Trump: Belum Saatnya untuk Menyatakan Keadaan Darurat Negara

Kompas.com - 13/01/2019, 15:43 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara di dekat Rio Grande di McAllen, Texas, yang merupakan perbatasan AS-Meksiko, Kamis (10/1/2019). (AFP/Jim Watson) Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara di dekat Rio Grande di McAllen, Texas, yang merupakan perbatasan AS-Meksiko, Kamis (10/1/2019). (AFP/Jim Watson)

WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan belum saatnya untuk menyatakan keadaan darurat negara untuk mengakhiri shutdown pemerintah.

Shutdown pemerintah yang dipicu tidak disetujuinya proposal permohonan dana pembangunan tembok perbatasan Meksiko sebesar 5,7 miliar atau sekitar Rp 80 triliun kini telah memasuki hari ke-23 atau pekan keempat.

Sekitar 800.000 orang, termasuk para pekerja pemerintahan, yang terdampak penutupan layanan terpaksa dirumahkan atau bekerja tanpa dibayar, setelah shutdown berlangsung hingga masa pembayaran gaji.

Saat ditanya mengapa presiden tidak segera mengumumkan keadaan darurat negara untuk mengamankan dana tanpa persetujuan Kongres, Trump mengatakan masih ingin memberi kesempatan kepada oposisi Partai Demokrat dan Kongres AS untuk tercapainya kesepakatan.

Baca juga: Trump Ancam Bakal Umumkan Status Darurat Negara untuk Bangun Tembok

"Saya ingin memberi mereka kesempatan untuk melihat apakah mereka dapat bertindak secara bertanggung jawab," kata Trump dalam wawancaranya dengan Fox News, Sabtu (12/1/2019) malam.

Trump mengumumkan shutdown parsial atau penutupan sebagian layanan pemerintah pada 22 Desember 2018 lalu, setelah menolak menandatangani rancangan undang-undang pembelanjaan negara.

Shutdown pemerintah AS kali ini menjadi yang terlama dalam sejarah, melampaui masa penutupan layanan selama 21 hari yang terjadi pada pemerintahan Presiden Bill Clinton, tahun 1995-1996.

Trump pun bereaksi dengan menyampaikan opininya melalui akun media sosial Twitter, pada Sabtu (12/1/2019), untuk mempertahankan keputusannya dan mendorong kepada partai Demokrat untuk segera mengakhiri apa yang disebutnya krisis kemanusiaan terbesar di Perbatasan Selatan.

"Demokrat bisa mengakhiri shutdown dalam 15 menit!" tulis Trump dalam sebuah twit.

"Kita akan terus merugi dalam waktu yang lama kecuali Demokrat segera kembali dari 'liburan' mereka dan kembali bekerja. Saya akan berada di Gedung Putih bersiap untuk tanda tangan!" tambahnya.

Baca juga: Shutdown Era Trump Jadi yang Terpanjang dalam Sejarah AS

Trump sebelumnya sempat mengancam bakal menggunakan haknya untuk menyatakan status darurat negara dan memerintahkan pembangunan tembok perbatasan memakai dana Kementerian Pertahanan.

"Jika mereka (Kongres) tidak bisa melakukannya, maka saya akan mendeklarasikan darurat negara. Saya memiliki hak atas itu," ujar Trump.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria India Ini Sembah Trump sebagai Dewa dan Buatkan Patung Untuknya

Pria India Ini Sembah Trump sebagai Dewa dan Buatkan Patung Untuknya

Internasional
Kasus Dugaan Infeksi Virus Corona di Zimbabwe Negatif, WHO Tetap Peringati Negara-negara di Afrika

Kasus Dugaan Infeksi Virus Corona di Zimbabwe Negatif, WHO Tetap Peringati Negara-negara di Afrika

Internasional
Pria Jepang Dikabarkan Terjangkit Virus Corona Selepas Berkunjung ke Indonesia

Pria Jepang Dikabarkan Terjangkit Virus Corona Selepas Berkunjung ke Indonesia

Internasional
Presiden Korea Selatan Naikkan Status Infeksi Virus Corona di Level Tertinggi

Presiden Korea Selatan Naikkan Status Infeksi Virus Corona di Level Tertinggi

Internasional
6 Orang Meninggal karena Virus Corona, Iran Tutup Sekolah hingga Larang ke Bioskop

6 Orang Meninggal karena Virus Corona, Iran Tutup Sekolah hingga Larang ke Bioskop

Internasional
Kasus Infeksi Virus Corona di Korea Selatan dan Italia Melonjak, Begini Langkah Pemerintahnya

Kasus Infeksi Virus Corona di Korea Selatan dan Italia Melonjak, Begini Langkah Pemerintahnya

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Ayah di Suriah Ajari Anaknya Tertawa Dengar Ledakan Bom | Kisah Korban Bully Quaden Bayles

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Ayah di Suriah Ajari Anaknya Tertawa Dengar Ledakan Bom | Kisah Korban Bully Quaden Bayles

Internasional
Terinspirasi Kisah Agatha Christie, Pria Ini Bunuh Tetangganya Pakai Minuman Soda

Terinspirasi Kisah Agatha Christie, Pria Ini Bunuh Tetangganya Pakai Minuman Soda

Internasional
Australia Anjurkan Warganya Untuk Karantina Selama Dua Pekan

Australia Anjurkan Warganya Untuk Karantina Selama Dua Pekan

Internasional
Video Perawat Hamil Rawat Pasien Virus Corona Dirilis, Publik China Marah

Video Perawat Hamil Rawat Pasien Virus Corona Dirilis, Publik China Marah

Internasional
Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Internasional
2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

Internasional
Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Internasional
Kasus Virus Corona Per 23 Februari 2020, 2.400 Orang Meninggal, 76.000 Terinfeksi

Kasus Virus Corona Per 23 Februari 2020, 2.400 Orang Meninggal, 76.000 Terinfeksi

Internasional
Dalam 24 Jam, Italia Umumkan 2 Korban Meninggal dan 79 Kasus Infeksi Virus Corona

Dalam 24 Jam, Italia Umumkan 2 Korban Meninggal dan 79 Kasus Infeksi Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X