Tidak Dapat Kursi, Keluarga asal Inggris Ini Duduk di Lantai Pesawat

Kompas.com - 14/01/2019, 17:26 WIB
Paula Taylor dan putrinya harus duduk di lantai karena nomor kursi mereka tidak tersedia di pesawat maskapai TUI saat perjalanan menuju Birmingham. (BBC/Paula Taylor) Paula Taylor dan putrinya harus duduk di lantai karena nomor kursi mereka tidak tersedia di pesawat maskapai TUI saat perjalanan menuju Birmingham. (BBC/Paula Taylor)

MENORCA, KOMPAS.com - Sebuah keluarga asal Inggris terpaksa duduk di lantai pesawat dalam penerbangan dari Spanyol menuju Inggris.

Keluarga Taylor mengalami insiden ini sewaktu mereka hendak bertolak ke Birmingham dari Menorca dengan menggunakan maskapai TUI.

Padahal, sebagaimana dituturkan kepada BBC, mereka mengaku telah membayar tiket seharga 1.300 poundsterling atau setara dengan Rp23,5 juta dan juga telah mendapat boarding pass.

Paula Taylor bersama suaminya dan putri mereka yang berusia 10 tahun sengaja tiba di bandara jauh sebelum waktu penerbangan guna memastikan bisa duduk dalam barisan yang sama.

Baca juga: Cathay Pacific Kembali Blunder, Tiket First Class Dijual Murah

Mereka pun mendapatkan kursi bernomor 41 D, E, dan F. Namun, ketika sampai di pesawat, mereka mendapati lokasi tempat duduk mereka kosong tanpa ada kursi.

"Kami hanya menatap satu sama lain seolah-olah berkata 'ke mana perginya kursi-kursi kita?" ujarnya.

Begitu semua penumpang menduduki kursi masing-masing, ternyata ada satu kursi kosong tersisa.

Paula memberikan kursi itu untuk Brooke, anaknya. Sementara, dia dan suaminya dipersilakan duduk di kursi lipat untuk awak kabin.

Ternyata, permasalahan belum kelar. Saat pesawat mengangkasa, awak kabin mulai mengeluarkan makanan dan barang-barang lain yang disimpan di belakang kursi lipat tersebut.

Konsekuensinya, Paula dan suaminya harus duduk di lantai, di tempat yang seharusnya terisi kursi mereka. Melihat ayah dan ibunya duduk di lantai, Brooke pun bergabung karena tidak mau duduk sendiri.

Keluarga Taylor mengaku diberi ucapan terima kasih dari awak kabin atas pengertian mereka.

Paula mengatakan, maskapai TUI menyampaikan penjelasan singkat ketika dia mengungkit masalah ini. Sebagai itikad baik, TUI memberikan uang sebesar 30 poundsterling atau sekitar Rp 541.000.

Setelah keluarga Taylor menghubungi BBC, maskapai TUI mengembalikan uang tiket mereka dan mengaku adanya pergantian armada pada menit-menit terakhir.

Hal itu mengakibatkan kursi untuk keluarga Taylor tidak tersedia, sebab pesawat pengganti memiliki susunan kursi berbeda.

Baca juga: Kecelakaan Pesawat Kargo Militer di Iran, Hanya 1 Orang Selamat

Manajemen maskapai menyampaikan maaf atas cara penanganan situasi tersebut dan akan menghubungi keluarga Taylor untuk memohon maaf secara langsung.

Otoritas Penerbangan Sipil Inggris menegaskan penumpang memang diperbolehkan menduduki kursi awak kabin dalam situasi tertentu.

Namun, penumpang harus mendapat tempat duduk selama penerbangan. Otoritas bakal menghubungi TUI untuk meminta penjelasan.


Terkini Lainnya

Bakal Jadi 'Park and Ride' untuk Stasiun MRT, Begini Kondisi Lahan Jakarta Tourisindo

Bakal Jadi "Park and Ride" untuk Stasiun MRT, Begini Kondisi Lahan Jakarta Tourisindo

Megapolitan
Wiranto: Pemilu 2019 Ajang Memilih Pemimpin, Bukan Mengadu Pemimpin

Wiranto: Pemilu 2019 Ajang Memilih Pemimpin, Bukan Mengadu Pemimpin

Nasional
Polisi Korsel Tahan 2 Pria dalam Kasus Kamera Tersembunyi di Hotel

Polisi Korsel Tahan 2 Pria dalam Kasus Kamera Tersembunyi di Hotel

Internasional
Romahurmuziy Minta Kasus yang Menjeratnya Tak Dikaitkan dengan PPP

Romahurmuziy Minta Kasus yang Menjeratnya Tak Dikaitkan dengan PPP

Nasional
Menginap di Tahanan, Romahurmuziy Habiskan Waktu dengan Baca Buku

Menginap di Tahanan, Romahurmuziy Habiskan Waktu dengan Baca Buku

Nasional
Petugas Lapas Banceuy Pergoki Napinya Ambil Narkotika di WC

Petugas Lapas Banceuy Pergoki Napinya Ambil Narkotika di WC

Regional
Pemerintah Venezuela Tahan Kepala Staf Oposisi Atas Tuduhan Terorisme

Pemerintah Venezuela Tahan Kepala Staf Oposisi Atas Tuduhan Terorisme

Internasional
Pemilu Kurang dari Sebulan, KPU Jaktim Masih Tunggu Surat Suara DPD

Pemilu Kurang dari Sebulan, KPU Jaktim Masih Tunggu Surat Suara DPD

Megapolitan
Dilaporkan ke Bawaslu karena Disebut Biarkan Hoaks, Ini Penjelasan Ma'ruf Amin

Dilaporkan ke Bawaslu karena Disebut Biarkan Hoaks, Ini Penjelasan Ma'ruf Amin

Nasional
Wali Kota Semarang Janji Bantu Perbaiki Rumah Abu di Kelenteng Tay Kak Sie yang Terbakar

Wali Kota Semarang Janji Bantu Perbaiki Rumah Abu di Kelenteng Tay Kak Sie yang Terbakar

Regional
Azan Pun Berkumandang di Seluruh Selandia Baru

Azan Pun Berkumandang di Seluruh Selandia Baru

Internasional
Memetik Pelajaran dari Pencurian Dana BOS di Mobil Kepala Sekolah di Bekasi...

Memetik Pelajaran dari Pencurian Dana BOS di Mobil Kepala Sekolah di Bekasi...

Megapolitan
Romahurmuziy Diperiksa Perdana sebagai Tersangka di KPK

Romahurmuziy Diperiksa Perdana sebagai Tersangka di KPK

Nasional
Kegiatan Apel Kebangsaan di Semarang Dilaporkan ke Bawaslu

Kegiatan Apel Kebangsaan di Semarang Dilaporkan ke Bawaslu

Regional
Tiba di Lombok, Presiden Jokowi Tinjau Rehabilitasi Pasca-gempa

Tiba di Lombok, Presiden Jokowi Tinjau Rehabilitasi Pasca-gempa

Nasional

Close Ads X