakan contoh keluarga imigran yang ingin meraih American Dreams kala itu.

Ayahnya merupakan seorang akuntan yang sukses. Hercules Mulligan menempuh pendidikan di King's College, yang sekorang menjadi Universitas Columbia, di Kota New York.

Setelah lulus kuliah, Mulligan bekerja sebagai juru tulis untuk jasa akuntan milik ayahnya.

Sang penjahit dan patriot

Kemudian, dia melihat peluang usaha baru yaitu menjahit dan menjual pakaian kepada kelas terbaik masyarakat di Kota New York.

Selain itu, Mulligan juga melayani pengusaha Inggris yang kaya dan perwira militer Inggris berpangkat tinggi.

Meski mempekerjakan beberapa penjahit, namun dia lebih suka menyapa pelanggannya sendiri, melakukan pengukuran baju, dan membangun hubungan dekat dengan para kliennya.

Bisnisnya berkembang pesat pada 1960-an. Mulligan berhasil membangun reputrasi kuat di antara pria kelas atas dan perwira Inggris.

Pekerjaannya sebagai penjahit juga memungkinkannya untuk mengetahui percakapan antara pejabat Inggris, sebab seorang penjahit mirip seperti pelayan, yakni dianggap tidak terlihat.

Klien Mulligan tak pernah ragu untuk berbicara bebas di depannya.

Dia juga pembicara yang ulung. Ketika para perwira dan pengusaha Inggris datang ke tokonya, dia selalu menyanjung mereka.

Kedekatannya dengan lingkungan masyarakat elite Inggris membuatnya diterima untuk menikahi keponakan Laksamana Charles Sanders dari Angkatan Laut Kerajaan Inggris.

Pada 27 Oktober 1773, Mulligan menikahi Elizabeth Sanders. Selama manikah, dia dikaruniai 8 anak, masing-masing lima putri dan tiga putra.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Karl Donitz, Panglima Sang Penerus Hitler

Alexander Hamilton. (Wikipedia) Alexander Hamilton. (Wikipedia)
Pernikahannya dengan Elizabeth memberinya akses ke beberapa orang berpangkat tinggi.

Meski demikian, dia tidak mendukung kesetiaan kepada Inggris. Kecenderungan sikap patriotnya terbentuk bahkan terbentuk 10 tahun sebelum Perang Revolusi meletus.

Mulligan merupakan anggota Sons of Liberty, sebuah perkumpulan rahasia yang diciptakan untuk melindungi hak koloni Britania, pra-kemerdekaan Amerika Serikat.

Dia juga anggota Komite Korespondensi dan Observasi New York, kelompok yang menentang Inggris melalui komunikasi tertulis.

Pertemuan dengan Alexander Hamilton

Pada 1773, Mulligan bertemu seorang yatim piatu berusia 16 tahun dari Hindia Barat Inggris bernama Alexander Hamilton. Dia menawarkan sewa kamar kepada remaja yang sedang belajar di King's College itu.

Saat sedang tidak ada kelas, Hamilton berada di toko Mulligan dan mendengarkan Mulligan berbicara dengan teman-temannya, yang merupakan anggota Sons of Liberty.

Hamilton segera bergabung dengan Sons of Liberty. Pada usia 18 tahun, dia menulis esai pesuasif yang membela kemerdekaan. Suratnya itu salah satu yang berperan dalam mempercepat Revolusi, terutama di New York.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Hideki Tojo, PM Jepang Era Perang Dunia II

Perang Revolusi Amerika pecah pada April 1775. Setelah Washington dikalahkan di Long Island, Mulligan mencoba meninggalkan New York.

Namun, dia dihentikan oleh kelompok milisi Tory yang menangkapnya dan menyeretnya kembali ke kota.

Hamilton telah menjadi ajudan Washington, dan sang jenderal itu sedang mencari mata-mata di Kota New York.

Pemuda itu kemudian merekomendasikan teman lamanya, Hercules Mulligan. Dengan segera, Mulligan begitu gembira menerima pekerjaan sebagai mata-mata.

Selamatkan Jenderal Washington

Selama menjadi agen rahasia, Mulligan tetap melayani para perwira Inggris untuk mengumpulkan rahasia mereka.

