Zimbabwe Segera Kembali Gunakan Mata Uang Negaranya Sendiri

Kompas.com - 14/01/2019, 09:41 WIB
Pria Zimbabwe mengenakan topi yang dihiasi lembaran uang dollar Zimbabwe yang tidak lagi bernilai akibat hiperinflasi.AFP / ZINYANGE AUNTONY Pria Zimbabwe mengenakan topi yang dihiasi lembaran uang dollar Zimbabwe yang tidak lagi bernilai akibat hiperinflasi.

HARARE, KOMPAS.com - Pemerintah Zimbabwe mengumumkan akan segera memperkenalkan kembali mata uang negaranya.

Kementerian Keuangan mengatakan, mata uang Zimbabwe ditargetkan untuk kembali diperkenalkan dalam waktu kurang dari 12 bulan.

Selama hampir satu dekade terakhir, masyarakat Zimbabwe menggunakan sejumlah mata uang negara lain, termasuk dollar AS, sejak terjadinya krisis hiperinflasi.

Setelah nilai mata uang dollar Zimbabwe terus mengalami penurunan hingga tak lagi dihargai, penggunaan mata uang asli negara itu telah dilarang pada April 2009.

Sebagai gantinya, warga diperbolehkan menggunakan mata uang negara lain seperti dollar AS, poundsterling, yen Jepang, yuan China, euro, rupee India, dan rand Afrika Selatan, dalam transaksi perdagangan sehari-hari.

Baca juga: Diterpa Krisis, Masihkah Ada Keceriaan Natal di Zimbabwe?

Namun kini, dalam upaya mengembalikan perekonomian negara yang terpuruk, sebagaimana janji Presiden Emmerson Mnangangwa, pemerintah Zimbabwe akan kembali memperkenalkan mata uang miliknya.

"Dalam kaitannya dengan meningkatnya mata uang asing, kami sedang dalam perjalanan untuk memperkenalkan mata uang baru."

"Beri kami waktu beberapa bulan," kata Menteri Keuangan Zimbabwe, Mtuli Ncube, dalam wawancaranya yang dipublikasikan surat kabar Herald, Sabtu (12/1/2019).

Ncube menambahkan, proses pengenalan mata uang baru telah berjalan dan akan siap dalam kurang dari 12 bulan ke depan.

Perekonomian negara di Afrika selatan itu telah mengalami penurunan selama lebih dari satu dekade, dengan kurangnya uang tunai, tingkat penggangguran yang tinggi, dan pemerintah yang kesulitan membayar gaji pegawainya.

Langkah meningkatkan pendapatan negara telah diambil Ncube, salah satunya dengan menaikkan pajak transaksi elektronik hingga dua persen.

Krisis juga melanda sektor kesehatan dengan dokter menggelar aksi mogok kerja menuntut kenaikan gaji dan penambahan pasokan obat.

Baca juga: Ratusan Dokter Mogok Kerja, Presiden Zimbabwe Persingkat Liburannya



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Cuaca di Jerman Panas, Seorang Pria Naik Motor Sambil Bugil

Cuaca di Jerman Panas, Seorang Pria Naik Motor Sambil Bugil

Internasional
Malaysia Gagalkan Penyelundupan 5.000 Ekor Kura-kura

Malaysia Gagalkan Penyelundupan 5.000 Ekor Kura-kura

Internasional
Kini Toilet Masuk Kurikulum Pendidikan Kader Partai Komunis China

Kini Toilet Masuk Kurikulum Pendidikan Kader Partai Komunis China

Internasional
Antar Makan Siang ke Teman, Wanita Ini Meloncat dari Ketinggian 300 Meter

Antar Makan Siang ke Teman, Wanita Ini Meloncat dari Ketinggian 300 Meter

Internasional
Diburu ISIS dan Kepalanya Dihargai Rp 14 Miliar, Siapakah Joanna Palani?

Diburu ISIS dan Kepalanya Dihargai Rp 14 Miliar, Siapakah Joanna Palani?

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Kisah Penerbangan Helikopter untuk Kali Pertama

Hari Ini dalam Sejarah: Kisah Penerbangan Helikopter untuk Kali Pertama

Internasional
Presiden Iran: Kami Tidak Berniat Mempermalukan AS

Presiden Iran: Kami Tidak Berniat Mempermalukan AS

Internasional
Hendak Masuk AS, Ayah dan Bayinya Tewas Tenggelam di Sungai Meksiko

Hendak Masuk AS, Ayah dan Bayinya Tewas Tenggelam di Sungai Meksiko

Internasional
Rusia Pamerkan Drone Baru Mirip Burung Hantu Harry Potter

Rusia Pamerkan Drone Baru Mirip Burung Hantu Harry Potter

Internasional
Trump: Iran Bakal Lenyap jika Serang Orang Amerika

Trump: Iran Bakal Lenyap jika Serang Orang Amerika

Internasional
Trauma Diejek Ibunya Tidak Cantik, Wanita Ini Habis Rp 3 Miliar untuk Operasi Plastik

Trauma Diejek Ibunya Tidak Cantik, Wanita Ini Habis Rp 3 Miliar untuk Operasi Plastik

Internasional
Biaya Pernikahan Tinggi Bikin Warga Desa di China Jatuh Miskin

Biaya Pernikahan Tinggi Bikin Warga Desa di China Jatuh Miskin

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Misi Pengiriman Makanan dan Sebab Berdirinya Tembok Berlin

Hari Ini dalam Sejarah: Misi Pengiriman Makanan dan Sebab Berdirinya Tembok Berlin

Internasional
Dituduh Danai Rencana Penggulingan Pemerintahan Mesir, 8 Orang Ditahan

Dituduh Danai Rencana Penggulingan Pemerintahan Mesir, 8 Orang Ditahan

Internasional
Warga Negara-negara Arab Mengaku Semakin Tidak Relijius

Warga Negara-negara Arab Mengaku Semakin Tidak Relijius

Internasional

Close Ads X