Pentagon Diminta Rencanakan Serangan Militer ke Iran

Kompas.com - 14/01/2019, 17:35 WIB
Militer AS berbaris pada November 2015. REUTERSMiliter AS berbaris pada November 2015.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) dilaporkan meminta Pentagon merencanakan serangan terhadap Iran.

Permintaan dari lembaga yang dipimpin Penasihat Keamanan Nasional John Bolton itu muncul setelah Kedutaan Besar AS di Baghdad, Irak, diserang pada September lalu.

Baca juga: Pemimpin Iran: Beberapa Pejabat AS Bodoh Level Tinggi

The Wall Street Journal via CNN memberitakan Minggu (13/1/2019), serangan itu dilakukan oleh kelompok milisi yang berhubungan dengan Iran.

Menurut The Journal, mantan Wakil Penasihat Nasional Mira Ricardel berkata serangan di kedubes Irak merupakan "pernyataan perang", dan meminta AS merespon secepatnya.

Permintaan tersebut cukup membuat terkejut Pentagon maupun Kementerian Luar Negeri, menurut keterangan salah seorang pejabat anonim AS.

Meski Pentagon akhirnya mematuhi permintaan itu, tidak dijelaskan apakah rencana serangan ke Iran itu sudah mendapat pembahasan di Gedung Putih.

The Journal juga melaporkan belum diketahui apakah Presiden Donald Trump sudah mendapat pemberitahuan mengenai permintaan tersebut.

Dalam keterangan resmi kepada CNN, juru bicara dewan keamanan Garrett Marquis menuturkan mereka memberi pilihan kepada presiden untuk merespon berbagai macam ancaman.

Dia menjelaskan terus meninjau perkembangan status personel mereka pasca-serangan di Kedubes Baghdad maupun kantor konsulat mereka di Basra.

"Kami bakal mempertimbangkan segala pilihan yang ada untuk menjamin keselamatan staf dan kepentingan kami," kata Marquis.

Adapun juru bicara Pentagon Kolonel Rob Manning mengatakan pihaknya merupakan organisasi perencana, dan memberi presiden opsi militer.

"Secara rutin, kami memperbarui rencana menangani berbagai macam ancaman, termasuk yang diperlihatkan oleh Iran," kata Manning.

Lebih lanjut, The Journal juga melaporkan dewan keamanan juga meminta supaya Pentagon bisa menyerang Irak dan Suriah.

Baca juga: Iran: Sejak Awal, Keberadaan Pasukan AS di Suriah Sudah Salah

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Sumber CNN
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kerusuhan India: Kisah Pria yang Dipukuli karena Berjenggot dan Pakai Gamis

Kerusuhan India: Kisah Pria yang Dipukuli karena Berjenggot dan Pakai Gamis

Internasional
Dampak Virus Corona, Cathay Pacific dan Singapore Airlines Liburkan Pegawainya Tanpa Dibayar

Dampak Virus Corona, Cathay Pacific dan Singapore Airlines Liburkan Pegawainya Tanpa Dibayar

Internasional
Arab Saudi Tangguhkan Visa Umrah, Ini Negara Tetangganya yang Positif Virus Corona

Arab Saudi Tangguhkan Visa Umrah, Ini Negara Tetangganya yang Positif Virus Corona

Internasional
Kerusuhan India, 23 Orang Tewas dalam Demo Menentang UU Kewarganegaraan

Kerusuhan India, 23 Orang Tewas dalam Demo Menentang UU Kewarganegaraan

Internasional
23 Orang Tewas di Kerusuhan India, tapi Ada Juga Demo yang Berlangsung Sunyi

23 Orang Tewas di Kerusuhan India, tapi Ada Juga Demo yang Berlangsung Sunyi

Internasional
Keturunan WNI Tanpa Identitas di Malaysia Bertemu Ibu Kandung Setelah 15 Tahun

Keturunan WNI Tanpa Identitas di Malaysia Bertemu Ibu Kandung Setelah 15 Tahun

Internasional
Mahathir Mohamad Merasa Belum Waktunya Mundur

Mahathir Mohamad Merasa Belum Waktunya Mundur

Internasional
Korban Meninggal karena Virus Corona di Iran Bertambah Empat, Total Ada 19

Korban Meninggal karena Virus Corona di Iran Bertambah Empat, Total Ada 19

Internasional
Mahathir Mohamad Ingin Bentuk Pemerintahan yang Pro pada Kepentingan Nasional

Mahathir Mohamad Ingin Bentuk Pemerintahan yang Pro pada Kepentingan Nasional

Internasional
Virus Corona, Perancis Umumkan Kematian Pertama dari Warga Negaranya

Virus Corona, Perancis Umumkan Kematian Pertama dari Warga Negaranya

Internasional
Pertama Kalinya, Liga Sepak Bola Putri Arab Saudi Diluncurkan

Pertama Kalinya, Liga Sepak Bola Putri Arab Saudi Diluncurkan

Internasional
Cerita Warga Codogno, Kota Berjuluk 'Wuhannya Italia', di Tengah Wabah Virus Corona

Cerita Warga Codogno, Kota Berjuluk "Wuhannya Italia", di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
Kerusuhan New Delhi Kian Mencekam, Total 20 Orang Tewas

Kerusuhan New Delhi Kian Mencekam, Total 20 Orang Tewas

Internasional
Wabah Virus Corona, Ritual Rabu Abu di Filipina Berubah

Wabah Virus Corona, Ritual Rabu Abu di Filipina Berubah

Internasional
Tentara AS yang Bertugas di Korea Selatan Terinfeksi Virus Corona

Tentara AS yang Bertugas di Korea Selatan Terinfeksi Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X