Dia memanfaatkan kesombongan para perwira dan memuji ego mereka untuk mendapatkan informasi.

Ketika para pejabat itu meminta perbaikan seragam, Mulligan menayakan tanggal kapan mereka membutuhkan pakaian itu.

Pelanggan demi pelanggan memberikan tanggal tersebut. Dengan begitu, dia memperoleh dugaan hari pergerakan perwira Inggris berikutnya.

Dia kemudian mengirimkan pembantunya, Cato, ke markas besar Washington di New Jersey untuk membagikan informasi tentang penempatan kembali unit tertentu tentara Inggris.

Mulligan menyelamatkan nyawa Washington tidak hanya sekali, tapi dua kali dalam waktu yang berbeda.

Hercules Mulligan. (patriottoursnyc) Hercules Mulligan. (patriottoursnyc)
Pertama kali pada 1779, ketika dia mengetahui plot penangkapan sang jenderal.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Marie Antoinette, Ratu di Masa Revolusi Perancis

Dua tahun kemudian, pada 1781, rencana pembunuhan Washington berhasil digagalkan, dengan bantuan kakak Mulligan, Hugh Jr.

Hugh menjalankan perusahaan ekspor-impor yang sukses dan melakukan perdagangan dengan tentara Inggris.

Ketika sejumlah besar penjualan akan dilakukan, Hugh bertanya kepada dewan komisaris tentang tujuan pengiriman persediaan tersebut.

Dia memperoleh informasi bahwa persediaan itu bakal dibutuhkan untuk ratusan tentara yang dikirim ke Connecticut guna mencegat dan menangkap Washington.

Hugh meneruskan informasi itu kepada sang adik, yang kemudian mengirim Cato untuk memberi tahu Washington agar mengubah rencananya dan mengatur jebakan untuk pasukan Inggris.

Dalam Perang Revolusi, Mulligan dan Cato mengalami cedera. Cato pernah ditangkap dan dipukuli dalam perjalanan kembali ke New York.

Hercules pernah dicurigai oleh Inggris, dan bahkan menghabiskan waktu di penjara. Namun, dia berhasil menyelinap untuk kembali ke rumahnya.

Setelah parade pada Evacuation Day, George Washington menjadi pelanggan toko Hercules Mulligan.  (Education Images/UIG via Thoughts Co) Setelah parade pada Evacuation Day, George Washington menjadi pelanggan toko Hercules Mulligan. (Education Images/UIG via Thoughts Co)

Pakaian Jenderal Washington

Bahaya terbesar muncul pada Mulligan dan Cato setelah berakhirnya perang pada 1783. Dia takut banyak salah sangka atas kedekatannya dengan orang Inggris karena siapa pun yang mendukung Inggris dalam bahaya.

Namun Jenderal Washington tidak melupakan koresponden rahasianya itu. Dia berkunjung ke rumah Mulligan setelah menghadiri parade "Evacuation Day" di New York.

Setelah menjadi presiden, Washington terus memperbarui pakaiannya dari penjahit asal Irlandia tersebut.

Mulligan bahkan mengambil keuntungan dari peluang unik ini dengan mengubah papan nama di luar tokonya menjadi "Pakaian untuk Jenderal Washington".

Kematian

Tidak ada yang diketahui tentang apa yang terjadi pada Cato setelah Revolusi Amerika. Namun pada 1785, Mulligan menjadi salah satu anggota pendiri New York Manumission Society.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Jean-Eugene Robert-Houdin, Pelopor Sulap Modern

Bersama dengan Hamilton, John Jay, dan beberapa orang lainnya, Mulligan selama sisa hidupnya juga bekerja untuk mempromosikan penghapusan budak dan penghapusan institusi perbudakan.

Hercules Mulligan dimakamkan di pemakaman Gereja Trinity New York, di makam keluarga Sanders, tidak jauh dari makam Alexander Hamilton dan banyak figur terkenal lainnya dari Revolusi Amerika.

Berkat popularitas Broadway berjudul Hamilton, nama Hercules Mulligan menjadi jauh lebih dikenal daripada di masa lampau.

Dalam drama itu, dia awalnya diperankan oleh Okieriete Onaodowan, seorang aktor Amerika yang lahir dari orangtua asal Nigeria.

Halaman:


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya


Close Ads X