Israel Klaim Telah Temukan Semua Terowongan Hezbollah dari Lebanon

Kompas.com - 13/01/2019, 23:16 WIB
Petugas dari Pasukan Penjaga Perbatasan PBB di Lebanon (UNIFIL) tampak sedang berpatroli di sepanjang tembok perbatasan yang memisahkan wilayah Israel dengan Lebanon.AFP / MAHMOUD ZAYYAT Petugas dari Pasukan Penjaga Perbatasan PBB di Lebanon (UNIFIL) tampak sedang berpatroli di sepanjang tembok perbatasan yang memisahkan wilayah Israel dengan Lebanon.

TEL AVIV, KOMPAS.com - Israel mengklaim telah menemukan semua terowongan serangan lintas perbatasan yang digali Hezbollah dari Lebanon dan akan segera menghancurkannya.

Terowongan keenam dan terakhir dilaporkan ditemukan pada Sabtu (12/1/2019), dengan titik awal di Desa Ramyeh, Lebanon, sekitar 800 meter dari Israel.

Terowongan tersebut melintas perbatasan dan mencapai wilayah Israel sejauh beberapa puluh meter.

Dengan kedalaman 55 meter, terowongan tersebut dikatakan yang terdalam, terpanjang, dan paling rinci dari terowongan lain yang telah ditemukan tentara Israel.


"Kami telah menemukan satu lagi terowongan serangan lintas perbatasan yang digali Hezbollah dari Lebanon ke Israel," kata juru bicara militer Israel, Letnan Kolonel Jonathan Conricus kepada wartawan, Minggu (13/1/2019).

"Menurut informasi intelijen dan penilaian kami terhadap situasi tersebut, tidak ada lagi terowongan serangan lintas perbatasan dari Lebanon yang belum ditemukan," tambahnya, seperti dilansir AFP.

Baca juga: PM Israel Sebut Teror Terowongan dari Hezbollah sebagai Aksi Perang

Setelah seluruh terowongan lintas perbatasan ditemukan, militer Israel akan melanjutkan operasi yang telah dimulai sejak 4 Desember dengan proses penghancuran terowongan.

Sejak pertama kali mengumumkan adanya terowongan yang diklaim digali oleh kelompok militan Hezbollah di Lebanon, militer Israel menyerukan operasi pencarian dan penghancuran terowongan yang disebut dengan Operasi Perisai Utara.

Terowongan terakhir yang ditemukan tersebut rencananya akan dihancurkan dalam beberapa hari ke depan.

"Kami telah mencapai tujuan (untuk mengekspos dan menghancurkan terowongan-terowongan dari Lebanon) yang menjadi tujuan operasi sejak awal," kata Conricus.

Conricus menambahkan, meski meyakini sudah tidak ada lagi terowongan yang mencapai wilayah Israel dari Lebanon, namun tentara masih akan memantau lubang yang berada di wilayah Lebanon.

Dia juga menegaskan, Israel akan terus meminta pertanggungjawaban dari Pemerintah Lebanon atas terowongan yang disebut telah melanggar Resolusi PBB 1701, yang disepakati untuk mengakhiri perang antara Israel dengan Hezbollah pada 2006.

"Temuan terowongan terbaru telah kami informasikan kepada UNIFIL (Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon)," kata Conricus.

Israel telah menuduh Hezbollah bermaksud untuk menggunakan terowongan-terowongan serangan tersebut untuk memasuki wilayah Israel secara diam-diam.

Israel menyebut Hezbollah akan menggunakan terowongan melancarkan aksi seperti menculik atau membunuh warga sipil maupun tentara, atau merebut wilayah Israel jika terjadi pertempuran.

Operasi Perisai Utara yang dijalankan militer Israel untuk mengekspos dan menghancurkan terowongan tersebut berjalan tanpa menarik respon dari Hezbollah.

Israel juga menegakan bahwa seluruh operasi dilaksanakan di wilayah negaranya dan tidak melanggar perbatasan dengan Lebanon.

Baca juga: Dua Terowongan di Perbatasan Israel-Lebanon Langgar Resolusi PBB



Terkini Lainnya


Close Ads X