Mahathir: Pakatan Harapan Tidak Pernah Beli Suara dalam Pemilu

Kompas.com - 14/01/2019, 15:05 WIB
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad.AFP / MOHD RASFAN Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad.

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menegaskan, koalisi Pakatan Harapan tidak pernah membeli suara dalam.

"Pakatan Harapan tidak pernah memberikan uang kepada siapa pun (untuk memenangkan suara)," ucapnya, Senin (14/1/2019), seperti diwartakan Channel News Asia.

Pernyataan Mahathir untuk menanggapi beredarnya sejumlah foto di media sosial.

Baca juga: Mahathir: Bedakan Mana Kalimat yang Dianggap Menghina Raja Malaysia

Foto itu memperlihatkan anggota Pakatan Harapan membeli suara di Tanah Tinggi Cameron dalam pemilu parlemen yang bakal digelar pada 26 Januari mendatang.

Dia mengatakan, pemerintahan Pakatan Harapan justru menyediakan bantuan keuangan kepada rakyat.

"Jika pemerintah harus menyediakan uang (alokasi pengembangan), itu akan dilakukan. Jadi semua orang bisa mendapatkannya," ucap pria berusia 93 tahun itu.

Today Online melaporkan, Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC) kini tengah menelusuri akun media sosial yang mengunggah sebuah foto.

Foto itu menunjukkan seorang mengenakan kaus Pakatan Harapan yang diduga memberikan uang kepada seorang warga asli Malaysia atau kerap disebut Orang Asli.

Wakil Menteri Komunikasi dan Multimedia Eddin Syazlee Shith menyatakan, sejauh ini tidak ada seorang pun yang muncul untuk memberikan penjelasan terkait lokasi dan motif beredarnya gambar tersebut.

"MCMC butuh waktu untuk mengidentifikasi pemegang akun dan alasan dia membuat gambar itu viral," katanya.

"Kami tidak tahu di mana lokasinya diambil atau apa pun yang ditudingkan tentang foto yang kemungkinan tidak asli," ucapnya.

Selain foto tersebut, muncul juga beberapa gambar seorang perempuan memberikan uang tunai. Foto itu segera menjadi viral di media sosial sejak Minggu pagi.

Baca juga: 100 Hari Pakatan Harapan Memimpin Malaysia Baru

Eddin Syazlee mengatakan, kehadiran gambar tersebut tidak akan membahayakan kampanye Pakatan Harapan jelang pemilu paruh waktu di Tanah Tinggi Cameron.

"Jika kita ingin banyak hal berada di pihak kita, kita pasti akan mengerahkan alat-alat pemerintah untuk berkampanye tetapi itu bukan cara Pakatan Harapan," ucapnya.

"Kita tidak akan melakukan apa yang telah dilakukan rezim sebelumnya," tuturnya.



Terkini Lainnya

Mesir Kecam Pernyataan Erdogan yang Sebut Morsi 'Dibunuh'

Mesir Kecam Pernyataan Erdogan yang Sebut Morsi "Dibunuh"

Internasional
Diceraikan Lewat WhatsApp, Perempuan Ini Lapor Polisi

Diceraikan Lewat WhatsApp, Perempuan Ini Lapor Polisi

Internasional
Kisah Pemasangan Layanan Telepon Komersial Pertama di Dunia..

Kisah Pemasangan Layanan Telepon Komersial Pertama di Dunia..

Internasional
Iran Tembak Jatuh Sebuah 'Drone' Milik Amerika Serikat

Iran Tembak Jatuh Sebuah "Drone" Milik Amerika Serikat

Internasional
Dikejar Polisi Hutan, 2 Pemburu Badak Tewas Menabrak Kambing

Dikejar Polisi Hutan, 2 Pemburu Badak Tewas Menabrak Kambing

Internasional
Mahathir: Dakwaan Pembunuhan terhadap 4 Tersangka atas Jatuhnya MH17 Konyol

Mahathir: Dakwaan Pembunuhan terhadap 4 Tersangka atas Jatuhnya MH17 Konyol

Internasional
'Rezim Kim Jong Un Bakal Hancur dalam 20 Tahun'

"Rezim Kim Jong Un Bakal Hancur dalam 20 Tahun"

Internasional
Reporter TV Basah Kuyup Dikencingi Singa di Tengah Wawancara

Reporter TV Basah Kuyup Dikencingi Singa di Tengah Wawancara

Internasional
Menyelinap ke Rumah Kosong untuk Mandi, Pria di Thailand Tewas Tersetrum

Menyelinap ke Rumah Kosong untuk Mandi, Pria di Thailand Tewas Tersetrum

Internasional
Seorang Pria Penggal Anjing Temannya karena Berutang Uang Sewa

Seorang Pria Penggal Anjing Temannya karena Berutang Uang Sewa

Internasional
Rawat Tubuh Ho Chin Minh yang Diawetkan, Vietnam Panggil Ilmuwan Rusia

Rawat Tubuh Ho Chin Minh yang Diawetkan, Vietnam Panggil Ilmuwan Rusia

Internasional
Inspirasi Morse di Atas Kapal hingga Alat Bantu Polisi, Ini Sisi Lain Telegraf

Inspirasi Morse di Atas Kapal hingga Alat Bantu Polisi, Ini Sisi Lain Telegraf

Internasional
Tim Pembunuh Khashoggi Sempat Berdiskusi Cara Membawa Jenazahnya

Tim Pembunuh Khashoggi Sempat Berdiskusi Cara Membawa Jenazahnya

Internasional
Seoul Desak Pyongyang Segera Gelar Pertemuan Antar-Korea Keempat

Seoul Desak Pyongyang Segera Gelar Pertemuan Antar-Korea Keempat

Internasional
Pistol 'Pembunuh' Vincent van Gogh Terjual Rp 2,6 Miliar dalam Lelang

Pistol "Pembunuh" Vincent van Gogh Terjual Rp 2,6 Miliar dalam Lelang

Internasional

Close Ads X